3 Hal yang Harus Dilakukan Samsung (Sumber:digitaltrends.com)
INDOZONE.ID - Menjelang peluncuran Galaxy S26, ekspektasi pengguna semakin meningkat karena banyak yang merasa Galaxy S25 dan S25 Ultra belum sepenuhnya memberikan pengalaman premium yang sepadan dengan harganya.
Meski performanya mumpuni, beberapa aspek seperti kamera, pengelolaan panas, dan fleksibilitas software masih terasa kurang maksimal.
Agar Galaxy S26 layak menjadi pilihan utama di segmen flagship, ada tiga area penting yang harus ditingkatkan Samsung.
Baca juga: Galaxy S26 Ultra Bocor: Upgrade Aperture F/1.4 Jadi Kabar Baik untuk Pecinta Kamera
Samsung sebenarnya sudah terkenal dengan One UI serta fitur seperti Labs dan GoodLock yang memungkinkan pengguna melakukan banyak kustomisasi. Namun belakangan, para pesaing mulai menunjukkan kemajuan signifikan.
OnePlus dengan OxygenOS 16 dan fitur Mind Space, serta AI agent di browser Comet, berhasil menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih intuitif dan cerdas dalam pemanfaatan kecerdasan buatan.
Samsung perlu memanfaatkan potensi AI di Galaxy S26 agar bekerja secara lokal di perangkat, mampu memahami file hanya dengan deskripsi bahasa natural, hingga mampu terhubung langsung dengan aplikasi sistem tanpa interaksi manual yang berlebihan.
Lebih jauh lagi, penyediaan fitur pembuatan mini-app langsung di ponsel tanpa coding seperti pada Nothing Playground atau Google Opal dapat menjadi inovasi besar bagi para pengguna kreatif.
Jika Samsung mampu menghadirkan AI yang benar-benar personal, cerdas, dan menjaga privasi pengguna, One UI akan kembali menjadi standar tertinggi di ekosistem Android.
Samsung selama ini dikenal dengan megapiksel besar dan kemampuan zoom optik. Namun saat ini tren fotografi mobile telah bergeser ke pemanfaatan sensor besar dan algoritma pengolahan gambar yang semakin maju.
Google Pixel, iPhone, Oppo, Vivo, hingga OnePlus telah menunjukkan hasil foto portrait dan low-light yang semakin natural dan sinematik.
Galaxy S26 Ultra harus menghadirkan lompatan nyata melalui sensor utama yang lebih besar, pendekatan all-big-sensor pada kamera ultrawide dan telefoto, kemungkinan kolaborasi dengan brand kamera profesional seperti Leica atau Hasselblad, serta penyempurnaan fitur filter kreatif yang memungkinkan pengguna menghasilkan foto artistik dengan lebih mudah.
Samsung harus lebih serius menghadirkan optimasi yang nyata dari sisi performa dan hardware pendinginan.
Penggunaan chip Snapdragon for Galaxy selama ini sering kalah tipis dalam benchmark dibanding versi standar, sehingga branding saja tidak cukup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com