Sabtu, 16 AGUSTUS 2025 • 20:35 WIB

Mafia: The Old Country – Perpaduan Masa Lalu dan Masa Depan Industri Game

Author

Mafia: The Old Country (Sumber:X/Eurogamer)

INDOZONE.ID - Mafia: The Old Country menjadi bukti bahwa game dengan durasi singkat dan fokus cerita yang tajam masih bisa bersaing di tengah tren game open-world raksasa.

Karya terbaru Hangar 13 ini menghadirkan nuansa Sicilia pada awal abad ke-20 dengan detail yang memukau: kebun lemon yang disinari cahaya hangat, kebun anggur di lereng curam, hingga tambang penuh pekerja paksa, semua divisualisasikan layaknya lukisan dramatis ala Caravaggio.

Dari segi narasi, Mafia: The Old Country menawarkan kisah mafia yang mengalir dengan tempo seimbang—tidak hanya penuh aksi, tetapi juga momen tenang yang membiarkan pemain menikmati latar tempat.

Dalam setiap bab, Gunung Etna yang berasap di kejauhan menjadi metafora visual akan bahaya yang mengintai di balik keindahan pulau ini.

Baca juga: 'Mafia: The Old Country' Hadir dengan Mode Performance 60fps di Konsol, PS5 Pro Dapatkan Peningkatan Khusus

Pendekatan Berbeda di Era Game Raksasa

Di tengah dominasi game live-service dan dunia terbuka yang masif, Mafia: The Old Country tampil lebih ramping.

Sistem pertempuran berbasis cover dan mekanik stealth mengingatkan pada era PlayStation 3, namun justru memberikan sensasi segar.

Game ini bisa selesai dalam waktu sekitar 10 jam—sebuah “sajian tunggal” yang padat dan memuaskan, berbeda dengan game seperti Assassin’s Creed Shadows yang menuntut puluhan jam eksplorasi.

Pendekatan ini menjadi langkah strategis bagi Take-Two untuk keluar dari model “fewer, bigger, better” yang selama dua dekade terakhir membuat biaya produksi melambung tinggi.

Menurut analis industri Joost van Dreunen, anggaran pengembangan game besar meningkat hingga delapan kali lipat sejak tahun 2000.

Bahkan, Grand Theft Auto 6 diprediksi menelan biaya lebih dari $1 miliar, belum termasuk pemasaran.

Risiko dan Eksperimen Industri

Bagi Brendan Sinclair, editor di The Logic, Mafia: The Old Country adalah eksperimen untuk mencari format yang lebih berkelanjutan.

Durasi singkat dan fokus ketat menjadi solusi atas risiko finansial dari proyek raksasa yang bisa gagal.

Namun, ada kemungkinan Take-Two hanya melihatnya sebagai pengelolaan IP—memberikan “sajian” kecil bagi penggemar sambil memaksimalkan potensi komersial.

Jika sukses, game ini bisa membuka jalan bagi lebih banyak judul single-player padat dan ringkas dari publisher besar.

Tapi jika gagal, format ini bisa “dikubur” dalam-dalam, menyerahkan peluang tersebut pada studio independen yang saat ini justru kesulitan dana.

Pengalaman Bermain yang Fokus dan Memikat

Sebagai Enzo, karakter utama, kamu akan menjalani kehidupan keras—dari bekerja di tambang, mengangkut anggur untuk suap, hingga menyingkirkan lawan.

Momen berjalan santai di pasar atau mengamati pemandangan menjadi bagian penting pengalaman, membuat kamu benar-benar meresapi peran.

Mafia: The Old Country membuktikan bahwa di tengah gempuran game besar yang encyclopedic, ada nilai lebih pada karya yang fokus, terarah, dan menyajikan cerita dengan kedalaman emosional tanpa harus mengorbankan kualitas produksi.

Baca juga: Mafia: The Old Country Tampilkan Keindahan Sisilia Lewat Trailer Deep Dive Terbaru

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU