INDOZONE.ID - Proyek Resident Evil Requiem ternyata punya sejarah yang jauh lebih panjang dan rumit daripada yang terlihat.
Produser Masato Kumazawa mengungkap bahwa game ini awalnya dirancang sebagai multiplayer open-world.
Tim sebenarnya sudah membuat versi awal yang cukup seru untuk dimainkan, tetapi ada satu masalah besar: unsur horornya terlalu ringan.
Untuk sebuah seri yang dikenal dengan ketegangan dan atmosfer mencekam, versi itu terasa terlalu aman.
Dari sinilah keputusan besar lahir—Requiem harus kembali ke akar, menjadi game single-player survival horror.
Perubahan Total, Tapi Ada Jejak Multiplayer yang Tersisa
Meskipun Capcom membuang konsep multiplayer secara keseluruhan, Kumazawa mengakui bahwa masih ada beberapa elemen dari versi itu yang dipertahankan.
Ia tidak mau menjelaskan apa dan bagaimana detailnya, bahkan ketika diwawancarai lebih dalam, ia hanya tertawa dan menolak menjawab.
Yang jelas, ada sesuatu dari build multiplayer tersebut yang menurut tim terlalu menyenangkan untuk dihilangkan begitu saja.
Fokus Kembali pada Horor yang Diinginkan Fans
Menurut Kumazawa, fans Resident Evil menginginkan pengalaman yang membuat mereka benar-benar takut.
Bukan sekadar monster baru atau karakter lama dalam tampilan berbeda.
Itulah sebabnya pendekatan mereka kali ini bukan menempelkan skin baru, melainkan menghadirkan elemen yang membuat Requiem terasa seperti survival horror segar.
Tim ingin memastikan game ini tidak menjadi repetitif, dan tetap memberikan kejutan yang membuat pemain tegang sejak awal.
Requiem Sudah Dikembangkan Sebelum Village
Fakta menarik lainnya adalah Requiem ternyata sudah mulai dikembangkan jauh sebelum Resident Evil Village dirilis. Ini memperjelas arah tim: mereka ingin mengembalikan nuansa horor yang lebih gelap dan intens.
Game director Koshi Nakanishi yang sebelumnya menangani Resident Evil 7 bahkan menegaskan bahwa pacing Requiem akan mengikuti gaya RE7 yang lebih lambat, penuh ketegangan, dan fokus pada atmosfer.
Terinspirasi dari RE Klasik untuk Pertarungan Bos
Capcom juga mengungkap bahwa mereka melihat kembali seri Resident Evil klasik untuk mencari inspirasi merancang boss battle.
Artinya, bisa jadi pertarungan bos di Requiem akan lebih menantang, strategis, dan terasa old-school.
Menanti Teror Baru di Tahun 2026
Dengan fokus pada horor murni, elemen baru dari konsep lama, dan sentuhan kreator RE7, Resident Evil Requiem berpotensi menjadi salah satu entri paling menegangkan dalam seri ini.
Game ini dijadwalkan rilis pada 27 Februari 2026, dan sejauh ini, semuanya mengarah pada satu hal: Capcom ingin membawa kembali rasa takut yang sesungguhnya.
Baca juga: Resident Evil: Survival Unit Siap Meluncur 2025, Hadirkan Aksi Taktis dalam Dunia Zombie
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net