INDOZONE.ID - Kalau kamu pecinta game strategi, pasti sudah tidak asing dengan nama besar Paradox Interactive — studio di balik seri legendaris seperti Crusader Kings, Victoria, dan tentu saja Europa Universalis.
Nah, kali ini Paradox kembali hadir dengan Europa Universalis 5, game strategi skala besar yang menjanjikan pengalaman politik, ekonomi, dan peperangan di masa transisi antara Abad Pertengahan dan era modern.
Sayangnya, buat sebagian pemain, termasuk saya, game ini justru terasa seperti pil tidur digital.
Baca juga: Europa Universalis V Resmi Diumumkan: Strategi Global Baru Hadir untuk PC
Cinta Game Strategi, Tapi Selalu Kalah oleh Kantuk
Sejujurnya, saya sangat menyukai ide dari game strategi besar seperti Europa Universalis 5.
Melihat peta besar penuh warna, angka-angka statistik, dan grafik ekonomi yang kompleks selalu membuat saya semangat.
Rasanya seperti punya kekuatan untuk membentuk sejarah sesuai keinginan sendiri.
Tapi begitu mulai bermain—baru beberapa menit lewat, mata mulai berat, dan kepala terasa pusing karena banyaknya informasi.
Bayangkan, tutorialnya saja sudah seperti membaca buku sejarah versi interaktif.
Paradox memang terkenal rajin menjelaskan setiap elemen secara mendetail, mulai dari politik, budaya, militer, hingga sistem pemerintahan.
Tapi jumlah informasi yang disajikan sekaligus bisa membuat siapa pun kewalahan.
Tutorial yang Bikin Pusing Kepala
Saat pertama kali memulai kampanye, saya memilih Kerajaan Napoli sebagai titik awal.
Semangat masih membara, musik latar terdengar megah, dan peta Italia terbentang di depan mata.
Namun, begitu tutorial dimulai, semuanya berubah.
Game ini mulai menjelaskan tentang pemerintahan, budaya utama, pasukan darat, armada laut, hingga struktur keagamaan.
Setiap kali kamu mengarahkan kursor ke satu istilah, muncul lagi tooltip berisi istilah-istilah baru—seolah dunia baru terbuka hanya untuk bikin kamu tambah bingung.
Misalnya, saat membahas sistem pemerintahan, kamu tidak hanya harus memahami raja dan penasihatnya, tapi juga jenis pemerintahan seperti monarki, republik, atau teokrasi.
Lalu muncul lagi konsep administrative ability, military ability, diplomatic ability, sampai succession law.
Dan belum selesai di situ—datang lagi pembahasan tentang pajak, tentara, wilayah, dan sistem ekonomi dengan delapan tab penuh data.
Daya Tarik yang Sulit Ditolak, Tapi Sulit Dimengerti
Lucunya, meskipun game ini sering bikin ngantuk, saya tetap selalu kembali mencoba.
Europa Universalis 5 punya daya tarik tersendiri yang membuat kamu ingin menaklukkannya.
Peta yang detail, sistem diplomasi yang dalam, dan sensasi mengendalikan seluruh bangsa benar-benar membuatmu merasa seperti penguasa sejati.
Namun, game ini juga menuntut kesabaran luar biasa.
Tidak cukup hanya memahami dasar-dasarnya; kamu harus benar-benar tenggelam dalam mekanik yang kompleks.
Satu kesalahan kecil dalam diplomasi atau ekonomi bisa berakibat fatal bagi kerajaanmu.
Masalah yang Sama di Setiap Seri Paradox
Hal ini bukan hal baru bagi game-game Paradox.
Dari Crusader Kings 3 hingga Victoria 3, masalahnya selalu sama: kurva pembelajaran yang terlalu curam.
Banyak pemain pemula akhirnya menyerah sebelum sempat menikmati inti permainan.
Padahal, di balik sistem yang rumit itu, terdapat pengalaman luar biasa tentang bagaimana dunia bekerja—baik dari sisi politik, ekonomi, maupun sosial.
Mungkin satu-satunya pengecualian adalah Stellaris.
Entah kenapa, game bertema luar angkasa itu terasa lebih mudah dicerna.
Mungkin karena kamu bisa fokus pada eksplorasi dan robot lucu ketimbang urusan pajak dan pemerintahan yang bikin kepala mumet.
Game yang Hebat Tapi Butuh Kesabaran Besi
Europa Universalis 5 adalah game strategi dengan skala dan kedalaman luar biasa, tapi juga menuntut perhatian dan dedikasi tinggi.
Kalau kamu adalah tipe pemain yang suka menganalisis data, mempelajari sistem, dan berpikir strategis jangka panjang, game ini bisa jadi surga bagimu.
Tapi kalau kamu mudah bosan atau tidak suka membaca tutorial panjang, siap-siap saja terlelap di depan layar.
Pada akhirnya, Europa Universalis 5 bukan game yang buruk—justru sebaliknya, ini adalah salah satu game strategi paling ambisius di zamannya.
Hanya saja, ia menuntut sesuatu yang jarang dimiliki banyak pemain masa kini: kesabaran, ketekunan, dan secangkir kopi ekstra kuat.
Baca juga: 7 Game Strategi yang Paling Cocok untuk Fans Game of Thrones
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net