INDOZONE.ID - CONCORD yang digadang-gadang sebagai game shooter live-service andalan Sony langsung mendapatkan sambutan dan respon sangat negatif dari gamer, hingga akhirnya gamenya berujung gagal di pasaran.
Kalau kita mencoba untuk mengesampingkan agenda tertentu yang sengaja dimasukkan oleh Firewalk Studios kedalam game ini, yang di mana gamer mengkritik adanya fitur pronouns yang tidak berguna dan desain karakter-karakter gamenya yang dinilai buruk.
Para gamer juga mengeluhkan CONCORD dari aspek gameplay yang dinilai kurang inovatif dan tidak memiliki identitas tersendiri yang membedakannya dari game hero shooter lainnya, hingga keluhan terkait gamenya yang berbayar.
Baca Juga: Penggemar Destiny 2 Sambut Baik Update Sistem Armor yang Akan Segera Hadir
Terlepas dari fakta bahwa kebanyakan game shooter lain bisa dimainkan secara free to play, seperti Apex Legends, Fortnite, The Finals, Valorant, X-Defiant dan lainnya.
Hingga pada akhirnya Sony dan Firewalk Studios memutuskan untuk menutup server CONCORD pada 6 September 2024, dan ditarik dari berbagai online dan offline store karena penjualan game yang tidak memenuhi ekspektasi dan jumlah pemain yang sangat minim.
Yang menjadikan CONCORD sebagai salah satu game live-service paling gagal dalam sejarah industri game sejauh ini, terutama untuk game live-service. Namun situasi gagalnya CONCORD tidak berhenti sampai di sini saja, karena situasinya mungkin lebih buruk dari yang dibayangkan.
Setidaknya itulah yang dilaporkan dari mantan karyawan IGN, Colin Moriarty melalui podcast Sacred Symbols, ia mengklaim bahwa Moriarty telah berbicara dengan salah satu karyawan yang terverifikasi telah berkontribusi dalam pengembangan game CONCORD, dan membeberkan informasi lebih detail terkait biaya pengembangan dan alasan kenapa gamenya gagal.
Baca Juga: Nintendo Incar Youtuber yang Memainkan Emulator Nintendo Switch
Moriarty mengungkapkan bahwa total biaya pengembangan game CONCORD mencapai 400 Juta USD atau sekitar 6 triliun rupiah dari awal hingga akhir tahap pengembangan gamenya.
Hal ini menjadikan CONCORD sebagai game termahal dalam sejarah PlayStation, jika dibandingkan dengan game Playstation lain seperti Spider-Man 2 dengan total budget sebesar 300 USD atau sekitar 4 triliun rupiah.
Moriarty mengklaim bahwa sebelum Sony mengakuisisi Firewalk Studios, mereka sudah menghabiskan dana 200 Juta USD atau sekitar 3 triliun rupiah pada awal tahun 2023 lalu.
Namun menurut Moriarty, CONCORD masih berada dalam kondisi yang sangat buruk pada kuartal pertama tahun 2023 lalu.
Setelah Sony mengakuisisi Firewalk Studios dan mengambil alih kendali penuh atas proyek game CONCORD, mereka diduga menghabiskan dana tambahan sebesar 200 Juta USD untuk mencapai status Minimal Viable Product (MVP), yang artinya adalah sebuah versi produk dengan fitur-fitur dasar yang dapat digunakan yang kemudian dapat dikembangkan lebih baik lagi di masa mendatang.
Moriarty juga mengungkapkan bahwa Sony mengklaim CONCORD sebagai game "masa depan PlayStation", dengan ambisi Sony yang cukup besar untuk CONCORD yang sangat berpotensi bisa sebesar franchise Star Wars.
Hal ini terlihat dari serial Amazon Prime bertajuk animasi antologi 15 episode yang berjudul "Secret Level", yang dimana tiap episode, serial tersebut akan menceritakan kisah yang berlatar di berbagai dunia game terpopuler.
Salah satu episodenya adalah dari game CONCORD itu sendiri, yang dimana cukup ironis karena gamenya tutup usia sebulan setelah serial Secret Level pertama kali diumumkan di acara Gamescom pada 20 Agustus 2024.
Selain biaya pengembangan gamenya yang sangat besar, Moriarty juga menjelaskan terkait proses pengembangan CONCORD yang menerapkan budaya "toxic positivity" di Firewalk Studios.
Yang di mana studio mengabaikan masukan atau kritik, yang artinya karyawan tidak diperbolehkan untuk mengatakan "hal negatif apa pun" tentang CONCORD, baik itu dari aspek desain karakter, gameplay, dan semacamnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Insider-gaming