INDOZONE.ID - Tekken 8 kemungkinan akan mendarat di Nintendo Switch 2, namun prosesnya tidak akan mudah.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Katsuhiro Harada, sutradara Tekken 8, dalam wawancaranya bersama Eurogamer pada ajang Evo awal Agustus 2025.
Baca juga: TEKKEN 8 Hadirkan Fahkumram Sebagai Karakter DLC, Plus Tiga Update Baru Telah Diumumkan
Harada: Menarik, tapi Butuh Banyak Pekerjaan
Melalui terjemahan dari desainer Michael Murray, Harada menyebutkan bahwa versi Switch 2 adalah opsi menarik dan tidak sepenuhnya tertutup.
Namun, ia menegaskan porting Tekken 8 ke perangkat tersebut membutuhkan banyak penyesuaian teknis.
Kontroversi Tekken 8 dan Potensi Audiens Baru
Tekken 8 saat ini sedang dalam sorotan karena perubahan besar pada Season 2 dan Season 3.
Kehadiran kembali petarung Muay Thai Fahkumram menuai tanggapan beragam, meski respon membaik setelah pengenalan Armor King.
Sementara karakter baru, Miary Zo, memecah pendapat penggemar—bahkan ada teori bahwa ia adalah wadah untuk Ogre dari Tekken 3.
Peluncuran di Switch 2 dapat memperkenalkan Tekken 8 ke audiens yang lebih kasual, sekaligus membantu penjualan game ini.
Harada sendiri pernah menyatakan bahwa Tekken 8 harus meraih penjualan besar agar masa depan seri ini tetap terjamin.
Baca juga: Tekken 8 Season 2 Hadir! Anna Williams & Pac-Man Stage Siap Gebrak Arena
Switch 2: Rumah Baru untuk Game Fighting?
Switch 2 mulai menarik perhatian sebagai platform yang ramah untuk game fighting.
Street Fighter 6 bahkan sudah hadir bersamaan dengan perilisan Switch 2 pada Juni 2025.
Port game tersebut dianggap berkualitas, mampu bersaing dengan versi PS5, PC, dan Xbox, serta membantu Capcom mencapai rekor penjualan lima juta kopi untuk seri terbaru Street Fighter.
Dengan tren ini, Tekken 8 di Switch 2 bisa menjadi langkah strategis.
Meski belum ada pengumuman resmi, peluangnya tetap terbuka—tergantung seberapa besar usaha tim pengembang dalam melakukan adaptasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net