Baldur’s Gate 3 Director Benci Tupai Divinity: Original Sin 2, tapi Karakter Ini Menolak Dihapus
INDOZONE.ID - Divinity: Original Sin 2 dikenal sebagai salah satu RPG terbaik buatan Larian Studios, namun di balik kesuksesan besarnya, ternyata ada satu karakter kecil yang justru sangat dibenci oleh direktur Baldur’s Gate 3, Swen Vincke.
Baca juga: Divinity Jadi RPG Baru yang Ramah Pemain Baru!
Sir Lora Jadi Penyesalan Terbesar Swen Vincke
Dalam wawancara dengan Mein-MMO, Swen Vincke secara terang-terangan mengakui bahwa ia sangat membenci Sir Lora dan berharap karakter tersebut tidak pernah masuk ke dalam Divinity: Original Sin 2.
Ia bahkan mengatakan bahwa jika ada satu hal yang benar-benar ingin ia ubah dari game tersebut, maka itu adalah menghapus Sir Lora sepenuhnya dari dunia Rivellon.
Karakter Ini Hadir Karena Tekanan Publisher
Kebencian Swen Vincke terhadap Sir Lora bukan tanpa alasan, karena karakter ini ternyata hadir akibat campur tangan publisher, Bandai Namco, yang menginginkan konten DLC gratis untuk versi konsol.
Sir Lora pun akhirnya diciptakan sebagai solusi cepat, sebuah karakter bercanda yang menurut Vincke sendiri “tidak benar-benar menambahkan apa pun” ke pengalaman utama game.
Upaya Menghapus Sir Lora dari Versi Terbaru
Ketika Divinity: Original Sin 2 mendapat rilis ulang untuk Switch 2, PS5, dan Xbox Series X, Swen Vincke melihat kesempatan emas untuk memperbaiki kesalahan lama tersebut.
Ia mencoba menghapus Sir Lora dari versi terbaru game, berharap pemain baru bisa menikmati petualangan tanpa kehadiran tupai yang ia benci itu.
Masalah Teknis yang Tak Terduga
Sayangnya, rencana tersebut tidak berjalan mulus karena tim QA menemukan masalah struktural yang membuat Sir Lora hampir mustahil dihapus sepenuhnya dari game.
Setiap kali karakter itu dihilangkan dari satu bagian, ia justru muncul kembali di bagian lain, seolah-olah Sir Lora memang “menolak mati”.
Sir Lora Menghabiskan Waktu dan Sumber Daya
Vincke mengungkapkan bahwa tim bahkan menghabiskan beberapa hari hanya untuk melakukan debugging demi mencari tahu mengapa Sir Lora terus muncul kembali.
Namun, dengan keterbatasan waktu dan sumber daya untuk port konsol, Larian Studios akhirnya menyerah dan memutuskan untuk mempertahankan karakter tersebut.
Penciptaan yang Tetap Dihargai
Meski membencinya, Swen Vincke tetap mengakui bahwa ada banyak orang di tim yang telah bekerja keras untuk menciptakan Sir Lora.
Ia juga mengatakan bahwa meskipun dirinya tidak menyukai karakter tersebut, ia tetap senang jika ada pemain yang justru menikmati kehadiran tupai unik itu.
Sir Lora Jadi Simbol Keabadian yang Ironis
Ironisnya, karakter yang awalnya dibuat sebagai lelucon dan bahkan ingin dihapus oleh sang kreator justru menjadi salah satu elemen paling diingat dari Divinity: Original Sin 2.
Sir Lora kini seolah menjadi simbol bahwa ide yang dipaksakan pun bisa bertahan lama, bahkan melawan keinginan penciptanya sendiri.
Divinity: Original Sin 2 Tetap Dicintai Pemain
Terlepas dari kontroversi kecil ini, Divinity: Original Sin 2 tetap dipuji sebagai RPG luar biasa dengan kebebasan bermain yang sangat luas.
Kamu pun masih bisa menikmati petualangan epik ini sekarang, lengkap dengan Sir Lora yang “abadi”, sebelum Larian Studios merilis Divinity terbaru mereka.
Baca juga: Baldur’s Gate 3 Diduga Akan Jadi Game Xbox Play Anywhere: Kabar Baik untuk Pengguna ROG Ally X!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gamesradar.com