Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 10:45 WIB

Sony dan AMD Resmi Umumkan Teknologi Baru PlayStation 6, Siap Revolusi Dunia Gaming

Author

Teknologi Baru PlayStation 6 Dikonfirmasi Sony dan AMD(Sumber:X/Eurogamer)

INDOZONE.ID - Kolaborasi antara Sony dan AMD akhirnya mengonfirmasi tiga teknologi canggih yang kemungkinan besar akan hadir di PlayStation 6 (PS6), sekaligus memperkuat lini GPU AMD generasi berikutnya.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Mark Cerny, arsitek sistem PS5, dan Jack Huynh, Senior Vice President AMD, dalam presentasi bersama yang membahas inovasi besar di dunia gaming masa depan.

Tiga teknologi utama yang diumumkan:Neural Arrays, Radiance Cores, dan Universal Compression — diklaim akan memberikan peningkatan signifikan dalam performa grafis, efisiensi daya, serta kualitas visual pada konsol dan kartu grafis berbasis AMD.

Baca juga: BioShock 4 Kemungkinan Baru Hadir di Era PlayStation 6

Neural Arrays: Otak AI di Jantung GPU

Teknologi Neural Arrays adalah sistem baru yang menghubungkan beberapa Compute Units (CU) di GPU agar dapat bekerja lebih efisien seperti satu mesin AI terpadu.

Biasanya, setiap CU bekerja sendiri-sendiri pada tugas kecil. Namun dengan Neural Arrays, unit-unit ini dapat saling berkoordinasi untuk menjalankan proses yang lebih kompleks  seperti upscaling dan denoising gambar.

Manfaat utamanya adalah peningkatan kualitas visual tanpa mengorbankan performa.

Dengan kata lain, algoritma seperti PSSR (PlayStation Super Resolution) bisa bekerja lebih cepat dan menghasilkan gambar yang lebih tajam.

Teknologi ini juga akan membantu mempercepat render grafis berbasis ray tracing dan path tracing, dua fitur yang membutuhkan daya komputasi tinggi.

Huynh menjelaskan bahwa Neural Arrays akan membuka peluang untuk inovasi sinematik yang membawa kualitas visual ke level baru.

Radiance Cores: Akselerasi Ray Tracing Generasi Baru

Teknologi kedua, Radiance Cores, merupakan peningkatan besar di sisi perangkat keras.

Radiance Cores berfungsi sebagai blok pemrosesan khusus untuk ray tracing dan path tracing, mirip dengan RT Cores milik Nvidia.

Radiance Cores dirancang untuk menangani “unified light transport”, yaitu proses rumit yang melibatkan jutaan sinar cahaya dan objek 3D dalam game.

Dengan unit khusus ini, beban kerja pada CPU dan GPU berkurang secara signifikan, menghasilkan pencahayaan dan bayangan yang lebih realistis tanpa menurunkan performa.

Dengan teknologi ini, AMD berpotensi mengejar bahkan menyaingi keunggulan ray tracing Nvidia, sekaligus memberikan efisiensi daya yang lebih baik untuk konsol maupun kartu grafis desktop.

Universal Compression: Solusi Cerdas untuk Efisiensi Data

Teknologi terakhir, Universal Compression, bertujuan mengoptimalkan penggunaan bandwidth memori GPU.

Jika PS5 sebelumnya hanya mengompresi jenis data tertentu seperti textures, maka sistem baru ini akan mengompresi semua data yang dikirim ke memori grafis.

Hasilnya, GPU akan bekerja lebih efisien dengan kecepatan transfer data yang lebih tinggi, memungkinkan frame rate lebih stabil serta kualitas aset visual yang lebih tinggi.

Selain itu, metode ini juga membantu mengurangi konsumsi daya — faktor penting bagi perangkat handheld gaming di masa depan.

Teknologi Simulasi yang Siap Jadi Kenyataan

Mark Cerny menyebut bahwa ketiga teknologi ini saat ini masih dalam tahap simulasi, namun sudah cukup matang untuk diperkenalkan secara publik.

Baik Sony maupun AMD tampak yakin bahwa inovasi ini akan menjadi pondasi utama bagi konsol generasi berikutnya.

Jack Huynh menambahkan bahwa AMD berencana menghadirkan teknologi ini “ke seluruh platform gaming,” termasuk PC, konsol, hingga perangkat genggam.

Hal ini sejalan dengan filosofi AMD yang terbuka terhadap pengembang dan inovasi lintas ekosistem.

Baca juga: 6 Game yang Bakal Dihapus dari PlayStation Plus Extra dan Premium pada Juni 2025

Implikasi untuk Dunia Gaming dan Hardware

Kehadiran teknologi ini tidak hanya menarik bagi calon pengguna PlayStation 6, tapi juga bagi produsen lain seperti Valve, Asus, dan Lenovo yang tengah mengembangkan perangkat gaming portabel.

Dengan konsumsi daya lebih rendah dan efisiensi bandwidth lebih tinggi, bukan tidak mungkin teknologi ini akan menjadi dasar bagi Steam Deck 2 atau handheld gaming berbasis Windows di masa depan.

Di sisi lain, penggemar kartu grafis desktop AMD juga punya alasan untuk gembira.

Selama ini, GPU AMD dikenal unggul dalam performa rasterisasi dan kapasitas VRAM besar, namun kalah dalam ray tracing dibanding Nvidia.

Dengan Radiance Cores dan Neural Arrays, kesenjangan tersebut bisa tertutup dengan cepat.

Era Baru Visual Gaming Dimulai

Kolaborasi Sony dan AMD melalui proyek “Project Amethyst” menandai awal dari generasi baru teknologi grafis.

Ketika PlayStation 6 resmi diumumkan nanti, kemungkinan besar kamu akan melihat hasil nyata dari inovasi ini, grafis lebih sinematik, gameplay lebih mulus, dan efisiensi daya yang lebih tinggi.

Dengan langkah ambisius ini, jelas bahwa Sony dan AMD tengah menyiapkan pondasi kuat untuk masa depan dunia gaming, tidak hanya untuk konsol, tapi juga PC dan perangkat portabel. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU