Senin, 27 JULI 2026 • 05:30 WIB

Penjualan Game Fisik PlayStation Terus Menurun, Hanya 7 Judul Tembus 100 Ribu Kopi di AS

Author

Penjualan Game Fisik PlayStation Terus Menurun. (eurogamer.net)

INDOZONE.ID - Keputusan Sony untuk menghentikan produksi disc fisik PlayStation mulai tahun 2028, masih menuai protes dari banyak pemain.

Namun, data penjualan terbaru justru menunjukkan alasan kuat di balik strategi tersebut.

Menurut analis industri game, Mat Piscatella dari Circana, hanya tujuh game PlayStation yang berhasil menjual lebih dari 100 ribu kopi fisik di Amerika Serikat, sepanjang tahun 2026 hingga pertengahan Juli.

Angka tersebut memperlihatkan, permintaan terhadap game dalam bentuk cakram terus menurun, sementara pembelian versi digital semakin mendominasi pasar.

Baca juga: Mengupas Inovasi Teknologi Militer Mutakhir di Berbagai Sektor Pertahanan Modern

Hanya Dua Game Tembus 10 Ribu Penjualan dalam Satu Pekan

Data Circana juga menunjukkan, pada pekan yang berakhir 11 Juli 2026, hanya dua game PlayStation yang mampu mencatatkan penjualan fisik di atas 10 ribu kopi di Amerika Serikat.

Meski AS hanyalah salah satu pasar global, negara tersebut merupakan salah satu penyumbang pendapatan terbesar bagi industri video game.

Karena itu, perubahan perilaku konsumen di wilayah tersebut sering menjadi acuan bagi keputusan bisnis perusahaan besar seperti Sony.

Mengapa Sony Menghentikan Produksi Disc Fisik?

Pada awal 2026, Sony mengumumkan rencana untuk mengakhiri produksi disc fisik PlayStation mulai Januari 2028.

Keputusan tersebut langsung memicu perdebatan di komunitas game. Banyak pemain menilai media fisik masih penting karena memberikan kepemilikan permanen, memudahkan koleksi, serta memungkinkan jual beli game bekas.

Di sisi lain, Sony tampaknya melihat bahwa tren industri kini semakin mengarah ke distribusi digital. Dengan semakin sedikitnya game fisik yang terjual, biaya produksi, distribusi, dan logistik dinilai tidak lagi sebanding dengan permintaan pasar.

Komunitas Gamer Masih Menolak

Penolakan terhadap kebijakan Sony masih terus bermunculan di media sosial.

Bahkan, berbagai unggahan mengenai game eksklusif PlayStation, termasuk Marvel's Wolverine, dipenuhi komentar dari pemain yang menyuarakan kekecewaan terhadap rencana penghentian disc fisik.

Sebagian besar kritik tidak ditujukan kepada pengembang game, melainkan kepada kebijakan Sony yang dianggap mengurangi pilihan bagi konsumen.

Hanya 7 Judul Tembus 100 Ribu Kopi di AS

Pakar Nilai Keputusan Sony Masuk Akal

Sejumlah analis industri menilai langkah Sony merupakan keputusan bisnis yang logis.

Semakin banyak pemain kini membeli game melalui PlayStation Store, sehingga penjualan versi digital terus meningkat setiap tahun.

Selain mengurangi biaya produksi, distribusi digital juga memungkinkan Sony memperoleh keuntungan lebih besar karena seluruh transaksi dilakukan melalui platform miliknya sendiri.

Meski demikian, sejumlah pakar juga mengingatkan bahwa hilangnya media fisik dapat memunculkan persoalan baru, seperti:

  • Kepemilikan game yang bergantung pada akun digital.
  • Sulitnya pelestarian game untuk jangka panjang.
  • Berkurangnya pasar game bekas.
  • Ketergantungan pada koneksi internet dan layanan digital.

Uni Eropa Tidak Bisa Menghalangi

Meski menuai kritik, hingga kini belum ada regulasi yang dapat memaksa Sony tetap memproduksi game dalam bentuk fisik.

Bahkan, berbagai pihak menilai Uni Eropa maupun regulator lainnya tidak memiliki dasar hukum untuk mengatur format distribusi yang dipilih oleh perusahaan.

Artinya, Sony memiliki hak penuh untuk menentukan apakah game akan dipasarkan secara fisik, digital, atau keduanya.

Baca juga: Rekomendasi 6 Game Premium Google Play Pass Terbaik yang Wajib Kamu Mainkan

Masa Depan Game Fisik Masih Belum Berakhir

Walaupun tren digital semakin kuat, komunitas kolektor game fisik masih cukup besar.

Banyak pemain tetap memilih versi cakram karena alasan koleksi, nilai jual kembali, hingga kemudahan meminjamkan game kepada orang lain.

Namun, data penjualan terbaru menunjukkan, jumlah pembeli tersebut semakin kecil jika dibandingkan dengan pengguna yang beralih ke distribusi digital.

Data terbaru mengenai penjualan game fisik PlayStation memperlihatkan perubahan besar dalam industri video game.

Dengan hanya tujuh judul yang mampu melampaui 100 ribu kopi fisik di Amerika Serikat sepanjang 2026, tidak mengherankan jika Sony semakin fokus pada distribusi digital.

Meski keputusan menghentikan produksi disc fisik pada 2028 masih memicu perdebatan, tren pasar menunjukkan bahwa semakin banyak pemain memilih membeli game secara digital.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah industri akan berubah, melainkan seberapa cepat transisi tersebut akan terjadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU