INDOZONE.ID - Setelah sukses dengan game-game seperti Avowed dan Grounded 2, Obsidian Entertainment kembali mencuri perhatian lewat rilisan terbaru mereka, The Outer Worlds 2.
Game ini hadir sebagai sekuel yang jauh lebih matang dari pendahulunya, menawarkan gameplay RPG yang lebih dalam, keputusan pemain yang lebih bermakna, dan pengalaman eksplorasi luar angkasa yang semakin memikat.
Dirilis oleh Xbox Game Studios, The Outer Worlds 2 tersedia di Xbox Series X/S, PS5, dan PC (Steam) mulai 29 Oktober 2025.
Baca juga: The Outer Worlds 2 Siap Rilis Oktober 2025, Hadirkan Petualangan Koloni Baru dengan Harga Premium
Pengalaman RPG yang Lebih Kaya dan Autentik
Meski masih mempertahankan nuansa humor dan sindiran khas seri pertama, The Outer Worlds 2 kini tampil sebagai RPG sejati yang lebih serius dan kompleks.
Seperti sebelumnya, kamu akan menjelajahi dunia kolonisasi antariksa yang penuh intrik, namun kali ini dengan pendekatan lebih mendalam terhadap sistem pilihan dan konsekuensi.
Game ini dikembangkan oleh dua sosok legendaris, Tim Cain dan Leonard Boyarsky, yang sebelumnya juga dikenal lewat Fallout: New Vegas.
Tak heran, banyak elemen klasik RPG yang dihadirkan kembali, seperti percabangan cerita, sistem moral, dan pilihan dialog yang berdampak langsung pada alur permainan.
Namun berbeda dari game sebelumnya, The Outer Worlds 2 menghadirkan keputusan yang benar-benar final dan tidak bisa diulang.
Tak ada fitur respec artinya, setiap poin yang kamu investasikan ke karakter akan permanen.
Jika ingin mengubah gaya bermain, satu-satunya cara adalah memulai dari awal.
Sang direktur menjelaskan alasannya sederhana: “Kalau pemain bisa bebas mengganti build kapan pun, mereka tidak benar-benar memainkan karakter — mereka hanya berpindah peran.”
Keputusan yang Berdampak Nyata
Sistem progresi dalam The Outer Worlds 2 memaksa kamu berpikir strategis sejak awal.
Dengan 30 level karakter, setiap keputusan yang kamu ambil menentukan jalannya permainan.
Tidak semua terminal bisa kamu hack, tidak semua pintu bisa dibuka, dan tidak semua musuh bisa dikalahkan dengan mudah.
Namun justru dari keterbatasan itu muncul keunikan.
Setiap pemain akan memiliki pengalaman berbeda — hasil dari pilihan mereka sendiri.
Kamu bisa memilih jadi penembak ulung, pemimpin karismatik, atau ahli teknologi yang jago meretas sistem.
Menariknya, sistem flaw dan perk juga kembali dengan sentuhan baru.
Misalnya, kalau kamu sering menembak tanpa henti, bisa saja muncul flaw yang memperbesar kapasitas peluru tapi memberi penalti saat kehabisan amunisi.
Pilihan ini membuat setiap karakter terasa hidup dan unik.
Dunia Baru, Tantangan Baru
Walau masih berada di semesta yang sama, The Outer Worlds 2 tidak melanjutkan cerita langsung dari game pertama.
Obsidian memilih untuk membawa pemain ke sektor ruang angkasa baru dengan karakter, faksi, dan planet berbeda.
Kali ini kamu akan menjelajahi empat planet utama serta beberapa lokasi kecil menggunakan kapal luar angkasa bernama The Incognito.
Masing-masing planet punya atmosfer, budaya, dan konflik politik yang berbeda, memberikan kedalaman dunia yang jarang ditemukan di game RPG modern.
Meski begitu, bagian naratifnya agak lambat di awal.
Cerita baru benar-benar terasa kuat setelah kamu membuka semua planet di paruh kedua permainan.
Namun saat momen klimaks datang, game ini menghadirkan misi epik dan pilihan moral yang mengguncang.
Pertarungan Lebih Dinamis dan Responsif
Dari sisi gameplay, The Outer Worlds 2 mengalami peningkatan besar.
Mekanik tembak-menembak kini terasa lebih halus, pergerakan karakter lebih lincah, dan sistem senjata jauh lebih beragam.
Gadget-gadget baru yang kamu gunakan juga memiliki fungsi strategis, bukan sekadar hiasan.
Ini membuat pemain yang tidak terlalu fokus pada elemen RPG pun tetap bisa menikmati game ini sebagai shooter dengan kedalaman taktis.
Selain itu, fitur aksesibilitas juga ditingkatkan.
Ada empat tingkat kesulitan, opsi tampilan first-person dan third-person, serta berbagai pengaturan HUD dan kontrol yang bisa disesuaikan sesuai preferensimu.
Baca juga: Xbox Games Showcase 2025 Tayang Juni, 'The Outer Worlds 2' Jadi Pusat Perhatian
Narasi dan Karakter yang Lebih Hidup
Meski beberapa bagian cerita terasa ringan dan “fluffy”, The Outer Worlds 2 tetap berhasil menghadirkan karakter pendukung yang menarik.
Setiap companion memiliki latar belakang unik dan bisa memengaruhi jalan cerita sesuai hubungan yang kamu bangun dengan mereka.
Sistem faksi juga dibuat lebih kompleks.
Pilihanmu dalam mendukung atau mengkhianati kelompok tertentu akan berpengaruh langsung terhadap ending permainan.
Sekuel yang Lebih Kuat dan Berisi
The Outer Worlds 2 bukan sekadar pengulangan dari game pertama.
Ia adalah evolusi penuh dari konsep orisinalnya, dengan sistem RPG yang lebih mendalam, gameplay lebih tajam, dan struktur dunia yang lebih luas.
Meski masih memiliki kelemahan kecil di sisi naratif, game ini berhasil menjadi pengalaman RPG luar angkasa terbaik dari Obsidian sejauh ini.
Jika kamu menyukai game dengan keputusan moral kompleks dan dunia yang hidup, The Outer Worlds 2 jelas wajib masuk daftar mainmu tahun ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net