Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 19:05 WIB

Setelah 40 Jam Bermain, Aku Yakin: Arc Raiders Buktikan Genre Extraction Shooter Itu Brilian!

Author

Arc Raiders Membuktikan Genre Extraction Shooter Itu Brilian(Sumber:X/Eurogamer)

INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu memainkan satu game yang tiba-tiba bikin kamu klik sama seluruh genre-nya? Momen di mana kamu baru benar-benar paham kenapa banyak orang menyukainya.

Itulah yang dirasakan setelah menghabiskan lebih dari 40 jam bermain Arc Raiders — game baru dari Embark Studios yang membuatku jatuh cinta pada genre extraction shooter.

Ketika  berlari menuju elevator dengan tas penuh loot, detik-detik terakhir sebelum diekstraksi terasa seperti bom waktu. Dan di saat itu juga, berpikir: “Bagaimana bisa dulu tidak menyukai genre ini?”

Baca juga: Penuh Antusias! Arc Raiders Diserbu 100 Ribu Pemain Hanya dalam 2 Jam saat Uji Coba Terakhir

Dunia Pasca-Kiamat yang Dikuasai AI

Arc Raiders berlatar di dunia futuristik yang telah jatuh di bawah kendali AI raksasa bernama Arc, dengan pasukan drone dan robot raksasa yang terus berpatroli.

Tugasmu sederhana tapi berisiko: bertahan hidup, mencari sumber daya, dan mengungkap misteri di balik perubahan yang terjadi pada Arc.

Kamu memulai petualangan dari Sperenza, markas bawah tanah tempat manusia yang tersisa berkumpul. Di sana kamu bisa mempersiapkan senjata, menerima misi, dan lalu berangkat ke permukaan — sendirian atau bersama tim.

Setiap misi menuntut kamu untuk menjarah barang berharga sambil bertarung melawan AI maupun pemain lain, lalu melarikan diri lewat elevator atau raider hatch jika kamu punya kuncinya.

 Gameplay Tegang tapi Memuaskan

Gameplay Arc Raiders adalah perpaduan antara strategi, ketegangan, dan rasa pencapaian. Setiap sesi permainan adalah tarian antara hidup dan mati — semakin lama kamu bertahan, semakin besar risikonya.

Ketika berhasil kembali ke Sperenza, kamu bisa mengatur inventori, meng-upgrade peralatan, dan meningkatkan kemampuan karakter.

 Ada tiga jalur skill tree:

 - Survival untuk pemain yang suka bermain diam-diam dan efisien,

 - Conditioning bagi kamu yang suka pertarungan jarak dekat dan agresif,

 - Mobility untuk yang gemar bergerak cepat dan kabur dari situasi genting.

Sistem ini memberi kebebasan penuh dalam membangun gaya bermainmu sendiri, tanpa harus terjebak dalam peran kelas tertentu.

Markas, Peningkatan, dan Dunia yang Hidup

Di markas, kamu bisa membuat berbagai item lewat crafting bench, meningkatkan fasilitas seperti medical bench atau bengkel senjata, dan bahkan berinteraksi dengan hewan kecil bernama Scrappy.

Setiap peningkatan menghadirkan kemajuan permanen yang terasa berarti. Ada empat peta utama yang sudah aku coba: Dam Battlegrounds, Buried City, Spaceport, dan Blue Gate — semuanya unik dan punya rahasia tersendiri.

Contohnya, Dam Battlegrounds punya bendungan beton besar penuh lorong sempit yang cocok untuk penyergapan, sementara area rawa di sekitarnya menyajikan suasana sunyi tapi berbahaya.

Setiap lokasi di game ini penuh detail lingkungan dan environmental storytelling — mulai dari air berwarna merah akibat korosi hingga bangkai robot raksasa yang menandakan betapa kecilnya manusia dibanding kekuatan Arc.

Suasana yang Mengejutkan: Penuh Harapan

Yang membuat Arc Raiders terasa istimewa adalah tonenya yang tidak suram, meskipun berlatar di dunia yang hancur.

Markas Sperenza bukan tempat gelap dan muram, tapi justru penuh kehidupan — manusia bekerja sama, tertawa, dan saling membantu.

Game ini bahkan mendorong interaksi sosial antar pemain. Kamu bisa berkomunikasi lewat emote atau voice chat untuk menghindari konflik.

Tentu, ada risiko dikhianati, tapi juga ada momen langka ketika dua tim yang tadinya musuh justru bekerja sama dan kabur bersama.

Catatan tentang AI dan Pengembangan

Seperti The Finals, Embark Studios kembali menggunakan teknologi AI dalam proses pengembangan Arc Raiders.

Misalnya, animasi musuh dihasilkan melalui machine learning, sementara beberapa suara karakter direplikasi dari aktor asli dengan izin mereka.

Meski hal ini menimbulkan perdebatan di kalangan gamer, pendekatan Embark tetap menempatkan manusia sebagai inti proses kreatif.

Jadi, jika kamu terbuka pada penggunaan AI sebagai alat bantu dalam pengembangan game, ini bisa diterima.

Awal yang Menjanjikan untuk Embark Studios

Arc Raiders bukan sekadar game extraction shooter biasa. Ini adalah campuran dari aksi, ketegangan, dan rasa kemanusiaan di dunia pasca-apokaliptik.

Setelah puluhan jam bermain, aku bisa bilang game ini berpotensi jadi tonggak penting di genre-nya, seperti halnya Destiny dulu bagi game penembak berbasis tim.

Embark Studios jelas menunjukkan ambisi besar dan keahlian luar biasa lewat proyek ini. Dan kalau mereka bisa mempertahankan arah yang sama, Arc Raiders bisa jadi bukan cuma game survival tapi awal dari revolusi baru di dunia shooter.

Baca juga: Arc Raiders Hadirkan Sistem Wipe Sukarela Lewat “Expedition Project”, Embark Studios Janjikan Pengalaman yang Adil dan Hargai Waktu Pemain

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU