Kamis, 30 OKTOBER 2025 • 18:00 WIB

Studi Sebut Main Brain Training Bisa Bikin Otak Awet Muda, Kok Bisa?

Author

Main Brain Training Bisa Bikin Otak Awet Muda(Sumber:X/Eurogamer)

INDOZONE.ID - Sebuah penelitian baru membuktikan bahwa game pelatihan otak seperti karya Dr. Kawashima dan Nintendo benar-benar punya manfaat nyata dalam menjaga fungsi otak tetap tajam dan muda.

Bahkan, hasil riset tersebut menyebutkan bahwa efek penuaan otak hingga satu dekade bisa diimbangi hanya dengan rutin melakukan latihan mental setiap hari.

Baca juga: Temuan Studi Terbaru, Manfaat Kesehatan Mental dari Bermain Game PowerWash Simulator

Penelitian Ungkap Manfaat Nyata Game Latihan Otak

Dalam penelitian yang dilakukan terhadap 95 orang berusia di atas 65 tahun selama 10 minggu, peserta diminta untuk melakukan latihan otak selama 30 menit per hari.

Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kadar asetilkolin hingga 2,3% — sebuah neurotransmitter penting yang berperan dalam fungsi memori, pembelajaran, dan konsentrasi.

Untuk konteksnya, kadar asetilkolin biasanya menurun sekitar 2,5% setiap 10 tahun karena proses penuaan.

Artinya, dengan hanya bermain game otak selama beberapa minggu, penurunan alami tersebut bisa dikompensasi.

Secara sederhana, kamu bisa membuat otak “lebih muda” hingga 10 tahun hanya dengan melatihnya secara konsisten.

Tapi, Tidak Semua Game Memberi Efek Sama

Peneliti menekankan bahwa tidak semua game bisa memberi efek yang sama.

Game kasual seperti Candy Crush atau Solitaire tidak menunjukkan peningkatan berarti pada kadar asetilkolin peserta.

Efek positif hanya muncul ketika peserta memainkan game yang memang dirancang untuk melatih fungsi kognitif tertentu, seperti Dr. Kawashima’s Brain Training dari Nintendo.

Game tersebut mengasah kemampuan otak melalui latihan matematika, ingatan, dan logika yang bervariasi setiap hari.

Dengan kata lain, jika kamu ingin otak tetap tajam, pilih game yang memang menantang pikiranmu — bukan hanya sekadar mengisi waktu.

Dr. Kawashima: Otak Sehat Lewat Permainan

Dr. Ryuta Kawashima, ahli saraf asal Jepang yang bekerja sama dengan Nintendo dalam pengembangan Brain Training, memang dikenal karena fokus penelitiannya pada fungsi otak dan pencegahan demensia.

Visinya sederhana namun kuat: menghadirkan cara menyenangkan untuk menjaga kesehatan otak lewat permainan interaktif.

Game Brain Training pertama kali rilis pada tahun 2006, menampilkan berbagai mini-game seperti perhitungan cepat, tes memori, dan latihan fokus.

Setiap sesi permainan memberikan kamu skor yang menggambarkan “usia otak” berdasarkan performa kamu hari itu — semakin baik nilainya, semakin “muda” otakmu.

Game ini mendapat rating tinggi 9/10 dalam ulasan awalnya dan kemudian berkembang menjadi seri populer dengan beberapa sekuel, termasuk versi terbaru di Nintendo Switch pada tahun 2020.

Baca juga: Hasil Studi Terbaru: Sensor Smartphone Bisa Deteksi Keracunan Ganja dengan Akurasi 90%

Otak Seperti Otot Harus Dilatih

Hasil penelitian ini semakin memperkuat gagasan bahwa otak manusia bekerja layaknya otot: semakin sering digunakan dan dilatih, semakin kuat dan responsif fungsinya.

Melatih otak dengan permainan logika dan strategi tidak hanya menyenangkan, tetapi juga dapat membantu menunda efek penurunan kognitif akibat penuaan.

Dengan kata lain, memainkan Brain Training selama 30 menit sehari bukan hanya nostalgia masa kecil, tapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan otakmu.

Bermain Game Bisa Jadi Terapi Otak

Penelitian ini menjadi bukti nyata bahwa game edukatif punya potensi besar dalam menjaga fungsi otak tetap optimal, terutama bagi kamu yang sudah memasuki usia lanjut.

Namun, kuncinya ada pada kualitas permainan dan konsistensi latihan.

Jadi, jika kamu ingin menjaga fokus, memperkuat daya ingat, dan menunda efek penuaan kognitif — mungkin sudah saatnya menghidupkan kembali Nintendo DS atau Switch-mu dan mulai lagi sesi Brain Training!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU