INDOZONE.ID - Tak sedikit orang tergoda membeli charger murah yang beredar di pasaran. Sekilas, bentuknya memang mirip dengan charger original, lengkap dengan logo merek serta kemasan yang tampak meyakinkan.
Bahaya charger non-original untuk HP tidak bisa dianggap remeh. Agar tak salah pilih, kenali beberapa cara membedakan charger asli dan palsu berikut ini.
5 Bahaya Charger Non Original untuk HP
1. Harga Sangat Murah
Salah satu ciri paling mencolok dari charger imitasi yang merusak ponsel adalah harganya yang kelewat murah. Di pasaran, charger seperti ini bisa kamu temui dengan harga mulai dari Rp10.000 hingga Rp30.000. Sementara itu, charger resmi biasanya dijual di atas Rp150.000.
Harga yang sangat miring ini sebanding dengan kualitasnya. Charger KW umumnya menggunakan bahan murahan yang tidak tahan lama, serta berpotensi menyebabkan arus listrik tidak stabil.
Dalam jangka panjang, efek charger palsu pada baterai HP bisa sangat merugikan, mulai dari baterai cepat panas, pengisian daya tidak maksimal, hingga risiko korsleting.
Baca juga: 5 Tips Aman Charge HP dan Laptop Agar Awet, Apa Saja?
2. Pengisian Daya Tidak Stabil dan Terlalu Lambat
Ciri charger palsu yang merusak baterai HP berikutnya adalah arus pengisian daya yang tidak stabil. Charger resmi dilengkapi fitur pengatur arus otomatis, sedangkan charger palsu tidak memiliki fitur tersebut.
Kadang pengisian terasa cepat, tetapi di lain waktu sangat lambat atau bahkan tiba-tiba berhenti. Jika terus digunakan, kondisi ini akan merusak sel baterai secara perlahan.
Daya baterai jadi cepat habis meski indikator menunjukkan penuh, dan efek charger palsu pada baterai HP akan semakin terasa seiring waktu.
3. Tidak Memiliki Sertifikasi Keamanan
Bahaya charger non-original untuk HP juga terlihat dari tidak adanya sertifikasi keamanan. Charger asli biasanya mencantumkan sertifikat CE, FCC, atau RoHS, yang menandakan produk tersebut sudah lolos uji keselamatan.
Sebaliknya, charger palsu jarang sekali menyertakan sertifikasi atau malah menggunakan logo palsu pada kemasannya. Tanpa jaminan keamanan ini, risiko charger mengalami panas berlebih, korsleting, hingga kebakaran sangat besar. Inilah salah satu cara membedakan charger asli dan palsu yang paling mudah dikenali.
Baca juga: Amankah Mengisi Daya HP Semalaman? Ini 5 Faktanya
4. Terasa Ringan dan Material Terasa Murahan
Perbedaan lain yang bisa kamu rasakan adalah dari bobotnya. Ciri charger palsu yang merusak baterai HP ini sering kali luput dari perhatian. Charger palsu umumnya terasa lebih ringan karena menggunakan bahan plastik tipis dan minim komponen pelindung di dalamnya.
Casing-nya mudah retak, kasar saat disentuh, dan terlihat kurang rapi. Bobot yang terlalu ringan ini menandakan komponen penting di dalamnya tidak lengkap. Akibatnya, charger tidak mampu mengendalikan lonjakan arus listrik yang bisa merusak baterai maupun komponen HP lainnya.
5. Cepat Panas Saat Dicas
Bahaya charger non-original untuk HP lainnya adalah mudah panas saat digunakan. Biasanya, charger palsu cepat sekali terasa panas, bahkan hanya dalam waktu 10 hingga 15 menit. Hal ini disebabkan komponen di dalamnya yang buruk dan tidak adanya sistem pendinginan.
Suhu panas ini tidak hanya berbahaya bagi charger, tetapi juga bisa merusak port HP serta mempercepat kerusakan baterai. Jika charger yang kamu gunakan cepat panas, sebaiknya segera hentikan pemakaiannya sebelum efek charger palsu pada baterai HP semakin parah.
Menggunakan charger palsu memang tampak menguntungkan karena harganya murah. Namun, charger imitasi merusak ponsel secara perlahan dengan berbagai cara. Mulai dari pengisian daya tidak stabil, baterai cepat rusak, hingga risiko korsleting dan kebakaran.
Daripada mengambil risiko, lebih baik investasikan sedikit uang untuk membeli charger resmi yang sudah terjamin keamanannya. Kesehatan baterai HP sangat bergantung pada charger yang kamu gunakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Augustman.com