INDOZONE.ID - YouTube membuat kebijakan baru dengan melarang judi ilegal di platform-nya.
Mulai 19 Maret, platform streaming tersebut akan melarang konten yang mengarahkan pengguna ke situs atau aplikasi judi. Ini termasuk tautan URL, embed link, logo atau referensi lisan.
Konten Judi Legal Masih Boleh, Asal....
Meski melarang konten berbau judi, nyatanya YouTube masih memperbolehkan judi legal. Konten judi yang diizinkan hanya boleh mempromosikan layanan yang memenuhi persyaratan hukum lokal.
Selain itu, telah disertifikasi oleh Google Ads atau di-review oleh YouTube. Namun, meski sudah memenuhi semua syarat itu, YouTube masih bisa menghapus konten jika menjanjikan keuntungan pasti. Karena itu bukan lagi judi, melainkan "bagi-bagi uang gratis."
Baca Juga: YouTube akan Kembali Hadirkan YouTube Premium Lite!
Pengecualian untuk Taruhan Olahraga Online
Meski YouTube akan membatasi akses konten judi untuk pengguna di bawah 18 tahun, ada pengecualian besar untuk taruhan olahraga online.
Selain itu, penggambaran judi secara langsung (seperti di film atau acara TV) juga tidak akan diblokir. Ini berarti adegan judi di film Hollywood atau video musik masih bisa tetap tayang.
Latar Belakang Perubahan Kebijakan
Perubahan ini muncul seiring maraknya konten judi sejak Mahkamah Agung AS mengizinkan legalisasi judi di tingkat negara bagian pada 2018.
Konten judi kini mudah ditemui, mulai dari iklan selebritas hingga video YouTube yang menjanjikan "tidak akan kalah" jika menggunakan layanan tertentu.
Baca Juga: Cara Download Video di YouTube: Nikmati Tontonan Favoritmu Tanpa Gangguan
YouTube bukan platform pertama yang membatasi konten judi. Twitch, platform streaming milik Amazon, juga melakukan hal serupa pada 2022.
Setelah memperluas larangannya, Twitch melaporkan penurunan 75% pada tayangan terkait judi.
Dampak Positif dan Negatif
Di satu sisi, perusahaan judi dan organisasi gaming berargumen bahwa konten judi legal dapat mengalihkan penjudi ilegal ke area yang lebih teratur.
Namun, Keith Whyte, Direktur Eksekutif National Council on Problem Gambling (NCPG), menyebut risiko perjudian berbahaya telah meningkat sekitar 30% sejak legalisasi judi di 38 negara bagian AS.
Whyte juga mengkritik kurangnya dana publik untuk pencegahan dan pengobatan masalah judi.
"Di Washington, DC, semua dana publik untuk masalah judi dihapus," ujarnya.
Apa Artinya bagi Pengguna YouTube?
Perubahan ini mungkin tidak akan menghentikan gelombang konten judi yang semakin terlihat dalam budaya modern, termasuk taruhan pada esports.
Namun, setidaknya YouTube berusaha mengurangi paparan konten judi ilegal dan melindungi pengguna muda dari potensi bahaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Engadget.com