Apple meluncurkan produk terbarunya, MacBook Neo (Indozone/Salsabila Az Zahra)
INDOZONE.ID - Apple baru saja membuat gebrakan besar di pasar laptop Indonesia dengan meluncurkan MacBook Neo yang dibuka dari harga sangat terjangkau, yaitu di bawah Rp10 juta.
Langkah ini tergolong langka bagi Apple yang biasanya mematok harga produknya relatif tinggi di pasaran.
Baca juga: Spesifikasi MacBook Neo, Laptop Termurah Apple yang Resmi Masuk Indonesia!
Harga kompetitif yang diberikan sukses besar, hal tersebut dibuktikan dari antusiasme masyarakat yang luar biasa melalui sistem preorder yang jarang terjadi untuk kategori produk laptop.
“Jumlah pesanan sudah mencapai angka ribuan unit, bahkan diperkirakan sudah menembus lebih dari 5.000 unit di seluruh Indonesia,” ungkap Joy Wahjudi selaku CEO Erajaya Digital.
Kehadiran MacBook Neo sengaja dirancang untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas, terutama bagi generasi muda dan pekerja baru (Gen Z), yang sebelumnya merasa harga MacBook terlalu tinggi bagi anggaran mereka.
Apple berupaya memberikan solusi bagi para pembeli pertama yang ingin merasakan pengalaman menggunakan ekosistem Mac, namun memiliki keterbatasan dana.
Dengan harga yang dipatok mulai dari Rp9,9 juta, produk ini diposisikan sebagai perangkat "pintu masuk" bagi konsumen baru.
Baca juga: Tantangan Baru UMKM Digital: Bersaing dengan Produk Impor Murah
Joy menjelaskan bahwa saat ini stok untuk beberapa varian favorit dilaporkan sudah habis terjual, sehingga konsumen baru harus menunggu jadwal pengiriman berikutnya.
Varian dengan kapasitas penyimpanan 512GB menjadi yang paling banyak diburu dibandingkan versi 256GB, karena konsumen cenderung memilih spesifikasi yang lebih tinggi untuk penggunaan jangka panjang.
“Warna yang paling laris diminati konsumen sejauh ini adalah pink, disusul oleh warna citrus yang menempati posisi terlaris kedua,” terang Joy.
Terkait stabilitas harga, pihak distributor memastikan bahwa harga jual saat ini masih tetap di angka Rp9,9 juta, karena kesepakatan tersebut sudah ditentukan sejak bulan Mei lalu.
Walaupun nilai tukar dolar Amerika Serikat terus berfluktuasi, kenaikan harga tidak akan dilakukan secara mendadak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan