Aplikasi Tinder (photo/Unsplash/Kon Karampelas)
INDOZONE.ID - Tinder dikenal sebagai salah satu aplikasi kencan daring paling populer di dunia, jadi tempat banyak orang berharap menemukan pasangan yang tepat.
Namun, sebuah studi berjudul The Dark Triad of Personality as Correlates of Tinder Use (Barış Sevi, 2019) menemukan sisi lain yang perlu diwaspadai.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa sebagian pengguna Tinder memiliki skor lebih tinggi pada ciri kepribadian Dark Triad, Machiavellianisme, narsisisme, dan psikopat, serta sosioseksualitas, dibandingkan non-pengguna.
Karakter ini cenderung berkaitan dengan motivasi mencari hubungan jangka pendek, bukan komitmen jangka panjang. Lalu, apa saja alasan lain yang membuat Tinder sering dianggap sebagai aplikasi kencan yang tidak jujur, berikut penjelasannya.
Salah satu alasan Tinder terasa tidak jujur adalah banyaknya profil palsu yang terlihat terlalu sempurna. Misalnya, foto yang terlalu rapi seperti model majalah, tapi minim informasi di akunnya hingga sering jadi tanda akun tidak asli.
Biasanya profil seperti ini dibuat untuk menarik perhatian dan memancing rasa penasaran pengguna. Tidak jarang, di balik profil menarik tersebut hanyalah bot atau orang yang tidak benar-benar ada.
Akibatnya, banyak pengguna merasa tertipu secara emosional maupun waktu.
Tidak semua profil palsu, tapi banyak juga profil yang terasa mencurigakan dan aneh. Misalnya wajah sengaja ditutupi cahaya, foto pamer kekayaan berlebihan, atau pekerjaan yang terdengar tidak jelas sering jadi tanda seseorang menyembunyikan identitas asli.
Baca juga: Cerita Zayn Malik Gagal Dapat Teman Kencan di Aplikasi Tinder: Semua Orang Menuduhku Catfishing
Beberapa orang juga ada yang menulis profil yang terdengar terlalu baik, tapi perilakunya berbeda jauh saat diajak ngobrol.
Hal ini membuat pengguna sulit membedakan mana yang tulus dan mana yang hanya pencitraan.
Banyak pengguna Tinder ternyata tidak benar-benar single atau tidak mencari hubungan serius. Saat chat, mereka sering terlalu kabur, enggan berbagi informasi dasar, atau menghindari pertanyaan sederhana tentang diri mereka.
Sebaliknya orang yang tulus biasanya terbuka secara wajar, bukan malah tertutup tanpa alasan jelas. Jika percakapan kamu terasa satu arah dan penuh rahasia, kemungkinan niatnya memang tidak jujur.
Hal ini membuat banyak orang merasa hanya dijadikan opsi, bukan prioritas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Samanthamartin.co.uk