INDOZONE.ID - Game Grounded 2 dari Obsidian membawa kembali pesona unik yang membuat banyak pemain jatuh hati pada seri pertamanya.
Jika di Grounded pertama kamu bertualang di sebuah halaman belakang rumah, kini sekuelnya mengajak kamu menjelajah sebuah taman kecil.
Meski skalanya berubah, konsepnya tetap memikat. Yaitu menjadi manusia seukuran semut dan bertahan hidup di dunia yang terlihat akrab, namun penuh bahaya baru.
Baca juga: Grounded 2: Petualangan Semut Raksasa yang Bikin Bulu Kuduk Merinding
Melihat Dunia dari Perspektif Mini
Penulisnya menceritakan bagaimana ia mulai sering melihat ke bawah, bukan untuk menghindari kotoran di jalan, tapi untuk membayangkan bagaimana dunia terlihat jika dirinya hanya setinggi satu inci.
Rumput berubah menjadi hutan raksasa, kulit buah yang jatuh bisa dijadikan baju zirah, dan serangga yang biasa diabaikan kini menjadi ancaman serius.
Grounded mengingatkan pada film klasik Honey, I Shrunk the Kids (1989), di mana remaja-remaja yang menyusut harus bertahan di halaman rumah mereka.
Bedanya, Grounded menghadirkan elemen survival ala Monster Hunter versi mini, lengkap dengan sistem membangun markas dan berburu sumber daya dari serangga.
Dari Halaman ke Taman, Apakah Tetap Menarik?
Salah satu pertanyaan yang sempat muncul adalah: apakah Grounded masih menarik jika meninggalkan latar halaman belakang? Ternyata, taman kecil di Grounded 2 tetap menyimpan banyak potensi.
Bahkan, membayangkan betapa serunya jika konsep ini dibawa ke berbagai lokasi dunia nyata, dari jalanan kota di Eropa, hutan tropis di Asia, hingga padang kering Australia yang penuh hewan mematikan.
Bayangkan kamu bermain di lingkungan lokal: cacing tanah yang muncul setelah hujan, kawanan burung yang tiba-tiba menyerang, atau tikus yang mengacaukan ekosistem mini yang sudah kamu bangun.
Ide-ide ini menunjukkan bahwa konsep Grounded bisa hidup di mana saja.
Kekuatan Dunia yang Kita Kenal
Daya tarik utama Grounded bukan hanya dari gameplay survival-nya, tapi dari fakta bahwa dunia yang kamu jelajahi terasa akrab.
Tidak seperti latar planet alien yang asing, lingkungan di Grounded memberi sensasi “aku pernah di sini”, sehingga setiap penemuan terasa lebih berkesan.
Sama serunya dengan tabletop RPG berjudul Eat the Reich, di mana pemain menjadi vampir komando yang dikirim ke Paris tahun 1944 untuk memburu Nazi.
Keberhasilan konsep ini juga terletak pada latarnya yang nyata dan dikenal, sehingga imajinasi langsung terkoneksi dengan dunia permainan.
Keajaiban dalam Hal yang Sehari-hari
Banyak game fantasi menawarkan dunia buatan yang luas dan detail, namun tidak selalu ada yang bisa menandingi daya tarik dunia nyata ketika dilihat dari perspektif berbeda.
Grounded 2 membuktikan bahwa keindahan bisa ditemukan di tempat yang terlihat biasa, asalkan ditunjukkan dengan sudut pandang yang tepat.
Bagi kamu yang mencari pengalaman survival unik, penuh eksplorasi, dan memberikan rasa kagum pada dunia di sekitarmu, Grounded 2 adalah petualangan yang wajib dicoba.
Karena terkadang, dunia yang paling menakjubkan adalah dunia tempat kita tinggal sekarang.
Baca juga: 9 Daftar Game Baru Xbox Game Pass Juli 2025: Wuchang hingga Grounded 2
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net