Kamis, 14 AGUSTUS 2025 • 18:00 WIB

Battlefield 6: Drama Mengaktifkan Secure Boot Demi Anti-Cheat yang Super Ribet

Author

Battlefield 6(Sumber:X/Eurogamer)

INDOZONE.ID - Bermain game di PC memang seringkali membutuhkan trik tambahan, tapi pengalaman mencoba mengaktifkan Battlefield 6 di versi beta kemarin jadi salah satu yang paling ribet yang pernah aku alami.

Masalah Dimulai dari Secure Boot

Saat mencoba menjalankan Battlefield 6, aku langsung mendapat pesan error "Secure Boot is not enabled". Dari situ, petualangan teknis pun dimulai.

Mengacu pada panduan resmi EA, ternyata beberapa game mereka memang mewajibkan Secure Boot aktif.

Fitur keamanan di Windows 10 dan 11 ini memastikan hanya software tepercaya yang bisa berjalan saat PC dinyalakan.

Masalahnya, mengaktifkan Secure Boot tidak semudah klik tombol di Windows. Kamu harus masuk ke BIOS, pengaturan pra-boot yang mengontrol fungsi dasar perangkat keras.

EA bahkan memberi peringatan bahwa salah mengutak-atik BIOS bisa membuat PC gagal menyala.

Baca juga: Battlefield 6 Cegah 330.000 Upaya Curang di Open Beta, EA Tegaskan Anti-Cheat Terus Berkembang

Perjuangan di Dalam BIOS

Karena sudah pernah merakit PC sendiri, aku cukup percaya diri. Aku mengikuti panduan EA, masuk BIOS, menemukan menu pengaturan, lalu mengaktifkan Secure Boot.

Tapi setelah restart, komputer malah tidak mau booting.

Setelah mencari informasi tambahan (yang tidak dijelaskan di panduan EA), aku menemukan masalahnya di Reddit: partisi disk-ku masih menggunakan format MBR, padahal Secure Boot hanya bisa berjalan dengan format GPT.

Berbekal video tutorial YouTube, aku mengonversi partisi, mengulang proses, dan akhirnya berhasil.

Masalah Belum Selesai

Begitu masuk ke game, aku malah mendapat pesan error lain untuk mengunduh driver GeForce tertentu.

Setelah semua proses selesai  yang memakan waktu hampir dua jam — barulah Battlefield 6 bisa dimainkan.

Kenapa Ribet Sekali?

Semua ini terjadi karena EA menggunakan sistem anti-cheat Javelin.

 Sistem ini memerlukan akses mendalam ke PC untuk mendeteksi cheat seperti:

  • Kernel-Level Cheats dan Rootkits
  • Manipulasi Memori dan Injection
  • Spoofing & Manipulasi Hardware ID
  • Virtual Machine & Emulasi
  • Mengutak-atik Sistem Anti-Cheat

EA menegaskan bahwa Secure Boot akan menjadi syarat wajib saat Battlefield 6 rilis resmi pada 10 Oktober 2025.

Bukan Hanya EA yang Melakukan Ini

Sistem anti-cheat serupa juga digunakan oleh Riot Vanguard di Valorant dan League of Legends, serta Ricochet milik Activision Blizzard.

Bahkan Windows 11 sendiri mewajibkan Secure Boot untuk instalasi.

Kabar baiknya, setelah kamu mengaktifkan Secure Boot, kamu tidak perlu mengulang proses ini lagi untuk game lain yang memerlukannya.

Baca juga: Battlefield 6 Pecahkan Rekor: Open Beta Terbesar Sepanjang Sejarah Seri

Efektif Melawan Cheat?

EA mengklaim berhasil memblokir lebih dari 330.000 percobaan cheat selama akhir pekan beta Battlefield 6.

Namun, tetap saja ada cheater yang lolos.

 Ini menandakan pertempuran antara developer dan pelaku cheat masih berlanjut.

Bagi sebagian pemain, proses ini adalah harga yang harus dibayar demi game yang bersih dari kecurangan.

Tapi bagi yang lain, mungkin ini terlalu ribet hanya untuk bisa bermain.

Yang jelas, aku menghabiskan dua jam hidupku demi satu fitur keamanan  dan sekarang setidaknya PC-ku siap untuk Windows 11.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU