Senin, 29 DESEMBER 2025 • 10:10 WIB

Sutradara Clair Obscur Tegaskan Game Dibuat Sepenuhnya oleh Manusia Meski Sempat Uji AI

Author

Clair Obscur: Expedition 33(Sumber:gamesradar.com)

INDOZONE.ID - Clair Obscur: Expedition 33 menutup tahun yang sebenarnya sangat kuat dengan sedikit kontroversi, setelah terungkap bahwa Sandfall Entertainment sempat mencoba teknologi AI generatif selama proses pengembangan RPG ambisius tersebut.

Baca juga: DLC Clair Obscur: Expedition 33 Terlalu Brutal? Boss Baru dan Nerf Build Bikin Pemain Harus Ulang Strategi

Pengakuan Sutradara Soal Percobaan AI di Tahap Awal.

Guillaume Brioche selaku director Clair Obscur: Expedition 33 menjelaskan bahwa timnya memang sempat mencoba AI ketika teknologi tersebut mulai ramai sekitar tahun 2022.

Menurutnya, pada saat itu pengembangan game sudah berjalan, dan AI diperlakukan hanya sebagai alat eksperimen, bukan fondasi produksi.

Ia menyebut bahwa AI sempat digunakan sebagai placeholder sementara untuk tekstur yang belum selesai, bukan untuk aset final yang muncul di dalam game.

Keputusan Menghapus AI karena Terasa Tidak Tepat.

Brioche menegaskan bahwa tim Sandfall dengan cepat memutuskan untuk menghentikan penggunaan AI karena hasilnya terasa salah secara artistik dan filosofis.

Begitu aset buatan manusia selesai dikerjakan, seluruh placeholder berbasis AI langsung dihapus dari pipeline pengembangan. Ia menekankan bahwa versi final Clair Obscur sama sekali tidak mengandung aset AI.

Semua Konten Dibuat oleh Manusia.

Dalam klarifikasinya, Brioche secara eksplisit menyatakan bahwa seluruh elemen game dibuat oleh manusia, termasuk concept art dan pengisi suara.

Dua aspek tersebut memang sering menjadi sorotan dalam diskusi AI, karena banyak studio mulai memanfaatkannya untuk memangkas biaya produksi.

Sandfall, menurut Brioche, justru mengambil sikap berlawanan dan memastikan setiap karya kreatif dikerjakan oleh tim manusia sepenuhnya.

Komitmen Sandfall untuk Masa Depan Tanpa AI.

Brioche juga menegaskan bahwa Sandfall Entertainment tidak berencana menggunakan AI generatif di proyek-proyek mereka ke depan.

Ia mengakui bahwa masa depan industri sulit diprediksi, namun untuk saat ini dan seterusnya, filosofi studio tetap berfokus pada kreativitas manusia.

Pernyataan ini dimaksudkan untuk memberi kepastian kepada pemain yang merasa kecewa atau khawatir dengan arah pengembangan game modern.

Dampak Kontroversi terhadap Penghargaan.

Meski AI hanya digunakan secara sementara dan tidak masuk ke versi final, kontroversi ini tetap berdampak nyata pada reputasi game.

Dua penghargaan dari Indie Game Awards, termasuk Game of the Year, ditarik kembali karena kebijakan ketat penyelenggara terkait penggunaan AI.

Keputusan tersebut memicu perdebatan luas tentang batasan penggunaan teknologi baru dalam proses kreatif.

AI dan Reaksi Negatif di Industri Game.

Kasus Clair Obscur terjadi di tengah meningkatnya kritik terhadap game besar lain seperti Battlefield 6 dan Call of Duty: Black Ops 7 yang juga dituding menggunakan aset AI.

Banyak pemain menilai bahwa, sejauh ini, AI lebih sering membawa kontroversi dibanding manfaat nyata dalam game AAA maupun indie.

Bagi Sandfall, pengalaman ini menjadi pelajaran penting tentang transparansi dan sensitivitas komunitas terhadap isu AI.

Baca juga: Clair Obscur: Expedition 33 Pecahkan Rekor Game Awards sebagai Game Paling Banyak Dinominasikan Sepanjang Masa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Gamesradar

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU