AS tembak jatuh balon mata-mata China.
Beberapa waktu lalu, militer Amerika Serikat menembak jatuh balon udara yang dicurigai sebagai perangkat mata-mata China dengan jet tempur F-22. Lalu apa isinya?
"Kru telah dapat mengambil kembali sisa-sisa signifikan dari situs jatuhnya (balon mata-mata China itu), termasuk semua kepingan sensor dan elektronik penting serta bagian besar dari strukturnya," demikian pernyataan dari Komando Utara militer AS.
Disebutkan juga, balon itu berisi beberapa antena yang kemungkinan mampu mengumpulkan data dan lokasi intelijen.
Baca Juga: Hancurkan Balon Mata-mata Pakai Jet Tempur, AS Diledek China: Konyol!
Tak cuma itu, ditemukan juga panel surya yang cukup besar untuk menghasilkan daya yang diperlukan untuk mengoperasikan beberapa sensor pengumpulan intelijen aktif.
Isi balon itu tidak sesuai dengan pernyataan China yang mengklaim balon tersebut untuk mengamati cuaca dan melenceng dari jalurnya. Ini jadi bukti bahwa China melakukan sebuah kebohongan dengan menyampaikan informasi berisi omong kosong.
Pejabat intelijen AS percaya kalau balon mata-mata itu merupakan bagian program pengawasan besar-besaran yang dijalankan militer China.
"Balon ini sengaja dirancang untuk operasi pengintaian yang biasanya diarahkan oleh militer," ujar juru bicara AS.
Sebelumnya, penembakan itu dilakukan pada Sabtu (4/2/2023) waktu setempat, saat balon tersebut berada di atas lepas pantai South Carolina. AS sempat mengerahkan sejumlah jet tempur.
Baca Juga: Balon Mata-mata China Terobos Gudang Rudal Balistik, AS Heboh Kirim Jet Tempur
Menurut laporan Reuters, jet tempur F-22 dari Pangkalan Angkatan Udara Langley di Virginia, menembak balon tersebut memakai rudal supersonik AIM-9X.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: