Ilustrasi dua orang pria saat berada di depan logo Telegram (photo/REUTERS/Dado Ruvic)
Meskipun disebut sebagai aplikasi perpesanan online paling aman, ternyata Telegram masih dapat disusupi oleh malware berbahaya. Ya, baru saja ditemukan satu malware yang ternyata sudah lama menyusupi layanan komunikasi besutan Pavel Durov tersebut.
Hal ini pertama kali dilaporkan oleh salah seorang peneliti keamanan dari Checkpoint Research yaitu Omer Hofman, dimana ia telah menemukan sebuah malware trojan bernama ToxicEye yang sudah ada di Telegram dalam waktu cukup lama.
Disebutkan ToxicEye dapat melakukan peretasan melalui sistem jarak jauh untuk mencuri data hingga menginstall ransomware ke perangkat korbannya.
Melalui penelitian yang dilakukan oleh Hofma, dalam tiga bulan terakhir ToxicEye sudah berhasil mendapat korban sebanyak 130 orang dari serangan tersebut.
Dilansir dari ZDNet, ToxicEye sendiri hadir sebagai sebuah bot berjenis RAT yang awalnya bersembunyi dan berpura-pura sebagai bot yang bisa memberikan manfaat kepada para pengguna Telegram.
"Setiap korban yang terinfeksi dapat diserang melalui bot Telegram, yang akan menghubungkan perangkat korban kepada penyerang melalui aplikasi tersebut," ucap peneliti dari Checkpoint Research.
Sampai saat ini belum ada tanggapan dari Telegram atas malware yang sudah menyusupi layanannya ini. Namun pihaknya tentu akan mencari solusi sehingga keamanan para pengguna Telegram tetap terjamin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: