INDOZONE.ID - Di era digital seperti sekarang, game sudah jadi bagian dari keseharian banyak anak.
Bermain game memang bisa jadi hiburan yang menyenangkan, bahkan melatih strategi dan kreativitas.
Namun, tidak semua game dirancang sesuai dengan usia dan perkembangan mereka.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk lebih jeli mengenali game yang berpotensi membawa dampak kurang baik bagi anak.
Baca juga: 3 Game Bertema Ramadan yang Layak Dicoba, Cara Seru Isi Waktu Ngabuburit
Game Berbahaya Bagi Anak yang Wajib Diwaspadai
Berikut beberapa game yang berbahaya bagi anak yang wajib diwaspadai oleh para orang tua:
1. The Sims 4
Meski dikenal sebagai game simulasi kehidupan yang populer, The Sims 4 memiliki rating dewasa (18+).
Pemain bisa mengatur berbagai aspek kehidupan karakter, termasuk hubungan percintaan dan gaya hidup yang belum tentu sesuai untuk anak-anak.
Kebebasan tanpa batas dalam mengambil keputusan virtual bisa membuat anak sulit membedakan mana yang pantas dan tidak.
Oleh karena itu, orang tua perlu memahami konten di dalamnya sebelum mengizinkan anak bermain.
2. Mobile Legends
Mobile Legends memang sangat populer di kalangan remaja, tetapi game ini mengandung unsur kekerasan dalam bentuk pertempuran antar karakter.
Selain itu, lingkungan kompetitifnya bisa memicu perilaku toksik di kolom chat atau voice.
Beberapa karakter juga tampil dengan kostum yang kurang sesuai untuk anak-anak.
Tanpa pendampingan, anak bisa terpapar tekanan bermain berlebihan demi mengejar peringkat.
3. Grand Theft Auto (GTA)
Grand Theft Auto atau GTA dikenal dengan konsep dunia terbuka yang penuh aksi.
Namun, game ini memuat banyak konten dewasa seperti kekerasan, kriminalitas, bahasa kasar, hingga penyalahgunaan narkoba.
Pemain bahkan bisa menjalankan misi yang melibatkan tindakan ilegal.
Paparan konten seperti ini tentu kurang tepat untuk anak-anak yang masih dalam tahap pembentukan nilai moral.
4. Call of Duty
Call of Duty menghadirkan tema peperangan dengan adegan yang realistis dan intens.
Pertempuran bersenjata dan misi berbahaya menjadi inti permainan ini.
Selain kekerasan visual, interaksi di komunitas online juga bisa memengaruhi perilaku sosial anak.
Pengawasan orang tua sangat penting agar anak tidak terpapar konten yang belum sesuai dengan usianya.
5. Counter Strike
Counter Strike adalah game tembak-menembak yang menampilkan konflik antara dua kelompok bersenjata.
Adegan baku tembak dan misi berbahaya menjadi bagian utama gameplay-nya.
Baca juga: 10 Aplikasi Game Seru untuk Nunggu Buka Puasa, Biar Nggak Kerasa Lapernya!
Lingkungan kompetitif yang keras juga bisa berdampak pada cara anak memandang konflik.
Jika dimainkan tanpa batasan, waktu bermainnya pun bisa mengganggu aktivitas positif lainnya.
6. Mortal Kombat
Mortal Kombat dikenal dengan pertarungan yang brutal dan efek visual yang cukup ekstrem.
Gerakan finishing yang dramatis sering kali menampilkan adegan kekerasan yang detail.
Meski terlihat seru, konten seperti ini kurang sesuai untuk anak-anak.
Paparan berulang terhadap kekerasan berisiko memengaruhi perkembangan emosional dan cara mereka memandang penyelesaian masalah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timedoor Academy