INDOZONE.ID - Kontroversi seputar pelarangan Horses di Steam akhirnya mendapat tanggapan dari Valve.
Setelah developer Santa Ragione mengungkap bahwa keputusan Steam membanned game tersebut mengancam masa depan studio, Valve kini memberikan pernyataan resmi yang berisi konteks tambahan” terkait proses peninjauan yang mereka lakukan.
Baca juga: Steam Machine: Konsol Baru Valve yang Siap Mengguncang Dunia Gaming
Latar Belakang: Horses dan Keputusan Ban Steam
Santa Ragione, studio asal Italia yang dikenal lewat Saturnalia, Mirror Moon EP, dan Mediterranea Inferno sedang mengembangkan Horses, sebuah game horor naratif berdurasi tiga jam.
Game ini mengeksplorasi tema trauma keluarga, kekerasan struktural, hingga etika tanggung jawab pribadi.
Yang membuat kontroversi mencuat adalah dunia yang dihadirkan: manusia telanjang diperlakukan seperti hewan ternak.
Meskipun ada nudity, Santa Ragione menegaskan Horses bukan game pornografi dan tidak mengandung konten untuk membangkitkan gairah.
Masalah muncul saat Steam menolak mendistribusikan Horses setelah meminta akses ke build awal, sebuah langkah yang jarang terjadi.
Steam mengirim pesan otomatis bahwa game tersebut tampak menampilkan sexual conduct involving a minor.
Developer Kebingungan dan Tidak Diberi Penjelasan Detail
Santa Ragione mengatakan bahwa Valve tidak memberikan penjelasan spesifik. Mereka menduga keputusan itu terkait satu adegan: seorang anak naik ke bahu karakter kuda.
Studio menjelaskan adegan itu tidak seksual, dan dalam versi final karakter tersebut sudah diubah menjadi orang dewasa berusia 20-an. Semua karakter dalam game ditegaskan berusia 20+.
Namun ketika game telah selesai dan siap rilis, Valve menolak memeriksa ulang build final, sementara platform lain seperti Epic Games Store, GOG, Humble Store, dan Itch.io telah menyetujui perilisan.
Tanggapan Valve: Kami Sudah Diskusikan Secara Ekstensif
Setelah kontroversi ini ramai diberitakan, Valve akhirnya merilis pernyataan resmi.
Mereka menyatakan:
- Build Horses ditinjau pertama kali pada 2023.
- Konten di halaman store memunculkan kekhawatiran sehingga Valve meminta build awal untuk ditinjau.
- Setelah memainkan build tersebut, Valve memutuskan game tidak sesuai dengan pedoman mereka.
Developer meminta peninjauan ulang, tetapi tim internal Valve sudah mendiskusikannya secara ekstensif dan tetap menolak.
Yang menarik: Valve tidak menjelaskan alasan spesifik di balik keputusan finalnya, juga tidak menjawab klaim Santa Ragione bahwa komunikasi mereka tidak transparan.
Horses Tetap Rilis di Platform Lain
Walaupun dilarang di Steam, Horses akan tetap rilis pada 2 Desember di Epic, GOG, Humble Store, dan Itch.io dengan harga €4.99/$4.99.
Kontroversi Horses menunjukkan betapa besarnya kekuatan platform seperti Steam dalam menentukan nasib developer indie.
Santa Ragione merasa dirugikan karena keputusan Valve tidak dijelaskan secara jelas, sementara Valve menegaskan mereka sudah mengikuti pedoman internal.
Hingga kini, ketidakjelasan alasan ban menjadi pusat perdebatan dan kasus ini memantik diskusi baru soal transparansi, kebijakan konten, serta peran platform distribusi dalam ekosistem game modern.
Baca juga: Mastercard Bantah Tekan Steam dan Itch.io untuk Sensor Game Dewasa, Tapi Valve Punya Bukti Lain
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net