INDOZONE.ID - Brendan Greene, nama yang pasti sudah akrab buat kamu yang mengikuti perkembangan genre battle royale kembali membawa kabar besar.
Setelah sukses melahirkan PUBG dan ikut membentuk standar game bertahan hidup modern, kali ini ia tengah menyiapkan sebuah proyek FPS multiplayer berskala masif.
Greene berencana menghadirkan game dengan pertarungan 100 lawan 100 pemain, sesuatu yang jarang berani disentuh oleh developer lain.
Baca juga: Kontroversi di Summer Game Fest: Sutradara Splitgate 2 Minta Maaf atas Topi "Make FPS Great Again"
Bagian dari Rencana Besar: Tiga Game, Satu Visi Raksasa
Game FPS baru ini sebenarnya merupakan Game Dua dari rencana tiga judul yang sedang dikerjakan oleh studio barunya, PlayerUnknown Productions.
Menariknya, ketiga game ini bukan sekadar proyek biasa—ketiganya dirancang untuk menguji dan mengembangkan sebuah teknologi generasi baru: world-generation dalam skala planet.
Bayangkan game yang bisa membuat dunia sebesar planet baru setiap kali kamu main.
Ya, ambisi Greene benar-benar gila!
Game Satu: Prologue – Go Wayback (Sedang Bersiap Rilis)
Proyek pertama, Prologue: Go Wayback, menjadi eksperimen untuk menguji kemampuan engine dalam membentuk dunia hutan seluas 8x8 km yang berubah setiap kali kamu memulai permainan.
Game survival-orienteering ini akan segera memasuki early access pada 20 November mendatang, dan bahkan sudah bisa dicoba lewat open beta gratis.
Dunia dalam Prologue terasa hidup: cuaca ekstrem, badai salju, hingga bangunan yang bisa rusak karena terpaan angin.
Pengalaman bertahan hidupnya penuh tensi, apalagi saat kamu harus berlindung dari badai sembari mencari makanan dan pakaian hangat.
Game Dua: FPS Besar dengan 100 vs 100 Pemain
Nah, proyek yang paling bikin penasaran adalah Game Dua, yaitu game FPS/RTS hybrid yang dirancang untuk menguji:
- Sistem pertempuran jarak jauh
- Interaksi antara pemain dan NPC
- Sistem multiplayer dengan ratusan pemain sekaligus
- Terrain skala jauh lebih besar dari Prologue
- Protokol jaringan baru yang bisa menopang skala massive multiplayer
Greene menyebut Game Dua sebagai langkah penting sebelum menuju Game Tiga.
Meski konsepnya sudah matang di kepalanya, game ini belum masuk tahap produksi penuh karena masih menunggu kesiapan Melba, engine buatan studio mereka sendiri.
Engine Baru: Melba, Mesin untuk Dunia Skala Planet
Tidak seperti Prologue yang menggunakan Unreal Engine, Game Dua akan menggunakan Melba, engine internal yang dibuat khusus untuk membangun dunia skala planet.
Saat ini, kamu bisa melihat demo teknologinya lewat Preface: Undiscovered World yang tersedia gratis di Steam.
Namun, engine ini harus dikembangkan lebih jauh agar siap untuk sebuah FPS besar terutama soal stabilitas, tools untuk para desainer, dan performa multiplayer.
Kapan Game Dua Dirilis?
Greene memperkirakan butuh beberapa tahun lagi sebelum Game Dua siap dimainkan.
Ia menyebut estimasi kasar:
- 2 hingga 4 tahun untuk menyelesaikan Game Dua
- Sekitar 10 tahun untuk mencapai Game Tiga, puncak dari seluruh proyek
- Ambisi jangka panjang ini menunjukkan bahwa mereka tidak sekadar membuat game, tapi membangun teknologi baru yang bisa mengubah cara game dunia terbuka dibuat.
Dengan visi teknologi planet-scale dan rencana multiplayer raksasa, proyek baru Brendan Greene terlihat seperti langkah besar berikutnya setelah PUBG.
Jika semuanya berjalan sesuai rencana, kamu mungkin akan melihat salah satu evolusi terbesar dalam dunia game dalam dekade ini.
Untuk sekarang, kamu bisa mencicipi dulu sensasi dunia buatan engine Melba lewat Prologue: Go Wayback yang akan segera hadir.
Kalau Game Dua benar jadi kenyataan, siap-siap untuk perang 100 vs 100 yang benar-benar total!
Baca juga: FEROCIOUS Buka Pendaftaran Open Playtest: Game FPS Survival Intens di Pulau Misterius
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net