Sabtu, 07 MARET 2026 • 15:25 WIB

Tingkat Kebisingan Lapangan Padel 80 db: Atasi Pakai Peredam Suara Studio Musik!

Author

Ilustrasi Ide Bio Instagram Pecinta Padel Dalam Bahasa Inggris. (Foto: Instagram @HelloDavidPradoPerucha)

INDOZONE.ID - Olahraga padel kini semakin populer, termasuk di kawasan perkotaan. Di balik tren tersebut, muncul persoalan baru yang sering dikeluhkan warga sekitar, yakni kebisingan dari aktivitas permainan di lapangan padel.

Suara benturan bola, pantulan ke dinding kaca, hingga teriakan pemain sering kali terdengar cukup keras, terutama jika lapangan berada di dekat permukiman warga.

Untuk mengatasi masalah tersebut, tim Alpha Sound Consulting menawarkan solusi kebisingan lapangan padel dengan menggunakan teknologi peredam suara yang biasa dipakai di studio musik.

Pandit dan Ramses dari Alpha Sound Consulting menjelaskan bahwa teknik peredaman suara yang digunakan di studio rekaman sebenarnya dapat diterapkan pada lapangan padel.

Baca juga: 17 Ide Nama Saluran WhatsApp Pecinta Padel Dalam Bahasa Inggris yang Keren dan Bikin Komunitasmu Solid

Tingkat Kebisingan Lapangan Padel Bisa Mencapai 80 dB

Pandit (Kanan) dan Ramses (Kiri) dari Alpha Sound Consulting. (Indozone/Sagita)

Ramses menjelaskan skema perihal suara pemain bisa menyebar dari area lapangan padel. Menurutnya, suara pada dasarnya merambat melalui udara.

Ketika sebuah ruang memiliki area yang terbuka, suara akan lebih mudah menyebar dan terdengar hingga ke lingkungan sekitar.

“Suara itu merambat melalui udara. Jadi kalau ruangannya terbuka, suara yang dihasilkan juga akan lebih cepat menyebar,” jelas Ramses saat sesi wawancara, Jumat (06/03/2026).

Kondisi ini turut terjadi pada lapangan padel yang umumnya memiliki struktur terbuka dan tinggi. Akibatnya, suara dari aktivitas permainan dapat keluar dari arena dan terdengar hingga ke area luar lapangan.

Baca juga: Padel Melejit, Xiaomi Sokong Lewat Ekosistem Teknologi Urban

Menurut Pandit, suara yang dihasilkan dari aktivitas olahraga padel sebenarnya masih berada dalam rentang yang cukup umum, tetapi dapat terasa lebih keras karena efek pantulan suara di dalam lapangan.

Ia menjelaskan bahwa standar kebisingan di kawasan permukiman biasanya berada di kisaran 50 hingga 60 desibel (dB). Sementara, suara di dalam area lapangan padel dapat berkisaran 60 hingga 70 dB.

Bahkan, dalam beberapa kondisi, suara yang terdengar di dalam arena dapat mencapai sekitar 80 dB karena efek gema.

“Area kebisingan di kawasan pemukiman itu biasanya di 50 sampai 60 dB. Di lapangan padel jatuhnya sekitar 60 sampai 70 dB. Jalanan depan ini saja bisa 70 sampai 85 dB. Bahkan kalau kita ngobrol di dalam lapangan bisa sampai 80 dB karena bergema,” jelas Pandit.

Karena itu, tim Alpha Sound Consulting mencoba menurunkan tingkat kebisingan tersebut.

“Kita mencoba menurunkan dari sekitar 80 dB itu menjadi sekitar 60 dB dengan sistem peredam suara,” tambahnya.

Dinding Kaca Membuat Suara Memantul

Selain faktor ruang terbuka, struktur lapangan padel pun memengaruhi munculnya kebisingan. Lapangan padel biasanya menggunakan dinding kaca setinggi sekitar tiga meter.

Baca juga: Jangan Panik! Ini 5 Cara Melacak Laptop Hilang atau Dicuri (Windows & MacBook)

Awalnya, penggunaan kaca bertujuan agar pertandingan bisa terlihat oleh penonton. Namun kaca memiliki sifat memantulkan suara.

Karena tidak dapat menembus kaca, suara dari benturan bola dan aktivitas pemain akan memantul dan bergerak ke arah atas. Pantulan ini kemudian keluar dari area lapangan sehingga memicu kebisingan lapangan padel di lingkungan sekitar.

“Suara yang memantul dari kaca itu larinya ke atas. Nah suara yang naik ke atas inilah yang harus kita tangkap dan serap,” kata Pandit.

Baca juga: 17 Ide Bio Instagram Pecinta Padel dalam Bahasa Inggris yang Simpel tapi Keren

Peredam Suara Studio Musik Jadi Solusi

Untuk mengatasi kebisingan tersebut, Alpha Sound Consulting menggunakan peredam suara yang biasa dipakai di studio musik.

Pandit dan Ramses menjelaskan bahwa timnya memiliki pengalaman dalam merancang sistem akustik untuk berbagai studio rekaman. Dalam beberapa kasus, studio musik bahkan berada di area perumahan sehingga membutuhkan sistem peredam yang efektif.

“Studio musik juga sering berada di area permukiman. Ketika rekaman atau latihan tentu menghasilkan suara keras, jadi harus menggunakan peredam suara,” ujar Pandit.

Pengalaman tersebut kemudian diterapkan untuk memberikan solusi kebisingan lapangan padel agar aktivitas olahraga tetap bisa berjalan tanpa mengganggu warga sekitar.

Menggunakan Material Glass Wool dan Rock Wool

Dalam penerapannya, sistem peredam menggunakan beberapa material yang umum dipakai dalam desain akustik, seperti glass wool dan rock wool.

Menurut Ramses, material tersebut tidak hanya digunakan di studio musik, tetapi banyak dipasang di hotel dan gedung untuk membuat ruangan lebih kedap suara.

Baca juga: Samsung Galaxy Buds Core Dibanderol Rp700 Ribuan, Desain Bulat Ada Fitur Peredam Kebisingan

“Kalau kita masuk ke kamar hotel yang bagus biasanya terasa lebih kedap. Itu karena menggunakan peredam juga,” jelasnya.

Glass wool biasanya dipasang pada area atap karena mampu menyerap suara yang naik ke atas. Material ini cukup tebal dan terdiri dari beberapa lapisan yang berfungsi untuk menangkap energi suara.

Sementara itu, rock wool digunakan pada bagian dinding, terutama di area yang menjadi titik pantulan suara.

Dengan metode ini, kebisingan lapangan padel dapat dikendalikan tanpa harus mengubah struktur utama lapangan.

Teknologi peredam yang selama ini digunakan di studio musik pun dapat menjadi solusi efektif untuk menjaga kenyamanan lingkungan sekitar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU