INDOZONE.ID - Kesuksesan besar Clair Obscur: Expedition 33 di tahun 2025, memang membuka banyak peluang bagi Sandfall Interactive.
Namun, alih-alih memperbesar skala studio, tim pengembang ini justru memilih tetap bertahan dengan ukuran yang relatif kecil demi menjaga fokus, kebahagiaan, dan kualitas kreatif dalam proyek berikutnya.
Filosofi Batasan sebagai Sumber Kreativitas.
Guillaume Broche, selaku pimpinan Sandfall Interactive menjelaskan, meskipun studio kini memiliki sumber daya finansial yang jauh lebih besar, keinginan untuk melakukan ekspansi masif sama sekali tidak menggoda.
Hall itu lantaran adanya keterbatasan, yang justru dianggap sebagai elemen penting dalam proses kreatif.
Menurut Broche, batasan membantu tim menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri, karena dengan skala yang lebih kecil, setiap anggota tim, termasuk manajemen, tetap bisa terlibat langsung dalam proses pembuatan game, tanpa terjebak dalam beban administratif yang berlebihan.
Ia menegaskan, Sandfall Interactive lebih mencintai proses membuat game dibandingkan mengelola organisasi besar.
Sehingga, mempertahankan struktur yang ramping dianggap sebagai cara terbaik untuk menjaga semangat, dan kebahagiaan yang telah mereka rasakan selama lima tahun terakhir pengembangan Expedition 33.
Membuat Game untuk Diri Sendiri, Bukan Sekadar Pasar.
Salah satu prinsip utama yang dipegang Sandfall adalah, menyesuaikan game dengan tim, bukan memaksa tim menyesuaikan diri dengan ambisi proyek yang terlalu besar.
Itu menjadi sebuah pendekatan yang jarang diambil, di tengah industri yang semakin didominasi oleh produksi berskala raksasa.
Broche menyebutkan, tujuan awal Expedition 33 sangat sederhana, yaitu membuat game yang benar-benar ingin mereka mainkan sendiri.
Sebab, dengan menciptakan sesuatu yang tulus dan jujur, kepedulian terhadap pemain justru akan muncul secara alami.
Ia bahkan menyampaikan pandangan yang terdengar kontradiktif, yakni tidak terlalu memikirkan pemain secara berlebihan.
Sehingga, ketika pengembang benar-benar peduli pada karya, maka pada akhirnya mereka juga sedang peduli pada pengalaman pemain.
Bagi Sandfall, game yang terasa “manusiawi”, memiliki jiwa yang kuat, dan identitas yang jelas akan selalu lebih mudah dimaafkan jika memiliki kekurangan kecil, dibandingkan produk sempurna yang terasa dingin dan tanpa karakter.
Kesuksesan Besar dan Kontroversi yang Mengiringi.
Secara angka, Expedition 33 mencatat pencapaian luar biasa dengan penjualan lebih dari 5 juta kopi, serta torehan sembilan kemenangan di The Game Awards, termasuk penghargaan tertinggi sebagai Game of the Year.
Namun, di balik kesuksesan tersebut, game ini juga sempat terseret kontroversi, mulai dari pencabutan gelar Game of the Year oleh The Indie Game Awards.
Sebab, isu penggunaan AI, hingga perdebatan mengenai statusnya sebagai game “independen”.
Meski demikian, keberhasilan Expedition 33 tetap dianggap sebagai simbol harapan bagi masa depan industri game, terutama bagi proyek-proyek beranggaran lebih rendah yang mampu bersaing di tengah dominasi sekuel mahal dari studio besar.
Langkah Selanjutnya Sandfall Interactive.
Hingga saat ini, Sandfall Interactive belum mengungkapkan, proyek apa yang akan mereka kerjakan selanjutnya.
Namun satu hal yang pasti, game berikutnya akan menghadapi ekspektasi yang sangat tinggi setelah pencapaian luar biasa Expedition 33.
Dengan keputusan untuk tidak memperbesar skala studio, Sandfall tampaknya ingin membuktikan bahwa kualitas, identitas, dan kejujuran kreatif masih bisa menjadi fondasi utama kesuksesan, bahkan tanpa harus berubah menjadi raksasa industri.
Baca juga: Clair Obscur Expedition 33 dan Masa Depan Game Kecil yang Penuh Jiwa di Tahun 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gamespot