Ilustrasi lensa kamera/borrowlenses.com
Salah satu bagian terpenting dari kamera adalah lensa kamera. Selain untuk mengatur cahaya, lensa kamera juga berfungsi menentukan kualitas gambar yang dihasilkan.
Dalam bidang fotografi, lensa merupakan alat vital dari kamera yang berfungsi memfokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap. Jenis-jenis lensa beragam, sehingga menghasilkan ukuran tangkapan gambar dan variasi fokus yang berbeda.
Lensa kamera atau lensa fotografi adalah lensa optik yang digunakan secara bersamaan dengan body kamera untuk membuat gambar, baik pada film, benda, maupun media lainnya untuk menyimpan gambar secara elektronik. Maka dari itu, lensa kamera dengan body kamera tidak bisa dipisahkan.
Kualitas gambar yang baik tidak terlepas dari pemilihan lensa kamera yang tepat. Semakin baik lensa kamera yang digunakan, maka semakin bagus pula gambar yang dihasilkan. Untuk itu, kamu harus tau terlebih dahulu macam-macam lensa kamera dan fungsinya.
Berikut penjelasannya dirangkum Indozone dari berbagai sumber, Senin (11/11):
Lensa prime atau lensa fix adalah lensa yang tidak memiliki elemen bergerak, focal length (panjang fokus) dan aperture yang tetap. Bentuk fisik lensa ini lebih simpel sehingga bisa digunakan dalam berbagai situasi seperti portrait, landscape, dan lainnya.
Adapun beberapa keunggulan lensa prime ini yakni hasil foto lebih terlihat tajam, bukaan aperture luas sehingga bisa digunakan ketika cahaya kurang, tidak terlalu berat dan bentuknya terbilang kecil.
Sementara, kelemahan lensa ini adalah fotografer harus bergerak ke depan maupun belakang untuk mendapat angle (sudut pengambilan gambar) yang sesuai, dan hasil foto yang terlihat tajam hanya pada bagian tengah.
Lensa wide-angle ini termasuk jenis lensa kamera yang mampu menangkap objek luas dalam jarak dekat atau ruangan kecil. Ciri khas lensa ini adalah membuat objek menjadi lebih kecil dari ukuran aslinya. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin lebar pandangannya.
Untuk lensa satu ini, biasanya para fotografer menggunakannya untuk mengambil foto lanskap, arsitektur, dan interior. Lensa sudut lebar memiliki ukuran 17 milimeter sampai 40 milimeter.
Lensa tele atau telephoto zoom memiliki panjang antara 75-300 milimeter, terdiri dari enam lensa dengan panjang fokus tetap. Biasanya, lensa tele digunakan oleh para fotografer olahraga dan satwa liar. Untuk memotret arsitektur dan lanskap, biasanya menghasilkan gambar lebih detail.
Namun sebenarnya, ada dua jenis lensa tele yaitu tele zoom dan tele non zoom. Nikon 70-300 mm adalah contoh kamera yang menggunakan lensa tele zoom, sedangkan Nikon 300mm f/4.5 menggunakan tele non zoom.
Lensa shift atau lensa kendali perspektif sering dikaitkan dengan framing (pembingkaian) dalam film. Dengan menggunakan lensa shift ini, fotografer bisa menjaga kamera tetap sejajar. Kebanyakan fotografer profesional menggunakan lensa shift untuk memotret lanskap, arsitetur, dan produk-produk tertentu.
Lensa fish-eye biasa digunakan untuk merekam gambar secara melingkar, minimal 180 derajat. Lensa ultra wide-angle ini memiliki panjang fokus kurang dari 15mm dan lebar 6-8 mm. Dinamakan fish-eye karena lensa ini bisa membuat hasil gambar terlihat seperti melihat dunia dari dalam ikan.
Umumnya, lensa fish-eye digunakan untuk memotret gambar panorama, arsitektur, dan olahraga. Contoh kamera yang menggunakan lensa ini adalah Nikon AF DX Fisheye-Nikkor 10.5mm f/2.8G ED.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: