Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 22:05 WIB

Escape from Duckov Review: Ketika Extraction Shooter Jadi Paling Aneh di 2025

Author

Escape from Duckov (Sumber:destructoid.com)

INDOZONE.ID - Tahun 2025 bisa dibilang sebagai panggung besar bagi game indie, dan Escape from Duckov muncul sebagai salah satu judul paling aneh, unik, sekaligus berani dengan memadukan konsep extraction shooter yang serius ke dalam dunia kartunis penuh bebek humanoid.

Baca juga: Moonlighter 2 Early Access Review: Awal Menjanjikan untuk Petualangan Roguelite Baru!

Pendekatan Segar pada Genre Lama

Escape from Duckov mengambil inti loop extraction shooter berupa loot, ekstraksi, lalu kembali ke markas, namun mengemasnya dalam dunia yang jauh dari kesan militeristik dan realistis yang biasanya melekat pada genre ini.

Kamu akan mengendalikan karakter bebek yang bisa dikustomisasi, menjelajahi peta berbahaya untuk mengumpulkan teknologi dan sumber daya, lalu kembali ke bunker untuk membangun basis dan meningkatkan kemampuan bertahan hidup.

Perspektif kamera top-down dengan sudut pandang terbatas berbentuk kerucut membuat musuh tetap bisa menyerang dari belakang, sehingga ketegangan tetap terjaga meskipun sudut pandang terlihat “aman”.

Sistem tembak-menembak terasa solid dan responsif, bahkan memberikan kepuasan yang terkadang tidak kamu temukan di shooter modern dengan bujet besar.

Sistem Progresi dan Eksplorasi

Game ini menyediakan berbagai misi di setiap peta yang berfungsi sebagai panduan progresi sekaligus tujuan jelas dalam setiap sesi bermain, sehingga setiap ekspedisi terasa lebih terencana.

Peta awal berukuran kecil menjadi tempat kamu mengumpulkan perlengkapan dasar, sementara peta besar yang lebih berbahaya membutuhkan biaya masuk yang mahal dan risiko kehilangan loot yang jauh lebih besar.

Lingkungan dalam Duckov terasa hidup dengan berbagai kejadian dinamis seperti pertempuran antar musuh, serangan hewan liar, sistem memancing, hingga rintangan yang bisa dibuka permanen untuk jalur baru.

Masalah Utama: Grind yang Melelahkan

Sayangnya, kekuatan Duckov juga menjadi kelemahan terbesarnya, karena sebagai game extraction shooter single-player, repetisi terasa jauh lebih cepat dibandingkan game sejenis yang memiliki mode multiplayer atau co-op.

Mengulang rute yang sama berkali-kali demi mencari satu item quest langka bisa terasa sangat melelahkan dan perlahan mengikis rasa penasaran awal yang sempat muncul.

Biaya tinggi untuk mengakses peta besar membuat kamu sering terjebak grinding di peta kecil hanya untuk mengumpulkan uang agar bisa mencoba lagi setelah mati.

Event dinamis seperti badai atau kemunculan pasukan robot elit di malam hari memang menambah tantangan, namun juga memperpanjang durasi grind yang sudah terasa berat sejak awal.

Potensi Besar yang Belum Maksimal

Sistem manajemen basis dan nuansa extraction sebenarnya sangat kuat, namun tertahan oleh pacing yang terlalu lambat dan repetitif.

Dukungan mod sejak awal memberi harapan bahwa komunitas bisa memperbaiki berbagai kekurangan, meskipun hal ini seharusnya bukan alasan untuk pengalaman dasar yang kurang seimbang.

Baca juga: Review Death Howl: Perpaduan Soulslike dan Deckbuilder yang Mengubah Duka Menjadi Strategi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Destructoid.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU