INDOZONE.ID - Terminator 2D: No Fate hadir sebagai game aksi platformer penuh nostalgia yang mampu membangkitkan kembali kejayaan era 90-an.
Game ini menghadirkan pengalaman singkat namun intens yang memadukan gameplay klasik, visual pixel-art memukau, dan adaptasi ikonik dari film Terminator 2.
Baca juga: NetherRealm Rilis Trailer Dari Karakter Baru MK11, Terminator T-800
Penghormatan Penuh Cinta
Terminator 2D: No Fate hadir sebagai penghormatan penuh cinta.
Walau kamu bisa menuntaskan mode ceritanya dalam waktu yang bahkan lebih singkat dari durasi film aslinya, game ini tetap meninggalkan kesan kuat berkat visual pixel-art yang memikat dan atmosfer nostalgia yang sangat kental.
Adegan Jalanan Jadi Pembuka Cerita
Cerita No Fate dibuka dengan adegan jalanan bergulir yang langsung mengingatkan kamu pada momen akhir.
Musik industrial yang muram, garis kuning yang terus maju, dan narasi pembuka berbasis teks berhasil menghidupkan kembali aura tegang khas waralaba Terminator.
Walau beberapa detail dibuat berbeda dari film, semuanya tetap terasa autentik, seperti penghormatan sekaligus interpretasi baru yang segar.
Dikembangkan oleh Bitmap Bureau, game ini terasa seperti surat cinta untuk game side-scroller era SNES dan arcade.
Kamu yang pernah memainkan Contra, Double Dragon, atau Robocop pasti akan langsung merasakan pengaruhnya.
Mulai dari tembak-tembakan cepat khas Contra, adegan ala Double Dragon saat John Connor diculik, hingga momen shooter ala Robocop ketika musuh menembak dari jendela.
Bahkan ada nuansa Battletoads di bagian pengejaran kendaraan.
Meski mengusung gaya klasik, game ini tetap memberi sentuhan modern seperti fitur cover dan dodge roll yang membuat pertempuran terasa lebih responsif.
Bagian Future War
Namun, bagian Future War justru menjadi segmen paling lemah karena terlalu mirip game lawas tanpa inovasi besar.
Kekuatan utama Terminator 2D: No Fate muncul saat game mengadaptasi adegan film menjadi gameplay.
Adegan barfight T-800 dibuat lebih panjang dan berubah menjadi mini beat-em-up yang seru.
Pelarian Sarah Connor dari Pescadero Hospital menghadirkan gameplay stealth yang mengejutkan tegang, lengkap dengan jumpscare ringan.
Sementara itu, pertarungan melawan T-1000 menampilkan animasi luar biasa: setiap tembakan shotgun membuat tubuh cair-logamnya terhuyung realistis seperti versi film.
Visual pixel-artnya benar-benar memukau.
Cutscene digitalisasi ala film 90-an, sprite animasi halus, dan efek metal cair T-1000 terlihat sangat detail.
Gerakan kecil, seperti ayunan tubuh Sarah saat naik tangga atau transformasi T-1000 menunjukkan kualitas produksi yang tinggi.
Baca juga: Terminator Terbaru: 2D No Fate Segera Rilis, Game Baru dengan Nostalgia Distopia di PC dan Konsol
Durasi Singkat Padat
Sebagai game bergaya arcade, No Fate menawarkan durasi singkat namun padat.
Mode cerita bisa selesai dalam waktu kurang dari satu jam, tetapi banyak insentif replay seperti empat tingkat kesulitan, dua ending tambahan, mode Boss Rush, Infinite Enemies, hingga cheat menu khusus.
Level-levelnya juga variatif, mulai dari pertempuran Future War melawan Hunter Killers hingga jebakan Cyberdyne penuh laser dan piston.
Paket Nostalgia yang Wajib Dicoba
Pada akhirnya, Terminator 2D: No Fate adalah paket nostalgia yang wajib dicoba.
Singkat namun intens, dan dijamin membuat kamu ingin kembali berkata: I’ll be back.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net