INDOZONE.ID - Kabar mengejutkan datang dari Capcom. Melalui laporan keuangan semester terbaru mereka, terungkap bahwa penjualan Monster Hunter: Wilds mengalami penurunan drastis.
Bahkan, game ini tertinggal dari Monster Hunter: Rise — game pendahulunya yang sudah dirilis beberapa tahun lalu.
Menurut laporan resmi Capcom yang dirilis pada 29 Oktober 2025, Monster Hunter: Wilds hanya mampu mencatat penjualan 637.000 unit di seluruh platform sepanjang paruh pertama tahun fiskal ini.
Sebagai perbandingan, Monster Hunter: Rise berhasil menjual 643.000 unit pada periode yang sama — selisih kecil, namun sangat signifikan mengingat Wilds adalah judul baru dengan hype besar saat peluncurannya.
Mengapa Penjualan Monster Hunter: Wilds Turun Drastis?
Awalnya, Monster Hunter: Wilds sempat mencatat angka penjualan yang tinggi dan mendapat respons positif dari komunitas. Namun, berbagai masalah teknis setelah peluncuran membuat reputasi game ini menurun tajam.
Banyak pemain melaporkan bug, gangguan performa, dan optimasi yang buruk di beberapa platform, terutama di konsol generasi baru.
Presiden Capcom bahkan sempat menyinggung harga PlayStation 5 yang masih terlalu mahal sebagai salah satu faktor yang menahan laju penjualan game tersebut.
Dengan jumlah pengguna PS5 yang belum sebanyak ekspektasi, basis pemain potensial Wilds pun terbatas.
Data Penjualan: Wilds Tertinggal dari Game Lama
Dalam tabel laporan keuangan Capcom yang ada di halaman enam, tercatat bahwa Monster Hunter: Wilds kini tertinggal dari beberapa game lawas Capcom lainnya.
Beberapa data menarik dari laporan tersebut antara lain:
- Monster Hunter: Wilds — 637.000 unit
- Monster Hunter: Rise — 643.000 unit
- Resident Evil Village — menjadi penjual terbaik tahun ini
- Street Fighter 6 — menambah 1.085.000 unit penjualan baru
- Devil May Cry 5 — total penjualan seumur hidup mencapai 10,78 juta unit
- Resident Evil 3 Remake — masih mampu menjual 697.000 unit di tahun fiskal ini
Melihat angka tersebut, terlihat jelas bahwa meski Monster Hunter: Wilds merupakan rilisan baru, performanya justru kalah dari game-game lama Capcom yang masih laris di pasaran.
Kondisi Capcom Secara Keseluruhan Tetap Positif
Menariknya, meskipun Monster Hunter: Wilds gagal memenuhi ekspektasi, kondisi keuangan Capcom secara keseluruhan tetap solid. Dalam laporan di halaman dua, Capcom mencatat bahwa:
“Pendapatan dan keuntungan meningkat dari tahun ke tahun di semua segmen. Kami mencapai rekor tertinggi untuk total penjualan dan distribusi katalog pada periode paruh pertama tahun fiskal.”
Selain itu, divisi Amusement Equipment (yang memproduksi mesin arcade dan hiburan) juga mencatat kinerja yang sangat baik.
Artinya, kegagalan satu judul besar seperti Wilds tidak terlalu berdampak pada kesehatan finansial perusahaan secara umum.
Analisis: Hype Besar, Eksekusi Kurang Matang
Melihat tren ini, bisa dibilang bahwa Monster Hunter: Wilds menjadi contoh klasik game AAA yang tidak siap saat rilis.
Hype besar dan promosi masif berhasil menarik perhatian gamer di awal, tapi masalah teknis dan optimalisasi buruk membuat banyak pemain cepat meninggalkan game ini.
Sementara itu, judul-judul lama seperti Devil May Cry 5 dan Resident Evil Village terus menunjukkan ketahanan luar biasa berkat konten berkualitas dan dukungan jangka panjang dari developer.
Penurunan penjualan Monster Hunter: Wilds menjadi sinyal penting bagi Capcom untuk lebih berhati-hati dalam meluncurkan seri baru ke depannya.
Kamu yang menunggu update atau patch besar mungkin masih berharap Capcom bisa memperbaiki performa dan memperpanjang umur game ini.
Namun untuk saat ini, gelar raja penjualan Capcom masih dipegang oleh seri Resident Evil dan Street Fighter 6 yang terus menunjukkan konsistensi luar biasa.
Baca juga: Penjualan 'Monster Hunter Wilds' Disebut Turun, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net