INDOZONE.ID - Dunia game tembak-menembak kembali memanas! Kali ini datang dari dua judul yang sempat jadi perbincangan hangat, Arc Raiders dan Marathon.
Meski awalnya bersaing ketat, rupanya tes beta Marathon yang sempat menuai kritik justru menjadi pelajaran berharga bagi tim pengembang Arc Raiders.
Menurut Virgil Watkins, Technical Director di Embark Studios, waktu perilisan tes beta kedua game tersebut yang hampir bersamaan ternyata memberi mereka kesempatan untuk melakukan “A/B test” alami yang sangat berguna bagi pengembangan Arc Raiders.
Baca juga: Call of Duty: Black Ops 7 vs Battlefield 6: Siapa yang Akan Jadi Raja FPS Tahun Ini?
Tes Beta Marathon Jadi “Eksperimen A/B” Tak Terduga
Dalam wawancara dengan PC Gamer, Watkins menjelaskan bahwa kebetulan Arc Raiders dan Marathon mengadakan sesi tes tertutup di waktu yang hampir bersamaan pada April lalu.
“Itu benar-benar kebetulan. Tidak ada di antara kami yang tahu kalau mereka juga akan melakukan tes pada waktu itu. Tapi, itu justru jadi A/B test yang sangat bagus buat kami karena kami bisa melihat keputusan desain yang mereka ambil dan membandingkannya dengan pilihan kami sendiri," kata Watkins.
Menurutnya, momen tersebut membuat tim Arc Raiders bisa melihat bagaimana perbedaan pendekatan antar kedua game berpengaruh terhadap pengalaman pemain.
Arc Raiders Terbang Tinggi, Marathon Masih Tersandung
Kini, nasib kedua game tersebut tampak semakin jauh berbeda.
Arc Raiders, yang baru saja mengadakan open beta server slam terakhir menjelang perilisan resminya pada 30 Oktober 2025, berhasil menarik hampir 100.000 pemain aktif secara bersamaan hanya dalam beberapa jam pertama di PC.
Angka tersebut menandakan antusiasme tinggi dari komunitas gamer terhadap game garapan Embark Studios itu.
Sebaliknya, Marathon besutan Bungie justru mengalami masa sulit.
Setelah tes publik pertamanya, banyak pemain mengeluhkan sejumlah keputusan desain, seperti tidak adanya mode solo queue atau fitur proximity chat, yang dianggap mengurangi interaksi dan keseruan dalam permainan.
Masalah semakin pelik setelah Marathon terjerat dugaan plagiarisme visual, di mana beberapa aset desainnya disebut-sebut meniru karya seniman independen.
Marathon Ditunda, Arc Raiders Siap Rilis
Akibat berbagai masalah itu, Marathon akhirnya ditunda dari jadwal rilis awal September.
Bungie kini berencana membuka open beta baru pada 22–27 Oktober, yang akan menjadi kesempatan besar bagi mereka untuk memperbaiki reputasi dan menarik kembali minat pemain.
Menariknya, sesi open beta Marathon itu akan berakhir tepat ketika Arc Raiders resmi dirilis.
Dengan jadwal yang begitu berdekatan, banyak yang memprediksi akan terjadi “duel tidak langsung” antara kedua game tersebut.
Baca juga: 'Plants vs Zombies: Replanted' Hadirkan Fitur Co-op & Multiplayer, Siap Bangkitkan Nostalgia
Siapa yang Akan Menang di Genre Extraction Shooter?
Dengan performa awal yang gemilang, Arc Raiders tampak memiliki momentum kuat untuk mendominasi pasar extraction shooter, genre yang kini semakin ramai.
Namun, Marathon masih punya peluang untuk bangkit jika mampu memperbaiki kelemahan yang sebelumnya menuai kritik.
Persaingan antara keduanya sepertinya belum akan berakhir dalam waktu dekat.
“Ini seperti tarian antara dua game. Yang satu melesat tinggi, yang lain mencoba mengejar dengan langkah hati-hati," tulis salah satu pengamat industri game di forum.
Bulan Oktober ini bisa jadi momen penentu apakah Arc Raiders akan benar-benar mengambil alih panggung, atau Marathon mampu merebut kembali perhatian gamer yang sempat kecewa?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net