Galaxy Z Roll 5G 2026 (youtube/@MirorPro)
INDOZONE.ID - Samsung baru saja mendaftarkan dua paten untuk ponsel dengan layar gulung (rollable). Berbeda dengan ponsel lipat (foldable) yang masih menyisakan bekas lipatan di layar, teknologi gulung ini dirancang agar panel layar melengkung mulus tanpa menyisakan garis tekukan.
Konsep ini menawarkan opsi perluasan layar secara horizontal serta fitur perlindungan maksimal karena layar dapat disembunyikan sepenuhnya di dalam bodi perangkat saat sedang tidak dipakai.
Desain pertama menerapkan pendekatan ponsel gulung konvensional, di mana perangkat tampak seperti smartphone standar saat dalam kondisi ringkas. Layar dapat diperluas secara horizontal untuk memberikan visualisasi yang lebih lapang, ideal untuk aktivitas multitasking, bermain gim, maupun menikmati konten video.
Pada prinsipnya, inovasi ini mengadopsi tujuan ponsel lipat dalam menghadirkan layar besar, namun mencapainya lewat mekanisme gulung sehingga terbebas dari masalah engsel dan bekas lipatan pada panel layar.
Baca juga: Wamenkomdigi Nezar Patria Ingatkan Ancaman “Penjajahan Digital” dari Dominasi Algoritma
Desain kedua menawarkan pendekatan yang jauh lebih ambisius, di mana seluruh panel layar dapat disembunyikan sepenuhnya di dalam bodi perangkat saat dalam kondisi tidak aktif. Ketika sisi bodi ditarik, barulah layar fleksibel berukuran besar akan muncul dari perangkat yang semula tampak seperti balok polos tanpa layar.
Menurut Samsung, mekanisme ini berfungsi sebagai fitur perlindungan guna meminimalkan risiko goresan, debu, serta dampak benturan harian. Kendati demikian, efektivitas konsep ini dalam memperpanjang masa pakai layar masih perlu dibuktikan lewat pengujian di dunia nyata
Selain bentuk fisiknya yang unik, bagian yang tidak kalah menarik adalah kehadiran teknologi sensor pintarnya. Berkat kemampuan mendeteksi jarak dan kecepatan tarikan layar, sistem operasi ponsel ini jadi jauh lebih peka.
Jadi, kalau Anda baru membuka layarnya setengah, tampilan aplikasinya bisa langsung menyesuaikan diri dan berbeda dengan saat layar dibuka penuh. Kerennya lagi, transisi tampilan konten aplikasi ini berjalan secara mulus dan bertahap, tidak perlu menunggu layar terbuka mentok dulu seperti pada ponsel yang ada sekarang.
Baca juga: Transformasi dan Percepatan Kecerdasan Buatan Dorong Infrastruktur Digital Berbasis AI di Indonesia
Masalah utama pada ponsel lipat model buku saat ini adalah garis lipatan layarnya yang masih kelihatan dan terasa jelas waktu disentuh, yang buat sebagian orang terasa cukup mengganggu. Versi lipat clamshell memang sedikit lebih samar, tapi tetap saja butuh engsel.
Nah, ponsel gulung hadir sebagai solusi total karena layar fleksibelnya sama sekali tidak dilipat tajam pada satu titik engsel, melainkan melengkung mulus mengikuti mekanisme gulungan.
Hasilnya, garis lipatan di layar bisa hilang sepenuhnya bertahap, tidak perlu menunggu layar terbuka mentok dulu seperti pada ponsel yang ada sekarang.
Prototipe yang pernah dipamerkan Samsung Display membuktikan kalau teknologi panel gulung mereka sebenarnya sudah cukup matang untuk diperlihatkan ke publik. Memang, mengubah sebuah prototipe menjadi produk massal siap jual masih butuh banyak rekayasa teknis, tapi jarak ke sana terasa makin dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara News