Rabu, 08 OKTOBER 2025 • 15:10 WIB

Sutradara Street Fighter 6 Terkejut atas Keputusan Kontroversial Capcom Soal Pay-Per-View Turnamen Esports

Author

Sutradara Street Fighter 6 Terkejut atas Keputusan Kontroversial Capcom Soal Pay-Per-View(Sumber:X/Eurogamer.net)

INDOZONE.ID - Sutradara Street Fighter 6, Takayuki Nakayama, mengungkapkan keterkejutannya atas keputusan Capcom yang akan memberlakukan sistem pay-per-view (PPV) untuk turnamen final esports mendatang.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar yang merasa kecewa dan bingung dengan kebijakan tersebut.

Dalam ajang Tokyo Game Show 2025, Capcom mengumumkan bahwa penonton global hanya bisa menyaksikan Capcom Cup 12 Finals dan Street Fighter League (SFL) World Championship 2025 secara online melalui model berbayar.

Biasanya, pertandingan ini dapat dinikmati secara gratis di platform seperti YouTube dan Twitch.

Baca juga: Street Fighter 6 di Switch 2 Tampil Ciamik: 60FPS Stabil dan Visual Lebih Tajam dari Xbox Series S

Harga Tiket Virtual Menuai Kritik

Capcom menetapkan harga ¥4.000 (sekitar Rp400 ribu) untuk masing-masing acara, atau ¥6.000 (sekitar Rp600 ribu) jika membeli paket gabungan.

Meskipun babak kualifikasi tetap gratis, keputusan ini menimbulkan reaksi negatif dari komunitas karena dianggap membatasi akses penggemar yang sudah lama mendukung franchise legendaris ini.

Harga tersebut dikatakan sebanding dengan tiket fisik di lokasi acara, yang berkisar antara ¥2.000 (Rp200 ribu) hingga ¥20.000 (Rp2 juta) untuk kursi premium.

Namun, bagi penonton internasional, keputusan ini tetap dianggap tidak ramah bagi komunitas esports global.

Tanggapan dari Sutradara Street Fighter 6

Melalui media sosial, Nakayama menjelaskan bahwa tim pengembang sama terkejutnya dengan para penggemar.

Ia mengatakan bahwa keputusan ini murni berasal dari divisi esports Capcom, bukan dari tim pengembangan game.

“Kedengarannya aneh, tapi memang benar. Target pendapatan dan tugas yang ditetapkan setiap divisi berbeda,” ujar Nakayama.

“Bahkan tim pengembang pun terkejut dengan pengumuman ini. Setidaknya, Matsumoto dan saya cukup kaget saat diumumkan di tempat acara. Kami saat ini sedang mendiskusikan hal ini di internal perusahaan. Kami mohon maaf atas kekhawatiran yang ditimbulkan,” lanjutnya.

Nakayama sempat bercanda bahwa ia akan menghapus komentarnya jika dimarahi oleh pihak perusahaan, namun para penggemar justru memuji kejujurannya.

Reaksi Keras dari Komunitas

Keputusan Capcom memicu perdebatan hangat di komunitas Street Fighter. Banyak pemain yang mempertanyakan logika di balik langkah ini, terutama karena turnamen besar seperti Capcom Cup biasanya juga berfungsi sebagai ajang promosi game.

Salah satu komentar penggemar berbunyi: “Bukankah inti dari Capcom Cup dan prize pool-nya adalah untuk memasarkan game? Mengapa harus dibatasi dengan PPV?”

Pengguna lain menambahkan bahwa Street Fighter League Japan Finals 2024 juga berbayar, namun menegaskan bahwa kebijakan semacam ini tidak cocok diterapkan di luar Jepang karena perbedaan budaya penonton.

Jadwal Turnamen

Acara gabungan antara Capcom Cup 12 Finals dan SFL World Championship 2025 akan digelar pada 11–15 Maret 2026.

Meskipun masih banyak waktu hingga penyelenggaraan, Capcom kini berada di bawah tekanan besar untuk meninjau ulang kebijakan PPV ini agar tidak semakin merusak reputasinya di mata komunitas global.

Keputusan Capcom untuk mengenakan biaya tontonan PPV pada turnamen Street Fighter 6 jelas mengejutkan banyak pihak termasuk tim pengembangnya sendiri. 

Meskipun alasan finansial bisa dimengerti, langkah ini berpotensi menggerus loyalitas pemain yang selama ini menjadi tulang punggung komunitas Street Fighter.

Kini, semua mata tertuju pada Capcom: apakah mereka akan tetap kukuh pada kebijakan kontroversial ini, atau mendengarkan suara para penggemar yang meminta akses gratis seperti sebelumnya?

Baca juga: Fitur Gila Street Fighter 6: Fighters Edition di Switch 2 Bikin Makin Keringetan!

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU