INDOZONE.ID - Menggabungkan konsep soulslike dengan deckbuilder dalam format open-world terdengar seperti ide yang terlalu berani dan berisiko gagal.
Akan tetapi, Death Howl justru membuktikan bahwa kombinasi genre yang tidak lazim bisa menghasilkan pengalaman bermain yang kuat, emosional, dan sangat berkesan.
Baca juga: Skate Story Review: Petualangan Skateboard Aneh yang Justru Memikat di Dunia Bawah!
Gameplay Soulslike dengan Mekanik Deckbuilder
Death Howl menghadirkan sistem pertarungan berbasis kartu yang dikombinasikan dengan pergerakan taktis di arena berbentuk grid, menciptakan sensasi bermain yang unik dan penuh tekanan.
Setiap pertempuran mengharuskan kamu mengatur mana, memilih kartu dengan cermat, serta memposisikan Ro secara strategis agar bisa bertahan dari serangan musuh yang mematikan.
Lingkungan arena juga memiliki peran penting karena objek tertentu bisa membantu atau justru menghambat pergerakanmu, membuat setiap pertarungan terasa berbeda dan tidak bisa diselesaikan dengan pola yang sama.
Variasi Musuh dan Dunia Roh yang Mematikan.
Musuh-musuh di Death Howl tampil dengan desain yang aneh, mengganggu, dan sangat berbahaya, mulai dari kepala burung gagak yang menyerang jarak jauh hingga makhluk absurd seperti gigi busuk yang menciptakan retakan mematikan di tanah.
Beberapa musuh bahkan mampu menghabisimu hanya dengan satu kesalahan kecil, memperkuat identitas Death Howl sebagai game soulslike sejati yang tidak memberi banyak ruang untuk ceroboh.
Ancaman konstan ini membuat setiap langkah terasa menegangkan dan memaksa kamu untuk selalu memperhitungkan risiko sebelum bertindak.
Sistem Realm dan Kustomisasi Deck
Selama petualangan, kamu akan menjelajahi lima realm berbeda yang masing-masing memiliki tema, musuh, dan kumpulan kartu unik.
Kartu-kartu ini dibuat dari item dan Death Howls yang dijatuhkan musuh, memungkinkan kamu membangun deck dengan gaya bermain berbeda di setiap wilayah.
Namun, karena kartu dari realm lain membutuhkan mana lebih besar, kamu akan sering mengganti deck saat berpindah area, yang meskipun strategis, terkadang terasa memakan waktu.
Boss Fight dan Tingkat Kesulitan
Di akhir setiap realm, kamu akan menghadapi Great Spirit yang berfungsi sebagai boss dengan mekanik pertarungan unik dan menantang.
Pertarungan boss ini menguji semua pemahamanmu terhadap sistem kartu, pergerakan, dan skill yang telah kamu pelajari sebelumnya.
Meskipun sulit dan sering terasa kejam, setiap kekalahan justru memberikan motivasi untuk mencoba lagi karena kemenangan selalu terasa berada dalam jangkauan.
Sistem Progression dan Skill Tree
Death Howl menggunakan sistem checkpoint khas soulslike di mana musuh akan hidup kembali saat kamu memulihkan diri.
Death Howls yang dikumpulkan bisa digunakan untuk membuat kartu atau diubah menjadi Teardrops guna membuka skill di skill tree masing-masing realm.
Skill-skill ini memberikan variasi kemampuan pasif maupun ultimate yang sangat memengaruhi gaya bermainmu di setiap wilayah.
Visual, Atmosfer, dan Performa
Dunia roh di Death Howl dirancang dengan visual yang suram namun indah, dipenuhi hutan beracun, jurang penuh mayat, dan manifestasi penyesalan Ro yang memperkuat nuansa emosional cerita.
Eksplorasi terasa memuaskan karena banyak rahasia tersembunyi, peta rahasia, serta karakter non-hostile yang menawarkan side quest menarik.
Dari sisi performa, game ini berjalan sangat baik di laptop gaming maupun Steam Deck, meskipun sesekali terdapat kendala kecil pada navigasi menu.
Baca juga: Review Terminator 2D: No Fate, Aksi Singkat yang Indah dan Penuh Nostalgia 90-an
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Destructoid.com