Ilustrasi ngecas laptop. (freepik)
INDOZONE.ID - Laptop kini menjadi perangkat yang selalu mendampingi aktivitas harian, mulai dari pekerjaan hingga hiburan.
Ketika baterai mulai menipis, banyak orang tetap melanjutkan penggunaan sambil menancapkan charger. Hal ini memunculkan pertanyaan, bolehkah main laptop sambil dicas?
Untuk menjawab keraguan tersebut, berikut penjelasan lengkap mengenai keamanannya, risikonya, serta cara pakai laptop yang benar saat dicas.
Ilustrasi ngecas laptop sambil dipakai. (freepik)
Pada dasarnya, menggunakan laptop sambil di-charge masih diperbolehkan, terutama untuk laptop keluaran terbaru yang sudah dilengkapi fitur keamanan seperti auto cut. Fitur ini secara otomatis memutus arus ke baterai ketika daya telah penuh sehingga mencegah overcharge maupun kerusakan pada sel baterai.
Laptop gaming bahkan dianjurkan digunakan sambil dicas agar performa tidak turun. Namun, tetap perlu diingat bahwa penggunaan intens sambil mengisi daya tetap bisa berdampak pada umur baterai bila tidak diatur dengan baik, terutama pada perangkat yang tidak memiliki fitur perlindungan baterai.
Baca juga: MacBook Terasa Nyetrum saat Dicas? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Salah satu dampak main laptop saat di-charge adalah meningkatnya temperatur laptop secara signifikan. Proses pengisian daya ditambah aktivitas berat seperti gaming atau editing akan membuat kinerja CPU dan GPU semakin berat sehingga menghasilkan panas berlebih. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi stabilitas komponen dan merusak performa baterai.
Pemakaian laptop sambil mengisi daya juga dapat mempercepat berkurangnya siklus hidup baterai.
Proses pengisian dan pengosongan yang terjadi terus-menerus membuat kapasitas baterai menurun lebih cepat. Setelah sekitar tiga tahun, penurunan efisiensi biasanya mulai terasa, terutama jika kebiasaan ini dilakukan setiap hari.
Baca juga: 4 Kesalahan saat Ngecas Laptop yang Diam-diam Merusak Baterai, Waspada!
Jika laptop sering panas ketika digunakan sambil dicas, kamu bisa mempertimbangkan melakukan undervolt pada CPU. Cara ini dapat menurunkan suhu beberapa derajat, tetapi wajib dilakukan dengan panduan yang benar sesuai jenis prosesor.
Cooling pad atau vacuum cooler dapat membantu menjaga kestabilan suhu. Vacuum cooler biasanya lebih efektif karena langsung menarik udara panas keluar dari ventilasi.
3. Mengatur Kecepatan Kipas Secara Manual
Jika tidak memakai pendingin eksternal, kamu dapat menggunakan aplikasi seperti SpeedFan atau NotebookFanControl untuk meningkatkan kecepatan kipas sehingga pembuangan panas lebih optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timesofindia.indiatimes.com