INDOZONE.ID - Valve kembali membuat heboh dunia game dengan mengumumkan Steam Machine, sebuah konsol mini berbasis PC yang dirilis pada November 2025.
Tak hanya itu, Valve juga memperkenalkan Steam Controller generasi terbaru dan Steam Frame, headset VR standalone pertama dari Valve.
Paket lengkap untuk gamer yang ingin pengalaman bermain lebih fleksibel dan nyaman.
Di tengah kebutuhan akan perangkat gaming yang ringkas namun bertenaga, Steam Machine hadir sebagai jawaban—khususnya bagi gamer yang ingin bermain game PC di layar TV tanpa harus membeli rig PC yang besar atau Steam Deck yang kurang nyaman digenggam.
Baca juga: Steam Machine: Konsol Game Baru dari Valve yang Siap Tantang Xbox dan PlayStation
Rilis dan Distribusi: Masih Menunggu Kepastian
Valve belum mengumumkan tanggal rilis resmi, baik untuk Steam Machine, Steam Controller, maupun Steam Frame.
Namun, Valve menyatakan bahwa perangkat ini diperkirakan akan mulai dikirim pada awal 2026.
Artinya, kemungkinan besar rilisnya berada pada rentang Januari hingga Maret.
Soal distribusi, Valve memastikan perangkat ini akan dijual melalui metode yang sama seperti Steam Deck—langsung lewat Steam dan Komodo, tergantung region.
Ini juga memastikan Steam Machine bakal tersedia di wilayah tempat Steam Deck sudah tersedia.
Desain dan Fitur: Mini, Kuat, dan Punya LED yang Keren
Steam Machine tampil sebagai konsol mungil berbentuk kubus hitam—lebih kecil dari Xbox Series X dan mirip-mirip ukuran GameCube.
Menariknya, Valve mendesainnya berdasarkan fan terlebih dahulu.
Artinya, aliran udara menjadi prioritas untuk menjaga performa tetap stabil.
Beberapa fitur menariknya antara lain:
- LED bar customisable yang bisa menampilkan status download atau update.
- Faceplate magnetik yang mudah dilepas dan bisa dicetak 3D sesuai selera.
- Dua pilihan model: 512GB dan 2TB.
- Kompatibilitas dengan berbagai controller, termasuk controller pihak ketiga.
- Mesin di Dalamnya: Spesifikasi yang Mendekati PC Desktop
Valve menargetkan Steam Machine dapat memberikan pengalaman gaming 4K 60 FPS dengan dukungan ray tracing, menggunakan FSR sebagai teknologi upscaling.
Baca juga: Mastercard Bantah Tekan Steam dan Itch.io untuk Sensor Game Dewasa, Tapi Valve Punya Bukti Lain
Inilah yang membuat Steam Machine jauh lebih mendekati PC desktop dibanding Steam Deck.
Spesifikasi kuncinya:
- CPU AMD Zen 4 semi-custom 6 core.
- GPU AMD RDNA 3 dengan 28 compute units.
- RAM 16GB DDR5 (upgradeable).
- Penyimpanan bisa diperluas via NVMe atau microSD.
- Port melimpah: DisplayPort 1.4, HDMI 2.0, USB-A, USB-C, hingga ethernet.
- Steam Controller Baru: Kombinasi Touchpad dan Thumbstick Modern
Steam Controller generasi baru tampil seperti kontroler Xbox, namun dengan sentuhan khas Valve berupa:
- Trackpad yang membantu game non-gamepad.
- TMR thumbsticks yang lebih awet dan akurat.
- GripSense gyro berbasis deteksi sentuhan.
- Koneksi melalui Bluetooth, USB, atau Steam Controller Puck.
- Steam Frame: VR Standalone yang Bisa Main Game PC
Valve akhirnya memperkenalkan Steam Frame, headset VR ringan (sekitar 435 gram) yang bisa:
- Menjalankan game PC VR lewat Foveated Streaming.
- Memainkan game non-VR berlabel “Frame Verified”.
- Menjalankan game langsung lewat chipset Snapdragon dan SteamOS ARM.
Dengan display 2160x2160 per mata, refresh rate hingga 144Hz, serta Wi-Fi 7, Steam Frame siap jadi pesaing kuat Meta Quest dan PlayStation VR2.
Rangkaian perangkat baru dari Valve menunjukkan ambisi besar: menghapus batas antara konsol dan PC.
Steam Machine menawarkan performa konsol yang fleksibel ala PC, Steam Controller membawa pengalaman kontrol lebih presisi, dan Steam Frame membuka pintu bagi VR standalone berkualitas tinggi.
Bagi gamer, tahun 2026 sepertinya akan menjadi tahun yang sangat menarik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net