Rusia sukses melakukan uji terbang terhadap pesawat pengebom strategis bomber Rusia Tu-95MSM. (UAC)
Rusia dilaporkan berhasil melakukan uji terbang pesawat pengebom strategis Tu-95MSM. Uji coba ini dilakukan untuk memeriksa sistem dan peralatan pesawat.
Perusahaan konstruksi pesawat terbang swasta Rusia, United Aircraf Corporation (UAC), mengumumkan secara resmi kesuksesan ini pada Senin, kemarin. Uji terbang ini merupakan lanjutan dari rangkaian uji coba pengembangan bomber Tu-95MSM.
"Melalui program uji coba, pesawat pengebom pembawa rudal Tu-95MSM melakukan penerbangan baru," demikian pernyataan resmi UAC dikutip Selasa (17/1/2023).
Baca Juga: Tsar Bomba Dijuluki 'Kiamat' dari Rusia: Bom Nuklir Paling Mematikan yang Dibuat Manusia
"Pengujian dilakukan pada semua sistem dan peralatan selama proses penerbangan," lanjut UAC.
Menurut UAC, uji coba ini juga merupakan bagian dari upaya modernisasi untuk meningkatkan kinerja Tu-95MSM. Pesawat ini merupakan modernisasi dari pesawat pengebom strategis Tu-95, yang terbang perdana pada 1952 lalu.
Modernisasi ini disebut UAC telah meningkatkan efisiensi dan keandalan pesawat. Dengan demikian, UAC meyakinkan bahwa bomber ini dapat menyelesaikan misi yang ditugaskan.
Baca Juga: Rusia Pastikan Smartphone Jadi Penyebab Kematian 89 Prajuritnya, Kok Bisa?
Tu-95MSM pertama kali melakukan uji terbang pada 22 Agustus 2020 lalu. Pesawat berhasil mengudara selama 2,5 jam pada ketinggian 29.527 meter.
Pesawat ini dilengkapi dengan mesin NK-12MPM, hingga dapat melakukan penjelajahan udara lebih banyak.
Selain itu, Tu-95MSM dapat membawa muatan lebih banyak, dengan kemampuan menggondol delapan rudal nuklir. Jumlah ini dua kali lipat lebih banyak dari pendahulunya.
Tu-95MSM juga disebut memiliki kemampuan tempur lebih baik. Dia diklaim memiliki kapabilitas tempur dua kali lipat lebih mumpuni dari tipe sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: