Senin, 01 SEPTEMBER 2025 • 18:15 WIB

Herdling: Petualangan Game yang Menguras Emosi di Pegunungan Ajaib

Author

Herdling(Sumber:X/Eurogamer)


INDOZONE.ID - Herdling, game terbaru dari developer Okomotive dan publisher Panic, akhirnya resmi dirilis di berbagai platform: PC (Steam & Epic), PlayStation 5, Xbox Series S/X & Game Pass, serta Nintendo Switch.

Game ini digadang-gadang sebagai penerus spiritual dari seri FAR: Lone Sails dan FAR: Changing Tides yang sebelumnya sukses mencuri hati banyak gamer.

Namun, meski menawarkan perjalanan emosional penuh makna dengan visual memukau, ada satu hal yang membuat Herdling terasa kurang menggigit: tingkat kesulitannya terlalu mudah.

Baca juga: Review Awal The Rogue Prince of Persia: Parkour yang Memukau, tapi Masih Terlalu Mirip Dead Cells?

Perpaduan Emosi, Seni, dan Interaksi

Seperti halnya ICO atau The Last Guardian, Herdling membawamu dalam sebuah perjalanan pengawalan (escort quest) yang penuh emosi.

Bedanya, kali ini kamu tidak menjaga seorang teman atau mesin, melainkan sekelompok makhluk ajaib bernama Calicorns.

Hewan ramuan antara kambing gunung dan yak ini memiliki tanduk indah, bulu berwarna-warni, serta kekuatan magis yang misterius.

Tujuanmu sederhana: menggiring kawanan ini dari pinggiran kota distopia menuju puncak pegunungan yang megah.

Sepanjang perjalanan, kamu akan menemui berbagai rintangan, mulai dari teka-teki ringan hingga makhluk berbahaya yang sensitif terhadap suara.

Tantangan yang Terlalu Ringan

Sayangnya, meski menghadirkan desain makhluk menyeramkan seperti burung predator bertopeng dengan tatapan kosong yang menusuk, bagian stealth Herdling justru terasa terlalu gampang.

Bahkan ketika kawananmu tanpa sengaja menjatuhkan tumpukan batu yang seharusnya membangunkan musuh, konsekuensinya minim.

Jika dibandingkan dengan seri FAR, puzzle di Herdling juga tidak memberikan kepuasan serupa.

Dalam FAR, kamu merasakan sensasi menjadi insinyur kecil yang mengoperasikan mesin raksasa penuh teka-teki.

Di Herdling, puzzle hanya sebatas menarik tuas dan masalah langsung terselesaikan.

Mengendalikan kawanan Calicorn pun terasa unik di awal, karena mereka tidak selalu bergerak persis sesuai perintahmu.

Namun setelah beberapa menit, mekanisme ini jadi terbiasa dan tidak lagi menantang.

Perjalanan Indah, Tapi Kurang Berat

Herdling memang berhasil menyajikan atmosfer yang emosional dan penuh makna.

Setiap bab diakhiri dengan momen kawanan beristirahat di sekitar api unggun, memberikan nuansa road trip penuh kebersamaan.

Namun, sering kali perjalanan terasa terlalu singkat dan hambatan yang ada tidak cukup membuatmu merasa telah melalui perjuangan panjang.

Herdling adalah game yang indah secara visual, emosional secara narasi, dan mampu membuatmu terhubung dengan kawanan makhluk ajaib yang kamu jaga.

 Namun, kelemahan terbesarnya terletak pada tantangan gameplay yang terlalu ringan.

Bagi kamu yang mencari pengalaman santai, emosional, dan penuh makna, Herdling adalah pilihan tepat.

Tapi jika kamu berharap menemukan teka-teki kompleks seperti di seri FAR, mungkin game ini terasa agak mengecewakan.

Baca juga: Review Metal Gear Solid Delta: Snake Eater, Mengulang Kisah Klasik dengan Sensasi Baru

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU