Waspada Lonjakan Serangan Malware pada Perangkat Seluler: Simak Jenis dan Tips Pencegahannya!
INDOZONE.ID - Menurut ahli keamanan dari Kaspersky, serangan malware pada perangkat seluler mengalami lonjakan hingga 50% pada tahun 2023, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Data tersebut menunjukkan bahwa hampir 34 juta serangan terjadi sepanjang tahun tersebut, dengan jenis ancaman yang paling umum adalah adware, mencapai 40.8%. Hal ini menggambarkan perubahan yang mengkhawatirkan dalam dunia keamanan digital.
Baca Juga: Awas, Serangan Malware Qbot Pakai PDF Berbahaya ke Email Perusahaan Meningkat
Ilustrasi malware di smartphone (photo/Tech Radar)
Lonjakan serangan malware pada perangkat seluler adalah peringatan penting bagi pengguna untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah keamanan yang tepat.
Data ini mengingatkan pada situasi pada awal tahun 2021, ketika serangan serupa menghantui pengguna perangkat seluler. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman tersebut masih relevan dan harus ditangani dengan serius.
Ilustrasi malware di smartphone Android (photo/360 Total Security)
Pelaku kejahatan siber memasukkan aplikasi berbahaya ke toko aplikasi resmi, seperti Google Play, dengan menyamar sebagai aplikasi investasi palsu untuk mencuri data pribadi pengguna.
Modifikasi ilegal aplikasi WhatsApp dan Telegram juga dimanfaatkan untuk mencuri data.
Serangan adware melibatkan iklan pop-up yang mengganggu, yang dapat membawa pengguna ke situs berbahaya atau mendorong instalasi aplikasi ilegal.
Aplikasi semacam ini menggunakan teknik manipulasi psikologis untuk mencuri data pribadi pengguna, seperti nomor telepon dan nama lengkap, yang kemudian digunakan untuk penipuan melalui telepon.
Baca Juga: Waspada! Peretas Manfaatkan ChatGPT untuk Sebarkan Malware Lewat Halaman Facebook
Ilustrasi malware. (Freepik/rawpixel)
1. Unduh aplikasi hanya dari toko resmi seperti Google Play, Apple App Store, atau Amazon Appstore.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tips-and-tricks.co