INDOZONE.ID - Battlefield 6 menjadi salah satu game first-person shooter (FPS) yang paling dinantikan oleh para gamer di seluruh dunia.
Setelah lama menunggu informasi resmi, developer akhirnya membocorkan detail penting mengenai fitur aim assist yang akan hadir di game ini.
Perbedaan sistem aim assist inilah yang membuat banyak pemain penasaran, terutama jika dibandingkan dengan franchise besar lain seperti Call of Duty (COD).
Baca juga: Call of Duty vs Battlefield 6 Memanas, Gimana Tanggapan Fans?
Dilansir Dexerto pada Jumat (19/09/2025), tim pengembang Battlefield 6 menegaskan bahwa sistem aim assist mereka sengaja dibuat berbeda dari Call of Duty.
Jika di CoD aim assist terasa sangat kuat hingga membantu pemain melakukan tracking lawan secara lebih mudah, di Battlefield 6 fitur ini dirancang agar terasa lebih natural dan menuntut skill pemain.
Artinya, aim assist tetap ada, tetapi tidak mendominasi pengalaman bermain.
Developer menjelaskan bahwa tujuan utama sistem ini adalah menjaga keseimbangan antara pemain konsol dan PC.
Banyak gamer konsol biasanya lebih bergantung pada aim assist karena keterbatasan analog stick dibanding mouse.
Namun, di Battlefield 6, fitur ini akan tetap memberikan bantuan seperlunya tanpa mengurangi esensi gameplay yang realistis.
Dengan begitu, baik pemain PC maupun konsol bisa merasakan pengalaman tembak-menembak yang adil.
Hal ini tentu saja menjadi pembeda besar dengan Call of Duty, yang dikenal lebih kasual dan ramah bagi pemain baru berkat aim assist yang kuat.
Battlefield 6 justru ingin menghadirkan pengalaman yang lebih menantang, di mana akurasi, strategi, dan kecepatan refleks menjadi faktor penentu kemenangan.
Para pengembang percaya bahwa pendekatan ini akan memberikan sensasi berbeda bagi para penggemar FPS.
Baca juga: Battlefield 6 Dibatasi Sesama Pemain Ngaku Kecewa Berat!
Selain itu, sistem aim assist di Battlefield 6 juga disesuaikan dengan skala peperangan besar yang menjadi ciri khas franchise ini.
Dengan map luas, pertempuran jarak jauh, serta kendaraan tempur, penggunaan aim assist yang terlalu kuat justru bisa merusak keseimbangan permainan. Karena itu, tim pengembang memilih untuk menjaga fitur ini tetap minimalis namun tetap membantu ketika dibutuhkan.
Bagi pemain yang terbiasa dengan Call of Duty, mungkin perlu waktu untuk beradaptasi. Namun, perbedaan inilah yang bisa menjadi daya tarik utama Battlefield 6, terutama bagi gamer yang menginginkan gameplay realistis dengan tingkat kesulitan lebih tinggi.
Dengan semua inovasi ini, jelas bahwa Battlefield 6 tidak hanya ingin bersaing dengan Call of Duty, tetapi juga ingin menegaskan identitasnya sebagai game FPS skala besar dengan pengalaman tempur yang unik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dexerto