INDOZONE.ID - Hideo Kojima mengungkap detail terbaru dari PHYSINT, proyek game terbarunya yang eksklusif untuk PlayStation.
Kojima mengaku sudah terbiasa membuat game bertema penyusupan (stealth espionage), namun ia juga menjelaskan bagaimana dirinya berusaha mendorong PHYSINT ke arah baru dan semakin menipiskan batas antara film dan video game.
Baca juga: Andai Hideo Kojima Tahu, Mungkin Game The Matrix Versinya Sudah Terjadi
Gameplay Espionase di PHYSINT
Saat PHYSINT pertama kali diperkenalkan pada 2024, para penggemar langsung menyambutnya sebagai penerus spiritual dari franchise Metal Gear Solid.
Banyak yang penasaran seperti apa sentuhan modern Kojima terhadap genre yang membesarkan namanya.
Dalam wawancara terbaru bersama ananweb, Kojima bercerita tentang pengalaman kembali menggarap game espionase setelah bertahun-tahun berkutat dengan Death Stranding.
Meski Death Stranding dan sekuelnya memiliki elemen stealth dalam gameplay, keduanya tetap berada jauh dari definisi game espionase klasik.
"Untuk PHYSINT, karena ini game espionase, aku bisa membuatnya sambil tidur. Misalnya ada tentara yang menyusup, lalu ketahuan musuh, kemudian diserang, dan saat menghabisi musuh satu per satu ia menggunakan stealth… Bagaimana pun cara memainkannya, tetap terasa menyenangkan dan mudah dibuat," jelas Hideo Kojima seperti dilansir Vice, Rabu (10/12/2025).
Bagaimana PHYSINT Akan Mendorong Batas Genre?
Walaupun genre espionase adalah zona nyaman bagi Kojima, ia menegaskan bahwa PHYSINT tidak akan sekadar mengulang formula lama.
Ia ingin menghadirkan sesuatu yang benar-benar baru, terutama dalam menyatukan elemen sinema dan video game.
"Tapi itu juga menjadi tantangan. Akan ada gimmick baru dalam game ini, dan kami mencoba menyeberangi batas antara film dan game. Kami berencana bekerja sama dengan para pembuat film, bukan hanya untuk pemain (cast) tapi juga staf. Namun kami masih bertanya-tanya hasil akhirnya akan seperti apa. Dunia berubah begitu cepat hingga struktur sosial dan tema yang ingin aku gambarkan mungkin akan segera menjadi kenyataan," ungkapnya.
Death Standing dikenal dengan performa motion capture yang memukau dan pendekatan sinematik yang kuat.
Karena itu, banyak yang penasaran sejauh mana Kojima akan mendorong pendekatan tersebut lebih jauh di PHYSINT, atau bahkan menyajikannya dengan cara yang benar-benar baru.
Seperti yang diketahui, PHYSINT diumumkan pada 2024, namun diperkirakan masih memerlukan waktu pengembangan cukup panjang.
Sebagai IP baru, game ini belum memiliki trailer maupun tanggal rilis.
Kojima menyebut bahwa PHYSINT kemungkinan membutuhkan siklus pengembangan sekitar lima hingga enam tahun.
Dengan perkiraan tersebut, game ini berpotensi rilis pada awal 2030-an, bertepatan dengan generasi konsol berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Vice