INDOZONE.ID - Battlefield 6 sedang jadi pusat perhatian dunia gaming.
Game shooter terbaru dari EA ini kini memasuki fase beta kedua, dan berhasil menarik lebih dari 400 ribu pemain aktif bersamaan di Steam hanya dalam satu minggu.
Angka tersebut menunjukkan hype luar biasa menjelang perilisan resminya di bulan Oktober.
Pre-Order Tembus 800 Ribu Kopi di Steam
Berdasarkan laporan dari Alinea Analytics, hingga 12 Agustus 2025, Battlefield 6 sudah mencatat 605 ribu pre-order di Steam.
Bahkan, data terbaru menyebut angka itu kini sudah menembus 800 ribu kopi, dengan pendapatan sekitar $40 juta hanya dari pemesanan awal.
Baca juga: Masalah Matchmaking di Beta Battlefield 6, EA Janji Perbaiki Secepatnya
Jika tren ini terus berlanjut, analis Rhys Elliott yakin jumlah pre-order akan melewati 1 juta unit sebelum peluncuran.
Menurutnya, momentum positif ini jauh lebih tinggi dibandingkan seri sebelumnya seperti Battlefield 5 dan Battlefield 2042 yang sempat mengecewakan komunitas.
Elliott juga menambahkan, kesuksesan Battlefield 6 datang di waktu yang tepat.
Pasalnya, EA Sports FC (dulunya FIFA) sedang mengalami ketidakpastian dalam pendapatan jangka panjang.
Jadi, EA berharap besar pada performa Battlefield sebagai salah satu tumpuan utama tahun ini.
Dengan basis pemain yang terus tumbuh dan hype beta yang positif, Battlefield berpotensi mengembalikan reputasinya sebagai franchise FPS AAA yang dulu sangat disegani.
Apakah Bisa Kalahkan Call of Duty?
Meski mendapat respon positif, Elliott cukup realistis soal klaim bahwa Battlefield 6 akan mengalahkan Call of Duty (CoD).
Menurutnya, CoD masih punya basis kasual yang sangat besar, perilisan tahunan, serta ekosistem kuat lewat Warzone dan kolaborasi dengan streamer.
“Battlefield kali ini memang terlihat menjanjikan dengan map besar, sistem kelas klasik, dan fitur destruksi. Tapi, untuk benar-benar melampaui Call of Duty, itu masih jauh,” jelas Elliott.
Ia menambahkan, meski CoD sedang dalam fase “krisis identitas” dengan konten nyeleneh seperti kolaborasi Nicki Minaj, seri ini tetap jadi juggernaut budaya pop yang setiap tahun laris manis.
Sempat muncul kabar bahwa EA menargetkan 100 juta pemain seumur hidup untuk Battlefield 6, terutama lewat mode battle royale gratis.
Baca juga: Makin Memanas, Mantan Presiden Blizzard Ramal Battlefield 6 Bakal Kalahkan Call of Duty di 2025
Namun, Elliott menyebut target itu tidak realistis karena angka tersebut setara dengan pencapaian Fortnite, sementara Battlefield tetaplah game berbayar yang lebih segmented.
Harga $70 Jadi Faktor Penentu
Keputusan EA untuk mempertahankan harga $70 juga dianggap cerdas.
Menurut Elliott, jika harga dinaikkan ke $80, itu bisa menimbulkan “sticker shock” dan membuat sebagian gamer mundur.
Apalagi di tahun comeback besar seperti ini, menjaga harga tetap terjangkau sangat penting untuk menarik lebih banyak pemain.
Dengan pre-order yang sudah mendekati 1 juta kopi di Steam, Battlefield 6 berada di jalur untuk menjadi seri tersukses sepanjang sejarah franchise ini.
Namun, tantangan sebenarnya ada pada daya tahan popularitas setelah rilis, dan apakah EA bisa mempertahankan momentum menghadapi dominasi Call of Duty.
Yang jelas, jika kamu penggemar FPS, tahun ini akan jadi salah satu momen paling menarik dalam persaingan genre shooter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net