Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 17:10 WIB

Kontroversi Penggunaan AI di Calling Card 'Call of Duty: Black Ops 7'

Author

Kontroversi Penggunaan AI di Calling Card Call of Duty(Sumber:X/Eurogamer) 

INDOZONE.ID - Rilisnya Call of Duty: Black Ops 7 langsung memicu perdebatan panas di kalangan pemain.

Bukan soal gameplay, bukan soal cerita, melainkan dugaan penggunaan generative AI untuk membuat sebagian in-game calling cards.

Banyak fans menganggap, langkah ini malas dan tidak pantas untuk game dengan harga penuh.

Dalam laporan awal, komunitas Call of Duty menyoroti beberapa calling card dari tantangan Jack of All Trades, serta dua kartu dalam tantangan endgame, Embrace the Nightmare.

Visualnya dianggap mirip dengan gambar-gambar AI bertema Studio Ghibli yang beberapa bulan terakhir tersebar luas di internet.

Karena kesamaan gaya yang mencolok, pemain menduga, Activision menggunakan AI untuk membuat aset tersebut.

Baca juga: 5 Hal Ini yang Bikin Pemain Solo Call of Duty: Black Ops 7 Ngerasa Kaget dengan Pembaharuannya

Pemain Merasa Dirugikan

Sebenarnya, Activision sudah mencantumkan disclaimer di halaman Steam bahwa, mereka memang memakai AI untuk membantu pengembangan aset dalam game.

Namun, mereka tidak menyebutkan secara spesifik aset mana saja yang dibuat menggunakan AI.

Akhirnya, komunitas pun berspekulasi bahwa calling card yang ramai dibahas ini adalah salah satunya.

Di media sosial maupun Reddit, muncul kritik keras. Seorang pengguna menulis, game ini dibanderol $96 di negaranya, bahkan versi vault edition mencapai $130, tetapi masih menyertakan konten visual yang tampak seperti keluaran AI.

Keluhan ini mencerminkan kekhawatiran umum: game AAA berharga premium dianggap seharusnya memberikan kualitas aset yang murni dikerjakan manusia.

Ada juga komentar lebih lugas dan kasar seperti dari pengguna Loqh9 yang berkata, "Damn that's awful, fuck this."

Kritik-kritik ini menunjukkan, rasa frustrasi sebagian fans terhadap tren penggunaan AI di industri game.

Sebagian Pemain Tak Mempermasalahkan

Meskipun demikian, tidak semua pemain mempermasalahkan penggunaan AI. Ada juga yang menganggap hal ini normal, selama hasil akhirnya terlihat baik.

Seorang pengguna di X berkomentar, "Saya tidak peduli siapa atau apa yang membuat gambar itu, selama tampilannya normal."

Pandangan tersebut memperlihatkan, komunitas game terbagi: sebagian menuntut keaslian karya manusia, sementara sebagian lainnya lebih fokus pada hasil akhir tanpa peduli proses pembuatannya.

Industri Game dan AI: Ketegangan yang Terus Berlanjut

Kontroversi ini terjadi di tengah meningkatnya penggunaan AI di perusahaan-perusahaan besar, termasuk Activision Blizzard yang kini berada di bawah Microsoft.

Beberapa bulan sebelumnya, CEO Microsoft, Satya Nadella, sempat mengatakan, perusahaan sedang berkembang, setelah melakukan PHK besar-besaran untuk memperkuat fokus pada teknologi AI.

Apakah calling card ini benar-benar dibuat AI? Eurogamer telah menghubungi Activision untuk klarifikasi, namun hingga kini belum ada jawaban.

Yang jelas, perdebatan mengenai batasan penggunaan AI dalam game AAA semakin menguat, dan Black Ops 7 menjadi contoh terbaru bagaimana isu ini memicu pertentangan di kalangan pemain.

Baca juga: Embark Studios Tak Takut Rilis Arc Raiders di Tengah Gempuran Call of Duty dan Battlefield

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU