Ilustrasi persentase baterai di smartphone (photo/INDOZONE/Ferry)
INDOZONE.ID - Ngomongin soal baterai HP tuh kayak nggak ada habisnya. Setiap orang pasti punya “tips” versi mereka sendiri, mulai dari jangan ngecas semalaman sampai harus matiin HP biar baterai awet.
Tapi bener nggak sih semua itu? Nah, biar nggak salah kaprah, yuk kita bedah satu-satu mitos populer soal baterai.
Sebenarnya masih ada cadangan energi di dalam baterai meski indikator udah 100%. Tapi kalau dipaksa keluarin semua, struktur kimia di dalamnya bisa rusak. Makanya pabrikan kasih batas biar baterai tetap panjang umur.
Secara teori, iya. HP kerja lebih ringan karena nggak nyari sinyal. Tapi bedanya tipis banget, sekitar 4 menit lebih cepat. Jadi kalau buru-buru, ya nggak terlalu terasa bedanya.
Baca juga: Apakah iPhone 12 Masih Bisa Jadi Pilihan Tepat di Era iPhone 17? Ini Penjelasannya
Benar. Apalagi pas kamu lagi di tempat sinyal lemah, HP jadi kerja ekstra keras buat cari jaringan. Solusi gampang: pakai Wi-Fi stabil kalau ada, plus atur brightness biar nggak terlalu terang.
Banyak charger abal-abal nggak punya sistem pengaman arus sebaik charger asli. Kalau arusnya kebablasan, bisa bikin baterai aus lebih cepat. Jadi, mending tetap pakai charger resmi atau yang jelas kualitasnya.
Baca juga: Galaxy Buds3 FE Resmi Rilis: Punya Desain Stylish, Dilengkapi Gemini AI
Salah. Malah ngecas lewat laptop lebih pelan, dan itu justru lebih aman buat baterai karena nggak bikin ion di dalamnya “stress”.
Itu cuma berlaku buat baterai zaman dulu. Baterai lithium-ion modern nggak butuh “istirahat” kayak gitu. Jadi matiin HP ya kalau kamu yang butuh istirahat, bukan baterainya.
Baca juga: Xiaomi 17 Pro Muncul di Geekbench, Ponsel Flagship dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Salah besar. Justru baterai lebih suka dingin daripada panas. Panaslah yang bikin baterai gampang soak.
Jadi jangan tinggalin HP di mobil kepanasan atau kena sinar matahari langsung.
HP modern punya sistem cut-off yang otomatis berhenti ngecas ketika penuh. Masalahnya, kalau baterai kelamaan di 100%, itu tetap bikin umur baterai lebih pendek. Jadi, nggak bahaya langsung, tapi jangka panjang kurang bagus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wired.com