Sabtu, 25 JULI 2026 • 19:50 WIB

GSC Game World Bantah Klaim Microsoft Bayar Lebih Mahal dari Biaya Pengembangan STALKER 2

Author

GSC Game World Bantah Klaim Microsoft Bayar Lebih Mahal dari Biaya Pengembangan STALKER 2

INDOZONE.ID - Pengembang S.T.A.L.K.E.R. 2: Heart of Chornobyl, GSC Game World, akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan pendiri studionya, Sergiy Grygorovych, mengenai kesepakatan eksklusivitas dengan Microsoft.

Sebelumnya, Grygorovych mengklaim bahwa Microsoft membayar dana yang nilainya lebih besar dari total biaya pengembangan game agar STALKER 2 menjadi game eksklusif sementara (timed exclusive) di Xbox dan tidak langsung hadir di PlayStation.

Namun, GSC Game World menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak mencerminkan fakta yang sebenarnya.

Baca juga: Bakar Semangat! Ini 30+ Deretan Voice Line Hero Mobile Legends yang Paling Memotivasi

GSC Game World: Informasi Tersebut Tidak Benar

Dalam pernyataan resminya kepada media, GSC Game World mengaku awalnya memilih untuk tidak menanggapi isu tersebut.

Namun, karena informasi itu terus menyebar, studio merasa perlu memberikan klarifikasi agar tidak dianggap membenarkan klaim tersebut.

Menurut GSC, Sergiy Grygorovych tidak terlibat dalam proses negosiasi dengan Microsoft maupun pengembangan STALKER 2 selama masa produksi sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

Karena itu, pihak studio menilai komentarnya tidak bisa dijadikan gambaran akurat mengenai proses bisnis maupun kerja sama yang berlangsung di balik pengembangan game.

Mayoritas Dana Pengembangan Berasal dari Max Krippa

Meski tidak secara langsung mengungkap nilai kerja sama dengan Microsoft, GSC Game World menjelaskan bahwa sebagian besar anggaran pengembangan STALKER 2 berasal dari pemilik studio saat ini, Max Krippa.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa biaya produksi game sepenuhnya ditanggung oleh Microsoft melalui kesepakatan eksklusivitas.

Studio juga menegaskan bahwa perjalanan pengembangan STALKER 2 merupakan salah satu proyek paling menantang dalam industri game modern sehingga informasi yang beredar seharusnya berdasarkan fakta, bukan asumsi atau opini pribadi.

Klaim Pendiri Studio Soal Kesepakatan Microsoft

Klaim Pendiri Studio Soal Kesepakatan Microsoft

Dalam wawancara sebelumnya, Sergiy Grygorovych menjelaskan bahwa Microsoft saat itu ingin memperkuat posisi Xbox dalam persaingan dengan PlayStation.

Ia mengklaim perusahaan tersebut memiliki dana yang cukup besar dan melihat potensi STALKER 2 setelah trailer perdananya mendapatkan respons positif dari komunitas.

Menurutnya, Microsoft bergerak sangat cepat hingga dokumen kerja sama berhasil disiapkan hanya dalam waktu sekitar satu minggu.

Selain itu, Grygorovych juga mengatakan pembayaran dari Microsoft sudah mampu menutup biaya pengembangan game bahkan sebelum hari peluncuran.

Namun hingga kini, GSC Game World tidak mengonfirmasi maupun membenarkan angka ataupun detail finansial yang disebutkan dalam wawancara tersebut.

Pengembangan STALKER 2 Penuh Tantangan

Perjalanan S.T.A.L.K.E.R. 2: Heart of Chornobyl memang jauh dari kata mudah. Proses pengembangannya terdampak besar oleh invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, yang memaksa tim melakukan relokasi sekaligus menghadapi berbagai kendala produksi.

Akibat situasi tersebut, game mengalami beberapa kali penundaan sebelum akhirnya dirilis pada akhir 2024.

Saat pertama kali meluncur, STALKER 2 juga mendapat kritik karena masih memiliki berbagai masalah teknis, mulai dari performa yang kurang stabil, bug, hingga kecerdasan buatan (AI) yang belum optimal.

Baca juga: Fitur Baru dan Chipset Samsung Z Flip8 Bikin Makin Kencang, Cek Detailnya!

Terus Mendapat Pembaruan Besar

Sejak peluncurannya, GSC Game World terus memberikan berbagai pembaruan besar untuk meningkatkan kualitas permainan.

Update yang dirilis menghadirkan peningkatan performa, penyempurnaan animasi, perbaikan AI musuh, balancing gameplay, hingga perbaikan ratusan bug yang sebelumnya dikeluhkan pemain.

Sementara itu, status timed exclusive Xbox resmi berakhir pada November 2025, membuka peluang game ini hadir di platform lain.

Kontroversi mengenai kesepakatan eksklusivitas S.T.A.L.K.E.R. 2: Heart of Chornobyl dengan Microsoft masih menjadi perbincangan di kalangan komunitas.

Meski pendiri studio menyebut Microsoft membayar lebih besar dari biaya pengembangan game, GSC Game World menegaskan bahwa klaim tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Studio juga menekankan bahwa sebagian besar pendanaan pengembangan berasal dari Max Krippa, bukan semata-mata dari kerja sama dengan Microsoft.

Hingga saat ini, tidak ada informasi resmi mengenai nilai kontrak eksklusivitas yang pernah disepakati kedua belah pihak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU