INDOZONE.ID - Seri Xiaomi 18 diperkirakan akan menjadi lini flagship Xiaomi yang paling beragam dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data model, kode internal, dan sertifikasi yang ditemukan di Mi Code, Xiaomi disebut sedang menyiapkan empat model sekaligus, yaitu Xiaomi 18, Xiaomi 18 Pro, Xiaomi 18 Pro Max, dan Xiaomi 18 Fold.
Masing-masing membawa peningkatan pada sektor kamera, baterai, chipset, hingga integrasi AI yang lebih luas.
Seluruh perangkat tersebut juga diperkirakan menjalankan HyperOS 4 berbasis Android 17 sejak pertama kali dipasarkan.
Jika mengacu pada jadwal pengembangan saat ini, peluncurannya diperkirakan berlangsung sekitar September, meski Xiaomi belum mengumumkan tanggal resmi.
Xiaomi Menyiapkan Empat Model Flagship dengan Karakter Berbeda
Tidak seperti generasi sebelumnya, Xiaomi tampaknya ingin menghadirkan pilihan yang lebih lengkap bagi pengguna flagship.
Keempat model memiliki peran yang berbeda, mulai dari model reguler, versi Pro, model premium Pro Max, hingga perangkat lipat Xiaomi 18 Fold.
Informasi tersebut berasal dari nomor model dan data regional yang ditemukan di Mi Code. Selain membawa spesifikasi berbeda, setiap perangkat juga memiliki nama kode internal tersendiri.
Baca juga: Cuma Rp300 Ribuan, Xiaomi Rilis Power Bank 20000mAh Tanpa Ribet Bawa Kabel
Xiaomi 18 menggunakan codename Madrid dengan identifier Q2, Xiaomi 18 Pro memakai codename Venice dengan identifier Q1, Xiaomi 18 Fold memiliki codename Lhasa dengan identifier Q18, sedangkan model tertinggi menggunakan codename HongKong dengan identifier Q5.
Strategi ini menunjukkan Xiaomi tidak lagi hanya membedakan produknya melalui ukuran layar atau kapasitas penyimpanan, tetapi juga melalui pengalaman penggunaan yang lebih spesifik pada setiap model.
Xiaomi 18 Menawarkan Baterai Besar dengan Dua Kamera Belakang
Sebagai model reguler, Xiaomi 18 tetap membawa spesifikasi yang tergolong premium. Ponsel ini diperkirakan menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 6 yang dipadukan dengan baterai sekitar 7.200mAh.
Untuk pengisian daya, Xiaomi disebut menyediakan fast charging kabel 100W dan wireless charging 50W.
Kombinasi tersebut menjadi salah satu peningkatan terbesar dibanding generasi sebelumnya karena kapasitas baterainya jauh lebih besar.
Di sektor fotografi, Xiaomi 18 dikabarkan hanya menggunakan dua kamera belakang. Kamera utamanya memiliki resolusi 200MP, sedangkan kamera kedua berupa ultrawide.
Hingga kini Xiaomi belum mengungkap resolusi sensor ultrawide tersebut.
Mi Code juga menunjukkan Xiaomi 18 akan dipasarkan cukup luas, meliputi China, India, Indonesia, Jepang, Taiwan, Turki, Rusia, kawasan Eropa (EEA), dan pasar global lainnya.
Xiaomi 18 Pro Kembali Hadir untuk Pasar Global
Salah satu perubahan menarik adalah kembalinya varian Pro ke pasar global setelah sekitar tiga tahun.
Berdasarkan data Mi Code, Xiaomi 18 Pro diperkirakan tersedia di China, Indonesia, Jepang, Taiwan, Rusia, Turki, kawasan EEA, dan pasar global. Namun, India belum tercantum dalam daftar wilayah pemasarannya.
Model ini diyakini memakai Snapdragon 8 Elite Gen 6 atau kemungkinan versi Pro dari chipset tersebut.
Peningkatan terbesar terlihat pada sistem kameranya. Xiaomi 18 Pro diperkirakan membawa sensor utama SmartSens 200MP berukuran 1/1,28 inci.
Sensor yang digunakan kemungkinan adalah SmartSens SCC80XS atau SmartSens SCC90XS, meski pilihan akhirnya belum dipastikan.
Konfigurasi kameranya terdiri atas:
- Kamera utama 200MP SmartSens.
- Kamera ultrawide 50MP.
- Kamera telefoto Samsung ISOCELL HP5 200MP.
Kamera telefoto tersebut dikabarkan mampu melakukan fokus dari jarak sekitar 15 sentimeter. Kemampuan ini membuat lensa telefoto tidak hanya berguna untuk mengambil gambar dari kejauhan, tetapi juga mendukung pemotretan close-up dengan detail tinggi.
Baca juga: Perilisan Xiaomi HyperOS 4 Diundur ke Agustus, Matangkan Android 17
Untuk mendukung performanya, Xiaomi menyematkan baterai sekitar 7.000mAh dengan pengisian cepat 100W melalui kabel dan 50W secara nirkabel.
Xiaomi 18 Pro Max Diposisikan Sebagai Flagship Tertinggi
Model paling premium dalam seri ini diperkirakan hadir dengan nama Xiaomi 18 Pro Max. Walaupun Xiaomi belum mengonfirmasi nama resminya, data internal menunjukkan perangkat berkode HongKong tersebut akan menjadi penerus posisi flagship tertinggi.
Ponsel ini disebut menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro yang menawarkan performa lebih tinggi dibanding model reguler.
Kemampuan kameranya juga menjadi yang paling lengkap. Xiaomi diperkirakan menggunakan sensor utama SmartSens SCC90XS 200MP yang mendukung teknologi LOFIC HDR 3.0. Sensor tersebut dipadukan dengan kamera telefoto 200MP serta kamera ultrawide 50MP.
Selain itu, Xiaomi 18 Pro Max juga dikabarkan memiliki bezel layar yang sangat tipis sehingga memberikan rasio layar terhadap bodi yang lebih luas.
Sektor daya menjadi keunggulan lainnya. Bocoran menyebut kapasitas baterainya mencapai sekitar 8.500mAh.
Jika benar, perangkat ini akan menjadi smartphone Xiaomi dengan baterai terbesar di lini Xiaomi 18. Pengisian dayanya tetap mendukung 100W melalui kabel dan 50W secara nirkabel.
Model ini diperkirakan dipasarkan di China, India, Indonesia, Jepang, Taiwan, Rusia, Turki, kawasan EEA, dan pasar global.
Xiaomi 18 Fold Mengusung Chip XRING O3 Buatan Xiaomi
Selain tiga smartphone konvensional, Xiaomi juga menyiapkan Xiaomi 18 Fold yang hanya ditujukan untuk pasar China.
Perangkat berkode Lhasa ini diperkirakan membawa layar lipat berukuran 7,6 inci dan menjadi salah satu produk pertama yang menggunakan chipset Xiaomi XRING O3, bukan Snapdragon.
Spesifikasi lainnya meliputi sensor sidik jari di sisi bodi, engsel lipat yang dikembangkan sendiri oleh Xiaomi, baterai sekitar 6.000mAh, pengisian cepat kabel 67W, wireless charging 50W, kamera utama 200MP, modul kamera horizontal, serta sertifikasi tahan air penuh.
Baca juga: Bawa HyperOS 4, Layar Belakang Xiaomi 18 Siap Jadi Lebih Cerdas
Berdasarkan laporan yang beredar, Xiaomi 18 Fold akan diposisikan pada kisaran harga di atas CNY10.000 atau sekitar US$1.480.
Hingga saat ini belum ditemukan indikasi bahwa, model lipat tersebut akan dipasarkan secara global.
Xiaomi Diperkirakan Menghapus Varian Ultra
Bocoran terbaru juga menunjukkan Xiaomi kemungkinan tidak menghadirkan Xiaomi 18 Ultra.
Keputusan tersebut diduga berkaitan dengan meningkatnya biaya produksi smartphone flagship. Harga komponen premium yang terus naik disebut dapat mendorong harga ponsel Ultra mendekati US$2.000.
Kondisi ini diyakini membuat sejumlah produsen mulai mempertimbangkan ulang keberadaan model Ultra.
Sebagai gantinya, Xiaomi disebut mengubah struktur lini produknya dengan menempatkan Xiaomi 18 Pro Max sebagai model tertinggi.
Indonesia Masuk Daftar Negara yang Akan Menerima Sebagian Besar Model
Data Mi Code menunjukkan Indonesia menjadi salah satu pasar utama seri Xiaomi 18.
Xiaomi 18 reguler, Xiaomi 18 Pro, dan Xiaomi 18 Pro Max sama-sama tercantum memiliki model untuk Indonesia.
Sebaliknya, Xiaomi 18 Fold hingga kini hanya muncul sebagai perangkat khusus China.
Sementara itu, India diperkirakan hanya memperoleh dua model, yaitu Xiaomi 18 dan Xiaomi 18 Pro Max.
Nama Xiaomi 18 Pro belum muncul dalam daftar model khusus India.
Integrasi AI Menjadi Salah Satu Fokus Utama
Selain peningkatan perangkat keras, Xiaomi juga memperluas penggunaan kecerdasan buatan pada seri Xiaomi 18.
Dokumen sertifikasi di China memperlihatkan dukungan terhadap berbagai model AI, baik milik Xiaomi maupun platform pihak ketiga.
Beberapa di antaranya meliputi Xiaomi Large Model, Xiaomi HyperVision Large Model, Xiaomi HyperPerception Large Model, Xiaomi MiMo Large Model, Zhipu AI, Wenxin Yiyan, Doubao, DeepSeek, Tongyi Qianwen, serta Hunyuan.
Daftar tersebut menunjukkan Xiaomi kemungkinan menggunakan model AI yang berbeda untuk setiap kebutuhan.
Pemrosesan gambar, pengenalan objek, suara, teks, hingga layanan berbasis cloud diperkirakan akan memanfaatkan model AI yang paling sesuai.
Baca juga: Xiaomi 17T Pro vs iPhone 17: Harga Lebih Murah tapi Menang Banyak?
Untuk pasar global, layanan AI kemungkinan berbeda karena sebagian platform tersebut dikembangkan khusus untuk pengguna di China.
Selain itu, muncul pula rumor mengenai tombol AI khusus pada beberapa model Xiaomi 18. Namun, hingga saat ini belum ada bukti yang memastikan fitur tersebut benar-benar akan hadir saat peluncuran.
HyperOS 4 Berbasis Android 17 Diperkirakan Hadir Sejak Hari Pertama
Seluruh anggota seri Xiaomi 18 diperkirakan langsung menjalankan HyperOS 4 berbasis Android 17, saat pertama kali dipasarkan.
Kombinasi sistem operasi terbaru, chipset generasi baru, kamera hingga 200MP, baterai berkapasitas besar, serta AI yang lebih terintegrasi menunjukkan Xiaomi tengah menyiapkan peningkatan signifikan pada lini flagship berikutnya.
Meski seluruh spesifikasi tersebut masih berasal dari data pengembangan dan sertifikasi internal, bocoran yang tersedia sudah memberikan gambaran cukup jelas mengenai arah pengembangan seri Xiaomi 18.
Jika tidak mengalami perubahan menjelang peluncuran, keluarga Xiaomi 18 berpotensi menjadi salah satu lini flagship Xiaomi dengan pilihan model paling lengkap.
Mulai dari pengguna yang menginginkan smartphone premium konvensional hingga perangkat lipat dengan teknologi terbaru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ximitime.com