INDOZONE.ID - Mengatur jarak WiFi bukan berarti menaikkan daya pancar melalui satu tombol di pengaturan router.
Cara yang lebih efektif adalah mengoptimalkan penempatan router, memilih konfigurasi jaringan yang tepat, hingga menggunakan perangkat tambahan seperti WiFi Extender atau Repeater jika diperlukan.
Dengan langkah tersebut, sinyal WiFi dapat menjangkau lebih banyak area dan koneksi tetap stabil meski digunakan di rumah berlantai dua.
Kenapa Jangkauan WiFi Perlu Dioptimalkan?
Koneksi internet yang cepat tidak selalu menjamin pengalaman menggunakan WiFi tetap nyaman. Pada rumah bertingkat atau memiliki banyak sekat, sinyal sering melemah ketika perangkat berada jauh dari router.
Akibatnya, aktivitas seperti rapat online, streaming, maupun bermain game menjadi kurang lancar. Masalah ini juga cukup umum terjadi.
Berdasarkan survei Akamai Technologies pada 2023, sebanyak 78 persen pengguna internet di Indonesia mengaku mengalami gangguan akibat sinyal WiFi yang lemah di beberapa area rumah.
Baca juga: Daftar Password WiFi yang Sering Digunakan: Cek dan Ganti Sekarang!
Karena itu, mengoptimalkan jangkauan WiFi menjadi salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kualitas koneksi tanpa harus langsung mengganti paket internet.
1. Tempatkan Router di Lokasi yang Tepat
Langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah memeriksa posisi router. Penempatan perangkat memiliki pengaruh besar terhadap penyebaran sinyal ke seluruh ruangan.
Untuk rumah berlantai dua, router sebaiknya diletakkan di lantai pertama pada area yang berada di tengah rumah.
Posisi tersebut membantu sinyal menyebar lebih merata dibandingkan jika router ditempatkan di sudut ruangan.
Selain itu, hindari meletakkan router di dekat benda berbahan logam atau peralatan elektronik lain karena dapat mengganggu pancaran sinyal.
Jika router menggunakan antena eksternal, arahkan antena secara vertikal agar cakupan sinyal menjadi lebih optimal.
Menurut Dr. Adi Suryaputra dari Institut Teknologi Bandung, penempatan router yang tepat bahkan dapat meningkatkan jangkauan WiFi hingga 30 persen tanpa memerlukan biaya tambahan.
2. Gunakan WiFi Extender atau Repeater
Apabila masih terdapat area yang sulit dijangkau sinyal, menambahkan WiFi extender atau repeater bisa menjadi solusi berikutnya.
Perangkat ini bekerja dengan menerima sinyal dari router utama, kemudian memancarkannya kembali ke area yang sebelumnya memiliki koneksi lemah.
Cara ini cukup efektif untuk memperluas cakupan jaringan tanpa perlu mengganti router yang sudah digunakan. Agar hasilnya maksimal, pilih extender yang kompatibel dengan router.
Setelah itu, tempatkan perangkat pada lokasi yang masih menerima sinyal WiFi dengan baik, lalu lakukan proses konfigurasi sesuai petunjuk dari produsen.
Bagi pelanggan MyRepublic, tersedia WiFi extender yang telah dioptimalkan untuk jaringan mereka.
Berdasarkan data perusahaan, penggunaan extender mampu meningkatkan jangkauan WiFi hingga 50% pada kondisi yang sesuai.
Baca juga: Cara Setting Router TP-Link Lengkap: Pemula Pun Bisa WiFi-an!
3. Manfaatkan Router Dual-Band atau Tri-Band
Jika router yang digunakan masih mendukung satu frekuensi saja, mempertimbangkan perangkat dual-band atau tri-band dapat menjadi investasi jangka panjang.
Router dual-band menyediakan dua pilihan frekuensi, yaitu 2,4 GHz dan 5 GHz. Frekuensi 2,4 GHz menawarkan jangkauan yang lebih luas sehingga cocok digunakan ketika perangkat berada cukup jauh dari router.
Sebaliknya, frekuensi 5 GHz memberikan kecepatan lebih tinggi untuk perangkat yang berada lebih dekat.
Sementara itu, router tri-band menawarkan kapasitas bandwidth yang lebih besar sehingga lebih sesuai digunakan pada rumah dengan banyak perangkat yang terhubung secara bersamaan.
Penelitian Cisco Systems menunjukkan bahwa router dual-band mampu meningkatkan throughput jaringan hingga 60 persen dibandingkan router single-band.
4. Optimalkan Pengaturan Router
Selain mengubah posisi router, beberapa pengaturan bawaan juga dapat dioptimalkan agar kualitas sinyal menjadi lebih baik.
Langkah pertama adalah masuk ke panel administrasi router melalui alamat IP yang tersedia, seperti 192.168.0.1 atau 192.168.1.1 pada beberapa perangkat.
Setelah berhasil masuk, pilih kanal WiFi yang tidak terlalu padat agar gangguan dari jaringan lain dapat dikurangi.
Jika router mendukung fitur beamforming, aktifkan fitur tersebut supaya sinyal lebih terarah menuju perangkat yang sedang digunakan.
Jangan lupa memperbarui firmware router secara berkala karena pembaruan biasanya membawa peningkatan stabilitas sekaligus perbaikan performa jaringan.
Menurut TP-Link, pengaturan router yang dioptimalkan dapat meningkatkan jangkauan WiFi hingga sekitar 20%.
5. Pertimbangkan Sistem Mesh WiFi
Untuk rumah yang cukup besar atau memiliki dua lantai dengan banyak ruangan, sistem Mesh WiFi dapat menjadi solusi yang lebih menyeluruh.
Berbeda dengan extender yang hanya memperkuat sinyal dari router utama, Mesh WiFi membangun jaringan menggunakan beberapa node yang saling terhubung.
Baca juga: Cara Memulai Usaha WiFi yang Legal, Bisnis Rumahan Modal Cepat Balik
Hasilnya, perangkat dapat berpindah dari satu area ke area lain tanpa harus kehilangan koneksi.
Keunggulan lainnya adalah cakupan yang lebih merata di seluruh rumah. Jika suatu saat diperlukan jangkauan tambahan, pengguna cukup menambahkan node baru tanpa perlu mengubah keseluruhan jaringan.
Berdasarkan studi ABI Research, sistem Mesh WiFi mampu menghilangkan hingga 95 persen area dengan sinyal lemah di dalam rumah.
Bisakah Android Digunakan untuk Memperluas Jangkauan WiFi?
Selain menggunakan perangkat khusus, ponsel Android juga dapat dimanfaatkan sebagai repeater melalui aplikasi tertentu.
Caranya dimulai dengan menghubungkan Android ke jaringan WiFi utama, kemudian memasang aplikasi repeater seperti NetShare atau WiFi Repeater dari Play Store.
Setelah itu, aktifkan fitur hotspot dan lakukan konfigurasi sesuai petunjuk aplikasi. Meski cukup membantu dalam kondisi tertentu, metode ini memiliki keterbatasan.
Performa yang dihasilkan umumnya tidak sebaik perangkat extender khusus dan penggunaan dalam waktu lama dapat menguras baterai ponsel lebih cepat.
Cara Memilih WiFi Extender yang Tepat
Memilih extender tidak boleh dilakukan sembarangan karena setiap rumah memiliki kebutuhan yang berbeda.
Pertama, pastikan extender mendukung standar WiFi yang sama dengan router, seperti WiFi 5 (802.11ac) atau WiFi 6 (802.11ax). Kompatibilitas ini penting agar performa jaringan tetap optimal.
Selanjutnya, sesuaikan kemampuan extender dengan kecepatan internet yang digunakan. Pilih perangkat yang mampu mendukung kecepatan sesuai atau lebih tinggi dari paket internet agar tidak menjadi hambatan.
Luas rumah juga perlu menjadi pertimbangan. Semakin besar area yang ingin dijangkau, semakin besar pula cakupan extender yang dibutuhkan.
Untuk rumah dengan banyak perangkat, model dual-band atau tri-band biasanya memberikan hasil yang lebih baik karena mampu mengurangi interferensi.
Baca juga: Cara Setting WiFi Repeater Lewat HP, Trik Jitu Sinyal Kuat Tanpa Teknisi
Fitur tambahan seperti WPS memudahkan proses pemasangan, sedangkan aplikasi pendamping membantu pengaturan jaringan melalui ponsel.
Sebelum membeli, periksa pula kompatibilitas dengan perangkat yang digunakan, baik Windows, macOS, Android, maupun iOS.
Dari sisi desain, tersedia model plug-in yang langsung dipasang ke stopkontak maupun model desktop. Pilihan tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi ruangan agar pemasangan lebih praktis.
Jangan lupa membaca ulasan pengguna, memperhatikan garansi, serta memastikan tersedia layanan dukungan teknis dari produsen.
Faktor-faktor tersebut akan membantu jika suatu saat diperlukan bantuan saat proses instalasi atau penggunaan.
Beberapa extender yang direkomendasikan untuk 2024 antara lain TP-Link RE650 dan Netgear EX7300 untuk rumah kecil hingga menengah.
Sementara itu, rumah yang lebih besar dapat mempertimbangkan Netgear Nighthawk X6S EX8000 atau ASUS RP-AX56.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Myrepublic.co.id