INDOZONE.ID - Setelah penantian panjang, Blue Protocol: Star Resonance akhirnya resmi hadir di wilayah barat pada 10 Oktober 2025.
MMORPG bergaya anime ini langsung menarik perhatian pemain global, terutama di Steam, di mana jumlah pemain aktifnya sempat menyentuh hampir 95 ribu pengguna secara bersamaan.
Angka ini bahkan melampaui game populer seperti Hollow Knight: Silksong, Marvel Rivals, dan EA Sports FC 26.
Namun, di balik antusiasme besar tersebut, banyak yang bertanya-tanya: apakah Blue Protocol: Star Resonance benar-benar sepadan dengan penantiannya?
Baca juga: 'Blue Protocol: Star Resonance', MMORPG Gratis, Siap Hadir di Barat Tahun 2025
Dari Jepang ke Barat: Perjalanan Panjang Blue Protocol
Awalnya, Blue Protocol dikembangkan oleh Bandai Namco dan dirilis lebih dulu di Jepang.
Game ini sempat direncanakan akan hadir di wilayah barat melalui kerja sama dengan Amazon Games, tetapi pada Agustus 2024, server Jepang ditutup dan perilisan globalnya dibatalkan.
Namun, harapan fans tidak sepenuhnya pupus. Proyek ini kemudian diambil alih oleh Bokura, developer baru yang didukung pendanaan dari Tencent.
Bokura memberi tambahan judul “Star Resonance” dan menghidupkan kembali game ini sebagai free-to-play yang kini tersedia di PC (Steam, Epic Games Store) serta perangkat mobile (iOS dan Android).
Game ini diluncurkan di wilayah Amerika Utara, Eropa, Amerika Latin, dan Oseania, membuka kembali babak baru bagi MMORPG yang sempat dianggap gagal itu.
Antusiasme Tinggi, Tapi Ulasan Campur Aduk
Meski debutnya di Steam tergolong kuat, ulasan dari para pemain ternyata beragam. Saat ini, Blue Protocol: Star Resonance hanya mendapatkan rating “Mixed” di Steam.
Banyak pemain mengeluhkan desain game yang terlalu “gacha-heavy” dan sistem progresi yang membingungkan dengan terlalu banyak mata uang in-game.
Namun, tak sedikit juga yang memuji kualitas grafis dan desain visualnya yang menawan.
Beberapa pemain merasa bahwa untuk game gratis, Blue Protocol: Star Resonance masih cukup layak dicoba, terutama bagi penggemar MMORPG bertema anime.
Baca juga: Belum Dirilis, Game Blue Protocol Juga Bakal Hadir di Console Next-Gen?
Apakah Layak Dimainkan?
Saat pertama kali dicoba pada 2023 lalu, game ini memang menjanjikan dari segi tampilan dan aksi, namun tidak menghadirkan inovasi yang cukup kuat untuk menyaingi kompetitor seperti game dari HoYoVerse (Genshin Impact, Honkai: Star Rail).
Kritik serupa juga muncul saat versi Jepangnya dirilis, yang akhirnya berujung pada penutupan server karena dianggap tidak mampu memenuhi ekspektasi pemain.
Kini, lewat Star Resonance, Bokura berusaha memberikan nafas baru bagi dunia Blue Protocol.
Tapi, banyak yang masih skeptis apakah versi ini mampu bertahan lama atau hanya sekadar kebangkitan sesaat.
Bangkit, tapi Belum Sepenuhnya Berhasil
Kehadiran Blue Protocol: Star Resonance di pasar barat jelas menjadi langkah berani setelah perjalanan yang penuh lika-liku.
Meski berhasil menarik puluhan ribu pemain di awal peluncuran, tantangan besar tetap menanti — mulai dari kritik soal sistem monetisasi hingga minimnya konten yang benar-benar baru.
Bagi kamu yang penasaran, game ini bisa diunduh gratis dan mungkin layak dicoba sekadar untuk merasakan atmosfer anime yang indah dan sistem pertarungan yang cepat.
Tapi kalau kamu mencari MMORPG dengan kedalaman cerita dan gameplay unik, mungkin Blue Protocol: Star Resonance belum sepenuhnya menjawab ekspektasi itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net