Sabtu, 29 NOVEMBER 2025 • 13:00 WIB

Persona dan Metaphor: ReFantazio, Apa Maksud Ambisi JRPG 3.0 untuk Masa Depan Persona 6?

Author

Persona dan Metaphor: ReFantazio(Sumber:X/Eurogamer)

INDOZONE.ID - Katsura Hashino, kreator Persona dan sutradara Metaphor: ReFantazio, kembali memicu perbincangan besar soal arah genre JRPG.

Dalam konferensi G-Star 2025 di Korea, Hashino mengungkap visinya untuk menciptakan JRPG 3.0, evolusi besar berikutnya dalam genre yang ia tekuni selama puluhan tahun.

Baca juga: Atlus Dikabarkan Segera Umumkan Kehadiran Game Persona 6, Serius?

Ambisi Baru dari Katsura Hashino

Menurut Hashino, perjalanan JRPG dapat dibagi menjadi tiga era:

  • JRPG 1.0: era klasik — Final Fantasy awal, Dragon Quest generasi pertama, dan game klasik lain yang mendefinisikan fondasi genre.
  • JRPG 2.0: generasi modern — desain lebih responsif, kualitas presentasi lebih tinggi, gaya naratif yang berkembang pesat.
  • JRPG 3.0: masa depan — sebuah langkah besar menuju dimensi baru yang akan mengubah struktur dan cara penyajian JRPG secara fundamental.

Namun, Hashino tidak memberikan detail teknis atau bentuk konkret dari JRPG 3.0, sehingga diskusi beralih pada satu pertanyaan besar: apa artinya ini untuk Persona 6?

Persona 6: Mengikuti Formula Lama atau Melompat Menuju 3.0?

Atlus Masih berkaca pada Masa Lalu

Dalam beberapa tahun terakhir, Atlus terlihat sibuk dengan proyek remake:

  • Persona 3 Reload sudah rilis pada 2024.
  • Persona 4 Remake sedang dalam pengerjaan.

Walau remake membawa banyak perbaikan kualitas hidup ala Persona 5, keduanya masih berada dalam kerangka JRPG 2.0.

Itu sebabnya, Metaphor: ReFantazio disebut Hashino sebagai kulminasi RPG kami untuk merayakan 35 tahun Atlus, puncak dari apa yang telah mereka capai dalam format 2.0.

Persona 6 Bisa Jadi Beda Total

Sejauh ini informasi tentang Persona 6 masih minim.

Namun Atlus sudah beberapa kali menyebutnya secara resmi:

  • Dalam wawancara perekrutan tahun 2021, Atlus mengaku Persona 6 harus melampaui Persona 5, yang bukan tugas mudah.
  • Pada survei fans Oktober 2025, untuk pertama kalinya nama Persona 6 dimasukkan ke dalam daftar pilihan, menandakan pengumuman semakin dekat.

Banyak fans berharap Persona 6 akan:

  • Berani meninggalkan elemen klise, seperti Velvet Room yang selalu ada.
  • Mengubah karakterisasi khas Persona yang mulai terasa repetitif.
  • Membawa elemen presentasi baru yang mendefinisikan “JRPG 3.0”.

Inspirasi dari Luar Jepang: Kebangkitan JRPG Modern

Menariknya, tahun 2025 menghadirkan kejutan besar melalui Clair Obscur: Expedition 33, sebuah JRPG gaya Jepang yang dibuat oleh studio Prancis.

Game ini mendapatkan pujian luas berkat:

  • Sistem turn-based dengan action prompts
  • Pendekatan sinematik
  • Ambisi membuat turn-based AAA yang terasa modern

Keberhasilan game ini menunjukkan bahwa minat terhadap JRPG turn-based justru sedang bangkit, dan mungkin menjadi pendorong Atlus untuk berani bereksperimen.

Ambisi Hashino untuk menciptakan JRPG 3.0 membuka peluang besar bagi masa depan Persona dan Metaphor.

Metaphor: ReFantazio mungkin menjadi puncak era 2.0, tetapi Persona 6 bisa jadi lompatan besar menuju masa depan genre dengan struktur baru, presentasi baru, dan identitas yang lebih berani.

Yang jelas, dengan kebangkitan minat pada JRPG modern dan meningkatnya ekspektasi pemain, masa depan JRPG terlihat cerah, dan Persona 6 mungkin menjadi titik balik besarnya.

Baca juga: Overwatch 2 Kolaborasi dengan Persona 5, Hadirkan Skin Eksklusif dan Event Spesial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU