Sabtu, 22 NOVEMBER 2025 • 18:00 WIB

Starfield Dianggap Membosankan, The Outer Worlds Tunjukkan Cara yang Lebih Menarik

Author

Starfield Dianggap MembosankanSumber:X/Eurogamer) 

INDOZONE.ID - Setiap kali Obsidian merilis game baru, wajar jika para pemain langsung membandingkannya dengan karya Bethesda.

Hal yang sama terjadi pada The Outer Worlds 2, yang justru membuat banyak orang kembali memikirkan Starfield, sebuah proyek ambisius yang sayangnya meninggalkan rasa kosong bagi banyak pemain.

Sebagian merasa Starfield kurang memiliki identitas khas Bethesda, sementara yang lain menilai game ini justru mempertegas masalah klasik yang sering muncul di judul-judul mereka.

Ditambah lagi, kondisi ekosistem modding yang kini terganggu oleh Creation Club berbayar, ekspansi Shattered Space yang mengecewakan, serta ketidakjelasan ekspansi kedua, semua memperburuk persepsi pemain terhadap masa depan game ini.

Baca juga: Shattered Space: DLC Terbaru Starfield Gagal Penuhi Ekspektasi, Apa Langkah Bethesda Selanjutnya?

Kritik dari Mantan Desainer Bethesda

Bruce Nesmith, mantan desainer Bethesda, bahkan mengakui bahwa Starfield tidak berada di level yang sama dengan Elder Scrolls atau Fallout.

Ia menyoroti ketergantungan berlebihan pada procedurally generated content dan berpendapat bahwa ruang angkasa itu memang membosankan secara inheren. Dan memang benar, ruang kosong yang luas sulit diisi dengan konten menarik tanpa mengorbankan imersi.

Banyak gim sci-fi mengatasi masalah ini dengan mengurangi peran eksplorasi space travel dan fokus pada planet-planet yang lebih padat konten, persis seperti yang dilakukan The Outer Worlds.

Pelajaran dari Game Lain: Kurangi Ruang Kosong, Fokus pada Isi

Game seperti No Man’s Sky menawarkan ruang angkasa yang masif, tapi sebagian besar planetnya lebih berfungsi sebagai gudang resource ketimbang lokasi eksplorasi bermakna.

Sebaliknya, Mass Effect dan The Outer Worlds sama sekali tidak memberikan pemain kendali atas pesawat luar angkasa dalam gameplay inti.

Mereka malah memilih fokus pada dunia, karakter, dan misi yang terarah dan hasilnya jauh lebih menarik untuk dijelajahi.

Starfield mencoba melakukan semuanya sekaligus: ruang angkasa, dogfighting, eksplorasi planet, crafting, pembangunan markas, hingga sistem ekonomi ala Elite Dangerous.

Namun sayangnya, banyak fitur tersebut terasa dangkal dan tidak menawarkan alasan kuat bagi pemain untuk terus terlibat.

Ketika Starfield Kehilangan Fokus

Masalah terbesar muncul saat pemain mendarat di planet. Dunia yang dibentuk secara prosedural terasa repetitif, dengan titik minat yang hampir selalu sama dan jarak antar lokasi yang sangat melelahkan.

Tidak heran, salah satu permintaan fitur terbesar dari komunitas adalah kendaraan seperti mako demi mengurangi perjalanan membosankan. Pada akhirnya, Starfield tampak seperti game yang ingin menjadi segalanya, namun kehilangan arah.

Saat Bethesda fokus meningkatkan elemen dunia yang mereka kuasai, seperti interaksi manusia, kota, dialog, dan misi yang dirancang manual, Starfield sebenarnya bersinar. Tetapi begitu pemain keluar dari konten buatan tangan menuju procedural planets, kebosanan pun datang.

Bethesda Perlu Memilih Jalur yang Lebih Jelas

Jika suatu saat Starfield 2 hadir, Bethesda perlu menentukan prioritas. Bukan mencoba menaklukkan seluruh genre space sim, tapi fokus pada kekuatan mereka: dunia yang padat, karakter yang hidup, dan petualangan yang emosional.

The Outer Worlds sudah membuktikan bahwa perjalanan luar angkasa tidak harus realistis yang penting tetap seru untuk dimainkan.

Baca juga: 'Bethesda' Bocorkan Update Starfield dengan Fitur Space Travel Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU